
Kabar Duka Menghiasi Perjalanan Timnas Belanda di Piala Dunia 2026
Di tengah langkah meyakinkan Timnas Belanda menuju fase gugur Piala Dunia 2026, kabar duka datang dari salah satu bintang De Oranje, Cody Gakpo. Penyerang andalan Belanda itu tengah menghadapi ujian pribadi setelah dirinya dan sang pasangan, Noa van der Bij, mengumumkan kehilangan calon buah hati mereka.
Melalui unggahan emosional di media sosial, Noa mengungkapkan bahwa bayi laki-laki mereka yang telah diberi nama Elijah Raphael Gakpo meninggal dunia saat masih berada dalam kandungan. “Dengan hati yang hancur, kami membagikan kabar bahwa bayi laki-laki kami telah meninggal selama kehamilan. Selamanya dicintai. Selamanya putra kami.”
Kabar tersebut memantik simpati luas dari penggemar sepak bola dunia. Dukungan dan doa mengalir kepada Gakpo agar tetap diberi kekuatan menjalani turnamen sekaligus menghadapi masa berduka bersama keluarga.
Dukungan dari Oranje Bali
Di saat yang sama, Timnas Belanda tetap melanjutkan perjuangannya di Piala Dunia 2026 dengan status juara Grup F setelah menundukkan Tunisia 3-1 pada laga terakhir fase grup. Keberhasilan tersebut turut disambut antusias oleh komunitas pendukung De Oranje di Bali.
Komunitas Oranje Bali memastikan dukungan mereka tidak akan surut meski Belanda kini memasuki jalur fase gugur yang dipenuhi tim-tim kuat. “Oranje tidak gentar,” tegas Pengurus Oranje Bali, Krisnha Wirawan kepada Tribun Bali, Senin 29 Juni 2026.
Menurut Krisnha, jalan menuju trofi memang menuntut Belanda melewati lawan-lawan berat. “Untuk mencapai puncak memang harus melewati lawan-lawan berat dalam bagan sama di mana ada Spanyol, Portugal, Jerman, Prancis, Kroasia, dan Belgia,” sambungnya.
Meski tantangan besar sudah menanti, keberhasilan Belanda memuncaki grup membuat rasa percaya diri para pendukung tetap tinggi. Krisnha menilai performa lini tengah menjadi faktor pembeda pada laga terakhir. “Jalannya nobar kemarin seru meski teman-teman banyak yang berhalangan karena bertepatan dengan Hari Raya Kuningan dan Denpasar diguyur hujan pagi itu.”
Ia secara khusus menyoroti peran dua gelandang utama Belanda. “Nyong Ambon Tijjani (Reijnders) dan Frenkie (de Jong) yang menguasai lapangan tengah. Mereka memberikan umpan-umpan manis yang diselesaikan Brobbey dan Van Hecke,” jelas Krisnha.
Meski menang dan lolos sebagai juara grup, suasana di lokasi nobar disebut berlangsung sederhana. “Mungkin karena sudah diprediksi dari awal Oranje akan finish sebagai pemuncak, tidak ada selebrasi awal. Teman-teman ada yang segera berangkat kerja, yang ambil cuti mereka pulang ke rumah masing-masing,” katanya.
Persiapan untuk Babak 32 Besar
Kini fokus sepenuhnya diarahkan ke liga babak 32 besar menghadapi Maroko pada Selasa, 30 Juni 2026 pukul 09.00 WITA. Koordinator Lapangan Oranje Bali, Rio Levy Bintoro, menilai pertandingan tersebut tidak bisa dianggap enteng. “Saat ini dapat dibilang Maroko dalam kondisi terbaiknya. Mereka dari dulu dapat menjadi ancaman bagi tim manapun.”
“Maka Belanda harus hati-hati dalam menghadapi Maroko, tapi kami positif Belanda akan dapat mengalahkan Maroko,” imbuhnya. Menurut Rio, sektor pertahanan masih menjadi pekerjaan rumah terbesar bagi Ronald Koeman jika ingin melangkah lebih jauh. “Jerman dan Prancis adalah kandidat juara, pertahanan harus lebih solid. Mungkin Ronald Koeman dapat merotasi pertahanan.”
“Kami sangat berharap barisan pertahanan dapat mengantisipasi dengan bantuan lini tengah yang agak turun, lalu jika ada kesempatan, serangan balik dengan cepat,” ujarnya.
Agenda Nonton Bareng dan Dukungan Internasional
Sebagai bentuk dukungan tambahan, Oranje Bali juga menyiapkan agenda nonton bareng lanjutan di Berrys Beer House, Denpasar, Bali. Menariknya, komunitas ini turut merangkul jaringan internasional dengan mengundang warga negara Belanda dan ekspatriat. “Kami sudah menghubungi relasi kami yang berada di Kedutaan Belanda. Tentu saja kami mengundang mereka untuk bergabung dan mereka antusias. Mereka membantu kami menyebarkan informasi lokasi nobar kami,” ungkap Rio.
Meski beberapa kejutan untuk acara nobar masih dirahasiakan, semangat komunitas tetap sama: mengantar Belanda menuju sejarah. “Kejutan tersebut tergantung dari animo fans Oranje pada saat nobar-nobar berikutnya. Jadi kami sudah menyiapkan beberapa kejutan, apa itu, tunggu saja. Saat ini kami fokus agar Belanda dapat terus melaju,” ucap Rio.
Di tengah kabar duka yang menyelimuti Cody Gakpo, dukungan kepada skuad Belanda justru semakin menguat. “Apapun bisa terjadi, namun tetap kami akan menggaungkan tagar Belanda Juara karena kami selalu yakin kami akan mendapatkan piala dunia pertama kami.”
“Apapun hasilnya, Oranje akan terus berkibar di setiap para fansnya!” pungkas Rio.
0 Komentar