
Penolakan Kedatangan Agam Rinjani dan Panji Petualang ke Gunung Rinjani
Forum Wisata Lingkar Rinjani, yang merupakan kelompok masyarakat setempat di sekitar kawasan Gunung Rinjani, memberikan penolakan terhadap rencana kedatangan Agam Rinjani dan Youtuber Panji Petualang. Penolakan ini dilakukan karena adanya beberapa isu yang masih menjadi perdebatan dan belum terselesaikan.
Agam Rinjani dan Panji Petualang awalnya merencanakan untuk datang ke Gunung Rinjani dalam rangka pembuatan konten video. Rencana tersebut bertujuan untuk memperingati satu tahun proses penyelamatan pendaki asal Brasil, Juliana Marins. Namun, pihak Forum Wisata Lingkar Rinjani menilai bahwa aktivitas tersebut tidak tepat dilakukan saat ini.
Menurut Ketua Forum Wisata Lingkar Rinjani, Royal Sembalun, agenda tersebut berpotensi membuka kembali masalah lama yang masih menjadi perhatian masyarakat sekitar. Ia menyampaikan bahwa penolakan ini disebabkan oleh beberapa persoalan yang belum diselesaikan oleh Agam Rinjani, khususnya terkait transparansi pengelolaan dana donasi yang dikumpulkan selama proses evakuasi Juliana Marins.
"Kami sangat keberatan dengan rencana kedatangannya yang ingin membuat video di Rinjani dengan dalih memperingati satu tahun penyelamatan Juliana. Kami juga tidak terima jika kata 'Pawang Rinjani' disematkan kepada yang bersangkutan," ujar Royal, seperti dikutip dari sumber berita.
Royal juga mengungkap adanya sejumlah komitmen dan janji terkait penggunaan dana donasi tersebut yang hingga kini belum direalisasikan. Ia menegaskan bahwa jangan sampai kedatangan Agam ke Rinjani justru menjadi ajang pencitraan di tengah masalah yang belum tuntas.
Untuk itu, Forum Wisata Lingkar Rinjani mendesak Agam Rinjani agar segera menunjukkan itikad baik dan menuntaskan segala persoalan dengan masyarakat serta relawan sebelum kembali melakukan aktivitas di Gunung Rinjani. "Kami kecewa dan prihatin atas sikap Agam yang sampai saat ini masih belum menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Jangan jadikan Rinjani sebagai panggung untuk mengalihkan isu," tegas Royal.
Selain itu, Royal juga menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat dan pelaku wisata sekitar Lombok untuk bersama-sama menjaga kearifan lokal serta tidak memberi ruang bagi kegiatan yang memicu kontroversi. "Saya mengajak semua masyarakat pegiat wisata agar menilak Agam ke sini," katanya.
Tanggapan dari Panji Petualang
Menanggapi adanya penolakan tersebut, Panji Petualang langsung menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Permintaan maaf ini ditujukan kepada masyarakat Lombok, khususnya masyarakat suku Sasak, para relawan, porter, serta seluruh pihak di kawasan Gunung Rinjani yang merasa tersinggung atas unggahannya beberapa waktu lalu.
Permohonan maaf itu disampaikan oleh Panji melalui video klarifikasi di akun Instagram pribadinya. Dalam video tersebut, Panji menjelaskan bahwa rencana kolaborasi pembuatan konten bersama Agam Rinjani bermula dari pertemuan tak sengaja saat mereka berada di Jakarta. Namun setelah adanya penolakan dari warga lokal terkait rencananya, Panji memilih untuk mundur dan menghormati aspirasi masyarakat Lombok.
Tak hanya itu, Panji juga mengakui kekeliruannya terkait penggunaan istilah "Pawang Gunung Rinjani" dalam unggahan media sosialnya sebelum adanya penolakan. Menurut Panji, saat itu dirinya tidak mengetahui latar belakang konflik internal yang sedang terjadi. Ia memastikan tidak ada niat sedikit pun untuk menyinggung pihak manapun.
Melalui klarifikasinya, Panji berharap hubungan baiknya dengan masyarakat dan pecinta alam di Rinjani tetap terjaga, serta membuka peluang untuk berkunjung kembali dalam situasi yang lebih kondusif di masa depan.
Perkembangan Terbaru Agam Rinjani
Sementara itu, pada akun Instagramnya, Agam Rinjani tampak belum buka suara soal penolakan tersebut. Agam justru memposting beberapa kegiatannya selama tahun 2025-2026 di berbagai daerah baik di dalam dan luar negeri. Mulai dari Sembalun, ke Jakarta, lalu ke Sembalun lagi dan ke Jakarta Lagi. Sempat pulang ke Sembalun lagi, lalu ke Surabaya, Belanda, Brasil, Bandung, Bogor, Aceh, Makassar, Medan, Pekanbaru, Makassar, hingga Toraja.
Agam pun berharap dirinya bisa segera kembali lagi ke Sembalun.
"Sembalun - Jakarta - sembalun - Jakarta - Makassar-Bandung - sembalun-jakarta-surabaya-jakarta-belanda-brasil-jakarta-bandung- bogor - Aceh- jakarta - Makassar - Aceh -Medan -pekan baru - Payakumbuh - jakarta- makassar- toraja- makassar- jakarta
Doakan segera kesembalun ya!
Terimakasih atas dukungan nya selama ini, semoga kedepan kegiatan-kegiatan bisa bermanfaat bagi orang -orang di sekitar kita, Aamiin," tulis Agam.
0 Komentar