Penjualan Sapi Kurban di Desa Tambo'o Mulai Ramai Jelang Iduladha 2026
Di tengah persiapan menjelang hari raya Iduladha 2026, penjualan sapi kurban di Lapak Sapi Desa Tambo'o, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango mulai menunjukkan tanda-tanda ramai. Warga mulai berdatangan untuk memilih hewan yang akan digunakan sebagai kurban, dengan sekitar 15 ekor sapi terjual dalam dua minggu terakhir.
Sapi yang dijual di lapak tersebut didominasi oleh jenis sapi Bali yang merupakan hasil ternak petani lokal. Harga jualnya bervariasi, mulai dari Rp14 juta hingga Rp22 juta, tergantung pada ukuran dan kondisi kesehatan hewan. Warga cenderung mencari sapi berukuran besar dan sehat, karena mereka percaya bahwa hewan yang baik akan menjadi simbol keberkahan dalam perayaan Iduladha.
Puncak keramaian pembeli diprediksi akan terjadi satu minggu hingga sehari sebelum hari raya. Saat ini, jumlah sapi yang tersedia di lapak mencapai lebih dari 50 ekor, tetapi penjualan masih belum sebanyak tahun lalu. Pedagang sapi, Eton Karim, mengatakan bahwa peningkatan permintaan baru terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
- Dalam dua minggu menjelang Iduladha 2026, sudah ada sekitar 15 ekor sapi yang terjual.
- Keberadaan sapi di lapak terlihat berjajar di bawah terpal merah, dengan sebagian diikat di bawah pohon jati dan sebagian lainnya berada di dalam area lapak yang ditutupi terpal.
- Aktivitas pemberian makan juga terlihat dilakukan para penjaga lapak menggunakan daun jagung dan konga.
Eton menyebutkan bahwa sapi yang dijual adalah milik petani di Desa Tambo'o yang dititipkan untuk dijual menjelang Iduladha. Ia hanya bertugas sebagai tempat titip, bukan pemilik sapi. Menurutnya, harga sapi saat ini lebih tinggi dibanding tahun lalu, meski jumlah penjualan masih belum sepenuhnya meningkat.
- Harga sapi berkisar antara Rp14 juta hingga Rp22 juta.
- Pada periode yang sama tahun lalu, penjualan sapi mencapai sekitar 50 ekor.
- Meskipun jumlah pembeli belum sebanyak tahun lalu, Eton memprediksi penjualan akan terus meningkat mendekati Hari Raya.
Banyak warga memilih membeli sapi mendekati hari raya agar hewan tetap dirawat dan diberi makan oleh penjual sampai waktu penyembelihan. Beberapa bahkan memesan sapi lebih awal dan menitipkan kembali di lapak hingga hari pengambilan.
- Ada juga pembeli yang beli duluan tapi dititip. Biasanya tambah biaya makan Rp500 ribu.
- Pembeli sapi di tempatnya mayoritas berasal dari wilayah Gorontalo dan sekitarnya.
Untuk memastikan kondisi hewan tetap layak dijadikan kurban, pemeriksaan kesehatan sapi rutin dilakukan sebelum dijual ke masyarakat. Suasana di lapak terlihat tenang, dengan warga yang datang biasanya pada sore hari setelah pulang dari kantor.

Para pedagang sapi berharap tahun ini sapi mereka bisa habis terjual, meskipun jumlah pembeli masih belum sepenuhnya meningkat. Namun, dengan prediksi keramaian yang akan terjadi seminggu sebelum lebaran, harapan untuk penjualan yang baik tetap terbuka.
0 Komentar