
Syariat Khitan dalam Islam: Arti, Hukum, dan Manfaatnya
Khitan atau sunat merupakan salah satu syariat yang dianjurkan dalam agama Islam. Dalam pandangan kebanyakan ulama, khitan wajib bagi laki-laki sebagai bentuk menjaga kebersihan dan kesucian diri. Selain itu, khitan juga menjadi bagian dari ajaran para nabi, khususnya Nabi Ibrahim AS yang menjadi pelopor pelaksanaan khitan atas perintah Allah SWT.
Doa Sebelum Khitan
Sebelum melakukan khitan, umat Islam dianjurkan untuk membaca doa agar proses tersebut berjalan lancar dan diterima oleh Allah SWT. Berikut adalah doa yang dapat dibaca sebelum khitan:
Doa Sebelum Khitan (Sunat):
Allāhumma hādzihī sunnatuka wa sunnatu nabiyyika, shalawātuka 'alaihi wa ālihī, wattibā'un minnā linabiyyika, bimasyī'atika wa irādatika wa qadhā'ika li amrin aradtahū, wa qadhā'in hatamtahū, wa amrin anfadztahū, wa adzaqtahū harral-ḥadīdi fī khitānihi wa ḥijāmatihi bi amrin anta a'rafu bihī minnī.
Artinya: "Ya Allah, ini adalah sunnah-Mu dan sunnah Nabi-Mu. Semoga shalawat tercurah kepada beliau dan keluarganya. Ini adalah bentuk mengikuti Nabi-Mu atas kehendak, ketetapan, dan takdir-Mu terhadap perkara yang Engkau kehendaki dan Engkau tetapkan. Engkau telah merasakan kepadanya panasnya besi pada saat khitan dan hijamah karena suatu hikmah yang lebih Engkau ketahui daripada aku."
Waktu yang Dianjurkan untuk Khitan
Para ulama menjelaskan bahwa waktu pelaksanaan khitan dibedakan menjadi dua, yaitu waktu wajib dan waktu yang dianjurkan (mustahab/sunah). Menurut mazhab Syafi'i, Imam al-Mawardi, waktu wajib khitan adalah ketika seseorang telah balig (dewasa). Pada usia ini, seseorang telah dibebani hukum syariat (taklif) sehingga wajib menjalankan berbagai ibadah.
Sementara itu, waktu yang dianjurkan (mustahab) adalah sebelum balig, bahkan dianjurkan sejak usia dini apabila kondisi anak memungkinkan. Para ulama menyarankan khitan dilakukan sejak usia dini, bahkan pada hari ketujuh setelah kelahiran jika kondisi anak memungkinkan.
Tujuan Khitan Dilakukan Sejak Dini
Salah satu tujuan utama khitan adalah menjaga kesucian (thaharah). Dengan dihilangkannya kulit penutup (kulup), organ reproduksi menjadi lebih mudah dibersihkan sehingga tidak menjadi tempat menumpuknya najis. Kesucian badan, pakaian, dan tempat merupakan syarat sah berbagai ibadah, terutama salat. Dalam Islam, anak mulai diperintahkan melaksanakan salat ketika berusia tujuh tahun.
Oleh karena itu, banyak ulama memandang bahwa semakin dini khitan dilakukan, semakin baik karena membantu anak menjaga kebersihan dan kesuciannya sejak kecil. Selain itu, menyegerakan khitan juga dipandang sebagai bentuk menyegerakan kebaikan yang dianjurkan dalam syariat.
Riwayat Rasulullah SAW Mengkhitan Hasan dan Husain
Anjuran melaksanakan khitan sejak usia dini juga didasarkan pada beberapa riwayat hadis yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW mengkhitan kedua cucunya, Hasan dan Husain, pada hari ketujuh setelah kelahiran mereka. Berikut beberapa riwayat yang menyebutkan hal tersebut:
-
"Dari Jabir, bahwa Rasulullah mengaqiqahi Hasan dan Husayn, serta mengkhitan keduanya pada hari ketujuh (dari kelahiran mereka)."
(H.R. Ath-Thabrâni) -
"Dari 'Aisyah, bahwa Rasulullah mengkhitan Hasan dan Husayn di hari ketujuh sejak kelahiran keduanya."
(H.R. Al-Hakim dan al-Bayhaqi)
Selain itu, ada juga riwayat yang menjelaskan hikmah khitan dilakukan sejak bayi. Meskipun sanad hadis ini dinilai lemah, namun isi pesannya masih relevan.
Hikmah Khitan dalam Islam
Khitan bukan sekadar tradisi, tetapi merupakan salah satu syariat dalam Islam yang mengandung banyak hikmah, baik dari sisi agama, kesehatan, maupun kehidupan sosial. Berikut beberapa hikmah penting dari khitan:
-
Menjaga Kebersihan dan Kesehatan Organ Reproduksi
Khitan membantu menjaga kebersihan organ reproduksi laki-laki dengan mengangkat kulit penutup (kulup) yang berpotensi menjadi tempat menumpuknya kotoran, bakteri, dan kuman. Karena itu, khitan dapat mengurangi risiko infeksi saluran kemih, peradangan pada penis, hingga beberapa penyakit menular seksual. -
Memudahkan Menjaga Kesucian untuk Beribadah
Dalam Islam, kebersihan merupakan bagian dari keimanan. Dengan berkhitan, seorang muslim lebih mudah menjaga kebersihan alat reproduksi sehingga lebih mudah pula menjaga kesucian (thaharah) saat berwudu maupun melaksanakan salat. -
Wujud Ketaatan kepada Allah SWT dan Meneladani Nabi
Khitan merupakan salah satu syariat yang dianjurkan dalam Islam dan termasuk bagian dari fitrah manusia. Melaksanakannya berarti menjalankan perintah Allah SWT sekaligus mengikuti sunnah para nabi, terutama Nabi Ibrahim AS yang dikenal sebagai pelopor pelaksanaan khitan. -
Melatih Kesabaran dan Jiwa Pengorbanan
Bagi anak-anak, proses khitan mungkin terasa tidak nyaman atau menimbulkan rasa sakit. Namun, di balik itu terdapat pelajaran tentang kesabaran, keberanian, dan keikhlasan dalam menjalankan ajaran agama. -
Menjaga Kehormatan dan Kesucian Diri
Khitan mengajarkan pentingnya menjaga kehormatan diri, baik secara fisik maupun spiritual. Selain memudahkan menjaga kebersihan tubuh, khitan juga menjadi simbol penyucian diri dan komitmen seorang muslim untuk menjalani kehidupan yang bersih, terhormat, serta menjauhi perbuatan yang dilarang agama. -
Memperkuat Identitas sebagai Muslim
Di banyak masyarakat Islam, khitan menjadi salah satu simbol identitas keislaman. Prosesi khitan sering disertai doa bersama atau acara syukuran yang mempererat hubungan keluarga, tetangga, dan masyarakat. -
Menunjukkan Keselarasan Syariat Islam dengan Ilmu Pengetahuan
Manfaat khitan yang telah dibuktikan melalui berbagai penelitian kesehatan menunjukkan bahwa ajaran Islam tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga membawa maslahat bagi kehidupan manusia.
0 Komentar