Wisata SLG Kediri Ramai Dikunjungi Selama Libur Panjang
Selama libur panjang nasional dan cuti bersama Kenaikan Isa Almasih 2026, kawasan wisata Monumen Simpang Lima Gumul (SLG) di Kabupaten Kediri mengalami lonjakan pengunjung. Sejak hari Kamis (14/5/2026), tempat ini menjadi tujuan favorit bagi masyarakat lokal maupun wisatawan dari luar daerah. Ikon wisata yang dikenal sebagai "Arc de Triomphe"-nya Kediri ini menjadi pusat kegiatan keluarga selama akhir pekan.
Gunawan Priyo Utomo, Koordinator Petugas Wisata SLG Kediri, menyampaikan bahwa jumlah kendaraan mulai meningkat sejak awal libur. Puncak keramaian diprediksi terjadi pada Sabtu dan Minggu mendatang.
"Ramainya biasanya terjadi pada hari weekend, yaitu Sabtu dan Minggu. Meskipun pada hari Kamis kemarin masih stagnan, namun volume kendaraan terus naik," ujarnya saat ditemui di area SLG, Jumat (15/5/2026).
Untuk menghadapi kepadatan kendaraan, pengelola membuka seluruh kantong parkir yang ada di kawasan SLG. Mulai dari Parkir 1, Parkir 2 hingga Parkir 3 dioperasikan penuh sejak pagi hingga malam hari.
"Terkait persiapan libur panjang ini, kami membuka total seluruh kantong parkir yang ada. Pelayanan dibuka mulai pukul 06.00 WIB sampai 22.00 WIB," jelas Gunawan.
Pada momentum libur dan cuti bersama ini, kawasan SLG juga sedang mengadakan festival Kuno Kini yang berlangsung selama 10 hari. Dalam festival ini ditampilkan jajanan dan kuliner produk UMKM khas Kediri.
Berdasarkan data pengelola, area Parkir 2 menjadi lokasi paling padat karena berdekatan dengan monumen SLG dan aktivitas festival. Pada hari Kamis, jumlah kendaraan yang masuk ke Parkir 2 mencapai sekitar 400 sepeda motor dan 200 mobil.
Sementara itu, Parkir 1 tercatat menampung sekitar 70 kendaraan gabungan roda dua dan roda empat. Sedangkan Parkir 3 berkisar 50 hingga 60 kendaraan. Jika dibandingkan dengan hari sebelumnya, jumlah kendaraan terus mengalami peningkatan. Pada Rabu, volume kendaraan di Parkir 2 tercatat sekitar 100 sepeda motor dan 80 mobil.
Menurut Gunawan, wisatawan yang datang ke kawasan SLG berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur. Hal itu terlihat dari dominasi kendaraan berpelat luar Kediri yang masuk ke area wisata.
"Melihat dari plat kendaraan, posisinya hampir merata. Pengunjung luar daerah banyak dan dari lokal Kediri juga tidak kalah ramai," ungkapnya.
Selain membuka seluruh area parkir, pengelola juga menambah jumlah petugas untuk mengatur arus kendaraan dan membantu pengunjung yang belum memahami sistem parkir elektronik.
"Karena parkir kita berbasis elektronik, masih banyak masyarakat yang belum paham cara masuknya. Jadi petugas kami standby untuk membantu dan mengarahkan," katanya.
Pada akhir pekan ini, pihak pengelola menurunkan petugas reguler dibantu pekerja harian lepas (PHL). Sebanyak tiga personel ditempatkan di Parkir 1 dan lima personel disiagakan di Parkir 2 yang menjadi titik paling padat.
Ramainya kawasan SLG juga dipengaruhi adanya festival dan ratusan stand UMKM yang digelar di sekitar area Taman Hijau Simpang Lima Gumul.
Salah satu pengunjung asal Tulungagung, Muna Hanifah, mengaku sengaja datang bersama keluarga untuk menikmati suasana SLG sekaligus melihat festival yang sedang berlangsung.
"Saya memang ingin melihat kawasan Simpang Lima Gumul lebih dekat. Tadi juga lihat banyak stand dan orang jualan. Suasananya adem dan cocok untuk libur bersama keluarga," bebernya.
Muna menilai harga makanan dan produk yang dijual di area festival masih cukup terjangkau bagi pengunjung.
"Alhamdulillah untuk harganya lumayan terjangkau, jadi enak buat jalan-jalan sambil kulineran," tambahnya.
Pengelola pun mengimbau wisatawan tetap tertib berkendara, mematuhi arahan petugas, serta menjaga kebersihan selama berkunjung ke kawasan SLG agar suasana liburan tetap nyaman dan kondusif.
0 Komentar