Warga Kalisari Bongkar Toko Obat Ilegal, Pelajar Berseragam Diduga Jadi Pembeli

Warga Kalisari Bongkar Toko Obat Ilegal, Pelajar Berseragam Diduga Jadi Pembeli

Warga Kalisari Menggerebek Toko Obat Terlarang yang Berkedok Kosmetik

Keresahan warga terhadap maraknya peredaran obat terlarang di lingkungan permukiman akhirnya memuncak. Di Jalan Kalisari Raya RT 02/06, Kelurahan Kalisari, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, warga melakukan penggerebekan terhadap sebuah toko yang diduga menjadi tempat penjualan obat daftar G berkedok kios kosmetik. Penggerebekan ini dilakukan pada Selasa (12/5/2026) malam setelah warga selama berbulan-bulan mencurigai aktivitas mencolok di toko tersebut.

Aktivitas Mencurigakan dan Pembeli yang Tidak Biasa

Ironisnya, sejumlah pembeli yang datang disebut berasal dari kalangan pelajar berseragam sekolah hingga pengamen jalanan. Aksi warga itu membuka tabir praktik peredaran obat terlarang yang dinilai sudah sangat meresahkan dan mengancam masa depan generasi muda di wilayah tersebut.

Saat warga mendatangi lokasi untuk melakukan penggerebekan, pemilik maupun penjaga toko diduga telah melarikan diri melalui pintu belakang. Meski pelaku berhasil kabur, warga tetap menggeledah seluruh isi toko demi mencari barang bukti obat-obatan terlarang yang selama ini diperjualbelikan secara sembunyi-sembunyi. Penggeledahan dilakukan hingga ke bagian plafon toko karena warga menduga barang haram tersebut disimpan di tempat tersembunyi agar tidak mudah ditemukan.

Temuan Ribuan Obat Daftar G

Kecurigaan warga terbukti. Dari atas plafon, ditemukan kantong plastik hitam berisi ribuan butir obat daftar G. Obat-obatan itu kemudian diamankan dan diserahkan kepada pihak kepolisian untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Salah seorang warga sekitar bernama Nurhayati mengaku prihatin karena toko tersebut selama ini beroperasi dengan kamuflase sebagai toko perlengkapan kosmetik. Namun menurutnya, aktivitas pembelian di dalam toko terlihat sangat mencurigakan.

Lokasi Dekat Sekolah dan Ancaman bagi Anak-Anak

Yang paling membuat warga resah adalah fakta bahwa pembeli diduga bukan hanya orang dewasa, tetapi juga pelajar berseragam sekolah. Menurut Nur, lokasi toko yang berada dekat dengan tiga sekolah membuat peredaran obat terlarang semakin berbahaya.

“Di sini itu ada tiga sekolahan loh, jadi sangat membahayakan anak-anak khususnya pelajar,” ujarnya. Ia mengaku kerap melihat pelajar datang membeli sesuatu di toko tersebut. “Pembelinya itu ada juga pengamen, pelajar berseragam, mereka belinya berarti secara terang-terangan,” tegasnya.

Selain pelajar dan pengamen, Nur juga pernah melihat pembeli datang menggunakan mobil pribadi. Hal itu membuat warga menduga jaringan peredaran obat terlarang tersebut cukup luas dan tidak menyasar satu kalangan tertentu saja.

Diduga Ada Bekingan

Nur menduga praktik penjualan obat terlarang tersebut tidak mungkin bisa bertahan lama tanpa adanya pihak yang membekingi. Karena itu, ia meminta aparat penegak hukum tidak hanya menangkap pelaku di lapangan, tetapi juga membongkar pihak-pihak yang diduga melindungi bisnis ilegal tersebut.

“Pemerintah Kota Jakarta Timur dan aparat penegak hukum harus bisa mengawasi serta menindak peredaran gelap obat terlarang,” ujarnya. Ia berharap siapa pun yang terlibat dalam perlindungan bisnis ilegal itu segera ditindak tegas.

Polisi Benarkan Penggerebekan

Kapolsek Pasar Rebo, Kompol Wayan Wijayan membenarkan adanya penggerebekan toko obat terlarang tersebut. Menurutnya, penggerebekan dilakukan bersama warga, pengurus RT, anggota Karang Taruna, dan personel kepolisian setelah banyak laporan keresahan masyarakat.

“Berdasarkan info dari warga, anggota polsek dan ketua RT, beserta pemuda karang taruna melakukan penggerebekan di lokasi tersebut,” kata Wayan, Kamis (14/5/2026). Dari hasil penyisiran di lokasi, polisi menemukan berbagai obat daftar G yang disembunyikan di atas plafon toko.

Ancaman Serius bagi Generasi Muda

Kasus di Kalisari kembali memperlihatkan betapa peredaran obat terlarang kini semakin dekat dengan lingkungan permukiman dan sekolah. Dengan modus toko berkedok kosmetik, para pelaku diduga mencoba menyamarkan aktivitas ilegal agar luput dari pengawasan warga maupun aparat.

Warga berharap aparat penegak hukum tidak berhenti pada penggerebekan semata, tetapi benar-benar membongkar jaringan pemasok dan distributor obat-obatan terlarang yang menyasar anak-anak muda. Bagi warga Kalisari, persoalan ini bukan sekadar pelanggaran hukum biasa, melainkan ancaman nyata terhadap masa depan generasi penerus bangsa.


0 Komentar