
Prediksi Piala Dunia 2026 dari Tokoh Aremania dan Asisten Pelatih
Piala Dunia 2026 sudah memasuki babak 32 besar, setelah 64 tim saling beradu nasib di babak fase grup. Beberapa tim unggulan telah gugur, sementara yang lain berhasil melangkah ke babak selanjutnya. Persaingan di babak 32 besar diprediksi akan sangat ketat, karena tim-tim terbaik dari babak fase grup akan saling berhadapan.
Dalam prediksi mengenai tim yang akan berjaya di babak 32 besar nanti, seorang tokoh Aremania, Sam Nawi CSA (Curva Sud Arema), memberikan pendapatnya. Sebagai seorang suporter sepak bola yang sangat antusias, ia memiliki prediksi tersendiri dalam Piala Dunia 2026 kali ini. Sam Nawi yang sudah mengikuti turnamen sepak bola terbesar dunia sejak era 1990-an menilai peluang terbesar justru berada di tangan negara-negara Amerika Latin, khususnya Argentina dan Brasil.
Menurutnya, sejak lama perebutan gelar juara dunia hampir selalu didominasi dua kawasan besar sepak bola, yakni Eropa dan Amerika Latin. Karena itu, lokasi penyelenggaraan menjadi salah satu faktor yang ia perhitungkan. Sam Nawi menilai negara dari Amerika Latin memiliki keuntungan tersendiri karena Piala Dunia 2026 berlangsung di kawasan Amerika Utara yang secara geografis dan kultur sepak bolanya lebih dekat dengan Amerika Latin dibanding Eropa.
"Sebenarnya saya punya jagoan negara mana yang menjadi favorit saya. Tapi kalau boleh memilih satu, ya Argentina. Kalau dua, Argentina dan Brasil," ujar Sam Nawi kepada Surya belum lama ini.
Selain prediksi dari Sam Nawi, asisten pelatih Madura United, Rakhmat Basuki, juga memberikan pandangannya mengenai laga Brasil vs Jepang di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Ia menjagokan Tim Samba dalam pertandingan tersebut. Menurutnya, laga ini akan berlangsung ketat karena kedua tim memiliki cara bermain yang berbeda.
Brasil identik dengan permainan menyerang yang kreatif, teknik individu yang tinggi, serta penguasaan bola yang baik. Brasil dipimpin oleh Carlo Ancelotti, pelatih syarat pengalaman dengan segudang prestasi. Brasil sedang dalam kepercayaan diri tinggi, karena belum tersentuh kekalahan tiga laga awal fase grup. Dua kali menang, sekali imbang. Belum lagi, stiker mereka Vinicius Junior sedang on fire, tiga laga awal tidak pernah absen mencetak gol, mengemas empat gol dan satu assist dari tiga pertandingan tersebut.
Namun, Rakhmat Basuki yakin Jepang akan memberi perlawanan sengit. Jepang memang tampil baik tiga laga babak penyisihan grup, tidak terkalahkan. Menahan imbang 2-2 Belanda, menang 0-4 dari Tunisia, terakhir imbang 1-1 dari Swedia. Jepang mengandalkan disiplin taktik, kerja sama tim, dan transisi permainan yang cepat. Dengan skema permainan seperti itu, Jepang diprediksi memberi kesulitan berarti bagi Brasil.
Green Force Run 2026 Meriah
Surabaya kembali menjadi pusat perhatian pecinta olahraga lari melalui gelaran Surabaya Green Force Run (GFR) 2026. Ajang tahunan ini tidak hanya menghadirkan kompetisi lari, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan antara klub, komunitas, dan masyarakat luas. Atmosfer meriah sudah terasa sejak pagi hari ketika ribuan peserta memadati kawasan Tugu Pahlawan sebagai titik start utama. Antusiasme tinggi terlihat dari peserta yang datang dari berbagai daerah hingga mancanegara.
Tahun ini, GFR 2026 mencatat partisipasi lebih dari 6.000 pelari yang berasal dari 10 negara, sekaligus menunjukkan semakin kuatnya daya tarik event olahraga tersebut di tingkat internasional. Selain itu, peserta domestik juga datang dari 119 kota di 24 provinsi di Indonesia, dengan lebih dari 50 persen di antaranya berasal dari luar Kota Surabaya.
Kemeriahan tersebut juga dirasakan langsung oleh dua pemain baru Persebaya Surabaya, Yusuf Meilana dan Syahrul Lasinari, yang untuk pertama kalinya ikut serta dalam kegiatan resmi klub sejak diperkenalkan untuk musim 2026/2027. Keduanya mengaku takjub melihat besarnya antusiasme peserta yang turut memeriahkan Surabaya Green Force Run 2026 di Kota Pahlawan.
Bagi mereka, kegiatan ini menjadi pengalaman pertama yang mempertemukan langsung klub dengan suporter dalam suasana non-pertandingan yang penuh kebersamaan. Yusuf Meilana menilai Green Force Run menjadi sarana efektif untuk mempererat hubungan antara klub dan pendukungnya di luar lapangan hijau.
"Kegiatan seperti ini sangat bagus karena bisa menjadi sarana untuk mendekatkan klub dengan suporternya," kata Yusuf Meilana. "Bahkan, saya rasa konsep seperti ini bisa menjadi contoh bagi klub-klub lain. Semoga Green Force Run bisa terus menjadi agenda rutin setiap tahun," tambahnya.
0 Komentar