
Peringatan Hari Berkabung Daerah Kalimantan Barat Tahun 2026
Pada tanggal 28 Juni setiap tahunnya, masyarakat Kalimantan Barat memperingati Hari Berkabung Daerah sebagai bentuk penghormatan kepada para korban Tragedi Mandor Berdarah. Pada tahun 2026, peringatan ini kembali digelar dengan tema "Tidak Cukup Sekadar Anda Kenal, Tapi Ku Harap Anda Teruskan Semangat Juangmu untuk Memerangi Segala Bentuk Penjajahan". Upacara peringatan dilaksanakan di Kompleks Makam Juang Mandor, Dusun Mandor, Desa Mandor, Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak.
Upacara dipimpin oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harrison, yang mewakili Gubernur Kalbar. Acara tersebut turut dihadiri oleh berbagai unsur Forkopimda, instansi vertikal, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh adat, tokoh masyarakat, aparatur sipil negara (ASN), serta jajaran Pemerintah Kabupaten Landak.
Harrison menyampaikan bahwa Hari Berkabung Daerah adalah pengingat akan pengorbanan para pejuang Kalimantan Barat yang gugur demi bangsa dan negara. Ia menjelaskan bahwa pada masa pendudukan Jepang sekitar tahun 1942, banyak tokoh dan pejuang kemerdekaan di Kalimantan Barat dikumpulkan oleh tentara Jepang, lalu dibunuh dan dimakamkan di kawasan Mandor ini.
"Setiap tanggal 28 Juni kita memperingati Hari Berkabung Daerah. Karena itu kita selalu mengenang pengorbanan para tokoh bangsa tersebut," ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat, terutama generasi muda, agar tidak melupakan sejarah perjuangan para pahlawan. "Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Mari mengenang perjuangan para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia. Pemuda harus terus memiliki semangat membangun bangsa dan negara," katanya.
Pengembangan Kawasan Makam Juang Mandor
Selain menjadi tempat mengenang sejarah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat juga berkomitmen mengembangkan kawasan Makam Juang Mandor sebagai destinasi wisata sejarah dan edukasi. Harrison menjelaskan bahwa pihaknya akan terus mengupayakan agar tempat ini menjadi salah satu tujuan wisata perjuangan.
"Fasilitas akan diperbaiki dan direhabilitasi sehingga layak menjadi pusat edukasi sejarah bagi masyarakat, khususnya generasi muda dan pelajar di Kalimantan Barat," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Landak, Erani ST MT menilai bahwa peringatan Hari Berkabung Daerah bukan sekadar agenda seremonial tahunan, tetapi menjadi sarana membangkitkan kesadaran sejarah sekaligus bentuk penghormatan kepada para pahlawan.
"Pertama kita patut bersyukur kegiatan ini terus dilaksanakan setiap tahun. Paling tidak, ini mengingatkan kita bagaimana para pendahulu berjuang sehingga hari ini kita bisa menikmati hasil perjuangan mereka," katanya.
Erani berharap kawasan Makam Juang Mandor terus mendapat perhatian melalui renovasi dan penataan berkelanjutan agar semakin representatif sebagai lokasi ziarah sejarah. "Harapan kita setiap tahun ada pembenahan sehingga tempat ini semakin baik, tidak kumuh, dan menjadi tujuan ziarah bagi keluarga korban maupun generasi muda," jelasnya.
Menurut Erani, semangat perjuangan para korban Tragedi Mandor Berdarah harus diwujudkan melalui karya nyata, pelayanan, dan pengabdian kepada masyarakat. "Perjuangan mereka tidak hanya dikenang, tetapi harus dihargai melalui prestasi, karya, pelayanan, dan pengabdian kepada masyarakat. Mereka rela mempertaruhkan nyawa untuk bangsa. Kita yang menikmati hasil perjuangan mereka tentu harus mampu memberikan kontribusi yang lebih baik bagi masyarakat, bangsa, dan negara," pungkasnya.
Pentingnya Nilai-Nilai Perjuangan
Peringatan Hari Berkabung Daerah Kalimantan Barat menjadi pengingat agar nilai-nilai perjuangan, persatuan, nasionalisme, dan cinta tanah air terus diwariskan kepada generasi penerus sebagai fondasi membangun bangsa di masa depan.
0 Komentar