Coba tantangan baru: Jembatan Kaca Seruni Point Bromo resmi dibuka! Berapa harga tiketnya?

Coba tantangan baru: Jembatan Kaca Seruni Point Bromo resmi dibuka! Berapa harga tiketnya?

Wisata Baru di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kini memiliki magnet wisata baru yang siap menguji adrenalin sekaligus memanjakan mata para wisatawan. Jembatan Kaca Seruni Point yang membentang di kawasan Gunung Bromo Kabupaten Probolinggo, resmi dibuka untuk wisatawan umum sejak Sabtu, 27 Juni 2026. Destinasi ini menawarkan pengalaman unik berjalan di atas ketinggian.

Destinasi anyar sepanjang 130 meter ini diharapkan mampu mendongkrak angka kunjungan pelancong, baik dari dalam negeri maupun mancanegara, sekaligus menjadi ikon baru bagi pariwisata Probolinggo. Tarif masuk atau HTM cukup terjangkau, yakni Rp50.000 per orang.

Standar Keamanan Ketat dan Uji Ekstrem Laboratorium

Sebelum resmi dilepas ke publik, infrastruktur megah yang mulai dikerjakan sejak September 2021 ini telah melalui rangkaian inspeksi total pada Kamis (25/6/2026). Tim gabungan dari Kementerian PUPR, Kementerian Kehutanan, pihak TNBTS, hingga jajaran Pemkab Probolinggo turun langsung menyisir area lantai kaca guna memastikan kelaikan struktur bangunan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Geoteknik, Terowongan, dan Struktur (BGTS) Kementerian PUPR, Agung Wahyudi, menegaskan bahwa seluruh material yang terpasang sudah lolos sertifikasi keamanan tingkat tinggi. Jembatan ini memanfaatkan teknologi laminated glass, sebuah perpaduan kokoh antara tempered glass dengan lapisan khusus bernama SentryGlass Plus (SGP).

"Setiap lembaran panel kaca memiliki dimensi 1,8 meter x 1,5 meter dengan bobot mencapai 180 kilogram. Panel-panel tersebut dipasang berlapis hingga mencapai ketebalan total 25,52 milimeter," urai Agung.

Tak main-main, keandalan material ini telah diuji hingga batas ambang kerusakan maksimal di laboratorium. Lapisan kaca bagian bawah baru menunjukkan keretakan pertama setelah dihantam beban seberat 6,2 ton (6.290 kilogram). Pengujian ekstrem kemudian dilanjutkan hingga lapisan kaca bagian atas ikut pecah pada angka beban 3.980 kilogram.

"Kami juga menerapkan simulasi harian untuk penggunaan normal, seperti dijalani oleh delapan orang dewasa secara bersamaan hingga uji bantalan karet. Hasilnya nihil retak maupun kerusakan struktur," imbuhnya.

Dirancang Bertahan Hingga Setengah Abad

Konstruksi Jembatan Kaca Seruni Point diproyeksikan memiliki usia pakai yang panjang, yakni mencapai 50 tahun. Umur layanan ini tergolong jauh lebih awet dibandingkan dengan jembatan gantung konvensional. Walau begitu, Agung mengingatkan bahwa ketahanan ini sangat bergantung pada kedisiplinan dalam melakukan pemeliharaan rutin.

Beberapa elemen nonstruktural seperti komponen safety walk, jaring-jaring pengaman, sealant penyambung kaca, hingga lapisan cat pelindung korosi memiliki masa kedaluwarsa tersendiri dan wajib diganti secara berkala demi menghindari titik kritis yang bisa membahayakan pengunjung.

Senada dengan hal itu, General Manager The Lawu Group, Achmad Ridho, memastikan bahwa manajemen telah menyusun skema perawatan harian yang ketat. Proses pengawasan dilakukan secara mandiri oleh tim internal yang berpengalaman, termasuk melibatkan dua orang teknisi bentukan BGTS yang mengawal proyek ini sejak masa konstruksi awal.

Menikmati Tiga Gunung Ikonik dalam Satu Frame

Selain menawarkan sensasi menegangkan berjalan di atas ketinggian 83 meter dengan lantai transparan, jembatan ini menjual panorama alam yang tiada duanya. Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Probolinggo, Heri Mulyadi, mengungkapkan bahwa keistimewaan spot ini ada pada sudut pandang (angle) panoramanya.

"Dari titik ini, para pelancong bisa menyaksikan keindahan Gunung Bromo, Gunung Batok, dan kemegahan Gunung Semeru sekaligus dalam satu bidikan kamera," jelas Heri.

Tak hanya gugusan gunung, sejauh mata memandang ke arah selatan, pengunjung juga akan dimanjakan oleh hamparan luas lautan pasir, ceruk lembah, serta perbukitan hijau khas kawasan Tengger. Kombinasi apik antara kemegahan arsitektur, lanskap alam, dan sensasi rekreasi yang unik membuat pihak pemerintah daerah optimistis Jembatan Kaca Seruni Point akan segera menjelma sebagai kiblat wisata unggulan di tingkat internasional.


0 Komentar