
Bangka Tengah Tetap Jadi Sentra Produksi Durian Terbesar di Bangka Belitung
Kabupaten Bangka Tengah kembali mempertahankan posisinya sebagai sentra produksi durian terbesar di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Triwulan I 2026. Berdasarkan data yang dirilis oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Babel, produksi durian di kabupaten ini mencapai 174,84 ton, yang merupakan angka tertinggi dibandingkan kabupaten/kota lainnya di wilayah tersebut.
Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Bangka dengan produksi sebesar 71,74 ton, disusul oleh Bangka Barat dengan 45,80 ton, Bangka Selatan dengan 31,65 ton, dan Belitung Timur dengan 23,93 ton. Sementara itu, Kabupaten Belitung dan Kota Pangkalpinang belum melaporkan produksi durian dalam periode tersebut karena data masih dalam proses rekapitulasi.
Secara keseluruhan, produksi durian di Bangka Belitung pada Januari hingga Maret 2026 tercatat mencapai 347,96 ton. Meski angka ini bersifat sementara karena hanya mencakup data Triwulan I, angka tersebut menunjukkan peningkatan dari tahun sebelumnya.
Minat Petani Meningkat, Produksi Durian Naik
Menurut Kepala DPKP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kurniawan, meningkatnya minat masyarakat untuk membudidayakan durian dalam beberapa tahun terakhir ikut mendorong peningkatan produksi. Ia menjelaskan bahwa kini semakin banyak petani yang mengelola kebun durian secara serius, terutama di Bangka Tengah.
"Seiring dengan meningkatnya minat masyarakat, produksi juga ikut meningkat. Di Bangka Tengah kini sudah ada beberapa kebun durian berskala besar, seperti Cumasi dan Super Tembaga, yang mencakup puluhan hektare," ujarnya.
Namun, ia juga menyampaikan bahwa tidak semua wilayah di Bangka Belitung cocok untuk pengembangan durian. Faktor kesesuaian lahan, jenis tanah, serta kondisi iklim menjadi penentu keberhasilan tanaman hingga menghasilkan buah berkualitas.
"Durian tidak bisa ditanam di semua daerah. Ada wilayah yang kondisi tanah maupun cuacanya kurang mendukung. Karena itu, petani lebih memilih membuka kebun di lokasi yang tingkat keberhasilannya lebih tinggi, baik untuk pertumbuhan pohon maupun kualitas buah yang dihasilkan," jelasnya.
Keragaman Varietas Durian di Bangka Belitung
Bangka Belitung memiliki keragaman varietas durian yang menjadi kekuatan daerah, mulai dari durian kampung hingga varietas unggulan seperti Cumasi dan Super Tembaga. Menurut Kurniawan, hampir seluruh durian di wilayah ini memiliki keunikan masing-masing dan digemari masyarakat karena rasa yang kuat dan unik.
"Durian di daerah Babel hampir keseluruhan memiliki keunikan masing-masing, hampir semua durian Babel digemari masyarakat karena rasanya yang kuat dan unik, baik durian lokal maupun durian premium," katanya.
Beberapa sentra yang dikenal menghasilkan durian unggulan antara lain Air Mesu, Mangkol, Toboali, Permis, Kabupaten Bangka hingga Bangka Barat. Di Desa Air Mesu, misalnya, banyak petani yang menanam Cumasi. Rasanya kuat dan khas Bangka. Begitu pula dengan durian kampung di Bangka Barat yang memiliki kualitas tinggi.
Potensi Durian Kampung Masih Besar
Meski memiliki cita rasa yang tidak kalah dengan durian premium, Kurniawan mengatakan sebagian besar pohon durian kampung masih tumbuh secara alami tanpa pemeliharaan optimal. "Di kampung itu durian alam. Perawatannya kurang, tidak diarahkan, pupuk juga jarang. Tapi anehnya, kalau musimnya pas rasanya tetap bagus. Padahal, jika dimaksimalkan, masyarakat bisa memperoleh keuntungan yang jauh lebih besar karena modal yang dikeluarkan sebenarnya tidak terlalu besar," ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa kondisi cuaca menjadi faktor penting yang menentukan kualitas maupun jumlah produksi durian. "Kalau panasnya bagus, duriannya juga bagus. Namun tahun ini cuacanya cukup ekstrem karena hujan terus. Itu yang membuat produksinya naik turun. Namun secara umum saya melihat produksi tahun 2026 ini lebih banyak dibandingkan tahun 2025," tambahnya.
Optimisme untuk Masa Depan Durian Bangka Belitung
Kurniawan optimistis produksi durian Bangka Belitung masih dapat terus meningkat apabila durian kampung mulai dikelola dengan budidaya yang lebih baik. "Jika masyarakat mulai merawat pohonnya dengan baik, diberi pupuk, dibersihkan, dan dikelola lebih serius, saya yakin hasilnya akan jauh lebih tinggi. Potensi durian Bangka ini masih sangat besar," tutupnya.
0 Komentar