Turis Italia Dijambret di Bundaran HI, Kevin Wu Minta Jaminan Keamanan Publik

Turis Italia Dijambret di Bundaran HI, Kevin Wu Minta Jaminan Keamanan Publik

Kehancuran Citra Jakarta Akibat Penjambretan Wisatawan Asing

Sebuah kejadian yang mengejutkan terjadi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada hari Kamis (14/5/2026) siang. Seorang wisatawan asing asal Italia menjadi korban penjambretan ponsel di lokasi yang dikenal sebagai ikon kota Jakarta. Peristiwa ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk anggota DPRD DKI Jakarta.

Aksi Kriminal yang Mengguncang Kota Global

Insiden tersebut terekam dalam sebuah video rekaman dashcam kendaraan yang kemudian viral di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat detik-detik dramatis saat seorang turis sedang menggunakan ponselnya di pinggir jalan. Tiba-tiba, sepeda motor merah mendekat dan langsung merampas ponsel dari tangannya sebelum kabur dengan cepat.

Peristiwa ini tidak hanya mengganggu kenyamanan wisatawan, tetapi juga membawa dampak negatif terhadap citra Jakarta sebagai kota global yang aman dan modern. Lokasi Bundaran HI, yang sering menjadi pusat perhatian internasional, menjadi saksi bisu atas kejadian ini.

Kritik dari Anggota DPRD DKI Jakarta

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Kevin Wu, menyampaikan kekecewaannya terhadap lemahnya pengawasan di kawasan tersebut. Ia menilai bahwa Bundaran HI bukan sekadar persimpangan jalan biasa, melainkan simbol marwah Jakarta yang sering dipantau oleh mata dunia.

“Saya mengecam keras aksi penjambretan terhadap WNA di kawasan Bundaran HI. Ini bukan sekadar kasus kriminal jalanan biasa, karena lokasinya adalah salah satu wajah utama Jakarta,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya.

Kevin Wu menegaskan bahwa predikat kota global tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur fisik atau acara internasional yang megah. Indikator utama dari kota maju adalah rasa aman yang mutlak bagi setiap penduduk dan pengunjung.

Ancaman Terhadap Nama Baik Jakarta

Ia menilai bahwa narasi promosi kota yang dibangun dengan biaya besar bisa runtuh hanya karena satu video viral yang menunjukkan kejahatan terhadap turis. “Jakarta ingin menjadi kota global, tapi tidak boleh hanya bicara gedung tinggi, event internasional, dan slogan saja. Yang paling dasar adalah rasa aman di ruang publik,” tambahnya dengan nada tajam.

Tantangan untuk Gubernur DKI Jakarta

Menyikapi situasi ini, Kevin Wu meminta Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, untuk memberikan perhatian ekstra dan langkah konkret dalam membenahi sistem keamanan kota. Sinergitas antara jajaran Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Polda Metro Jaya harus diperketat melalui patroli rutin serta optimalisasi kamera pengawas (CCTV) yang terintegrasi.

Jika penegakan hukum dan jaminan keamanan ini gagal dieksekusi dengan serius, maka seluruh kerja keras untuk menarik minat investor asing dan mendongkrak sektor pariwisata Jakarta akan berakhir sia-sia.

Langkah Konkret untuk Membangun Kepercayaan Publik

Publik kini menunggu tindakan nyata dari sang Gubernur agar ruang-ruang publik di Jakarta tidak lagi ramah bagi para pelaku kejahatan. Dengan langkah-langkah yang tepat dan komitmen yang kuat, Jakarta dapat kembali membangun citra sebagai kota yang aman dan layak untuk dikunjungi oleh wisatawan internasional.


0 Komentar