Kambing, Bukan Sekadar Bisnis Bagi Suparno
Suparno, seorang guru di sebuah sekolah swasta di Kudus, memiliki hobi yang unik dan khas. Beternak kambing bukan hanya menjadi sumber penghasilan bagi dirinya, tetapi juga memberikan kepuasan batin yang tak tergantikan. Dalam hatinya, beternak kambing adalah cara untuk mengingat masa kecilnya yang seringkali dihabiskan untuk menggembala kambing bersama orangtuanya.
Di RT 5 RW 7 Desa Besito, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Suparno memiliki kandang kambing yang cukup luas. Kandang ini dibangun dari kayu dengan atap seng, dan dikelilingi pagar beton. Di dalam kandang tersebut, terdapat berbagai jenis kambing yang dikelola dengan penuh perhatian oleh Suparno.
Jenis-Jenis Kambing yang Dipelihara
Kandang kambing milik Suparno terbagi menjadi beberapa bagian. Salah satu bagian memanjang berisi sekitar 60 ekor kambing sapera atau kambing saanen peranakan etawa. Kambing-kambing ini tidak hanya bisa menghasilkan susu, tetapi juga dipelihara untuk dijual sebagai hewan kurban saat Hari Raya Iduladha.
Setiap hari, Susu kambing sapera yang dihasilkan mencapai 15 liter. Setiap liter dikemas dalam empat botol berukuran 250 mililiter dan dijual dengan harga Rp 8 ribu per botol. Susu ini selalu ludes terjual setiap harinya, karena permintaan konsumen yang tinggi.
Di sisi lain, terdapat kandang yang berisi 40 ekor kambing jawarandu. Kambing ini biasa disebut masyarakat Kudus sebagai kambing jawarandu. Kambing-jawarandu ini dipelihara khusus untuk keperluan hewan kurban pada Iduladha. Harga jual kambing ini berkisar antara Rp 2,5 juta hingga Rp 5 juta, tergantung ukuran fisiknya.
Anak Kambing dan Pengembangan Usaha
Di sudut paling ujung kandang, terdapat kandang yang berisi 20 ekor cempe atau anak kambing. Di kandang ini, cempe sapera dan jawarandu dipelihara bersama. Namun, ketika mereka tumbuh besar, akan dipisah ke kandang yang berbeda.
Keberhasilan Suparno dalam beternak kambing bukanlah hal yang mudah. Awalnya, dia hanya memiliki 16 ekor kambing pada tahun 2021. Pada awalnya, ia hanya menjalankan usaha ini sebagai hobi di sisa waktu luangnya. Namun, seiring berjalannya waktu, beternak kambing menjadi semakin nyaman dan menghasilkan pendapatan yang stabil.
Pendapatan Harian dan Tahunan
Dari beternak kambing, Suparno mendapatkan dua sumber pendapatan utama. Pertama, pendapatan harian dari penjualan susu kambing sapera. Kedua, pendapatan tahunan dari penjualan kambing untuk keperluan kurban.
Selain itu, tren hidup sehat yang sedang marak saat ini membuat banyak orang tertarik untuk mengonsumsi susu kambing. Hal ini membantu meningkatkan permintaan terhadap produk susu kambing Suparno.
Tips dan Pengalaman untuk Peternak Pemula
Meski kini sukses dalam beternak kambing, Suparno tidak pernah berhenti belajar dan berkembang. Ia siap berbagi pengalaman kepada para peternak pemula. Menurutnya, ketertarikan terhadap dunia peternakan saja tidak cukup untuk mengawali usaha ternak. Lebih dari itu, diperlukan ketelatenan dan kemampuan dalam mengolah pakan serta merawat kambing.
0 Komentar