Kebakaran Gudang Produksi Meubel di Ponorogo
Kebakaran hebat melanda gudang produksi meubel kayu Putra Mandiri di Jalan Kawung Gang II, Kelurahan Mangunsuman, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, pada Minggu (28/6/2026) sore. Setelah berjibaku selama sekitar tiga jam, petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Ponorogo akhirnya berhasil memadamkan api yang melahap isi gudang tersebut.
Kabid Damkar dan Penyelamatan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Ponorogo, Bambang Supeno menjelaskan bahwa laporan kebakaran masuk pukul 12.59 WIB. Petugas Damkar tiba di lokasi dan mulai melakukan pemadaman pada pukul 13.09 WIB, namun api baru dapat dipadamkan pada pukul 16.08 WIB.
Menurut Bambang, penyebab kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik. Hal ini dibenarkan oleh pihak Polres Ponorogo. Pasca dilakukan pemadaman, korps bhayangkara melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Gudang Produksi Meubel milik Heri Budianto.
“Iya memang dugaan kebakaran diduga dipicu korsleting listrik,” kata Paur Humas Polres Ponorogo, Iptu Yayun Sriwiningrum saat dikonfirmasi.
Kebakaran siang bolong itu menghanguskan isi di dalam gudang, seperti gergaji mesin, diesel, dan meubel yang setengah jadi maupun sudah jadi. Kerugian ditaksir mencapai Rp500 juta.
Petugas pemadam kebakaran masih berjibaku melakukan pemadaman di tengah keterbatasan pasokan air. Material yang berada di lokasi ini terbakar semuanya, termasuk pohon dan daun kering. Musim kemarau serta angin berhembus kencang memperparah amukan si jago merah. Damkar mengalami kesulitan, anginnya kencang. Juga ada kendala, yaitu suplai air. Damkar juga minta bantuan PDAM untuk suplai air.
Antusiasme Masyarakat di Lamongan Tempo Doeloe 2026
Gelaran Lamongan Tempo Doeloe (LTD) 2026 resmi berakhir setelah berlangsung selama empat hari di kawasan Lapangan Gajah Mada Lamongan, Jawa Timur. Tingginya antusiasme masyarakat membuat Pemerintah Kabupaten Lamongan memastikan event tahunan tersebut akan kembali digelar pada tahun depan.
Penutupan LTD 2026 dilakukan langsung oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Sabtu (27/6/2026) malam. Mengusung tema perjuangan, kegiatan ini sukses menarik ribuan pengunjung sejak dibuka pada Rabu (24/6/2026).
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi atau yang akrab disapa Pak Yes mengatakan, kemeriahan LTD 2026 terlihat dari tingginya mobilitas masyarakat yang memadati lokasi acara hingga menyebabkan arus lalu lintas di sekitar kawasan Gajah Mada meningkat.
Menurutnya, hal itu menjadi bukti bahwa Lamongan Tempo Doeloe telah menjadi salah satu agenda yang dinantikan masyarakat.
“Kita tadi menyaksikan, mulai sore tadi Lamongan macet. Semuanya menuju Lapangan Gajah Mada untuk menyaksikan Lamongan Tempo Doeloe Perjuangan yang hari ini akan ditutup,” ujar Kaji Yes.
Ini membuktikan bahwa antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini sungguh luar biasa. “Untuk itu, tiada kata lain, kegiatan Lamongan Tempo Doeloe akan kita lanjutkan untuk tahun-tahun berikutnya,” lanjutnya.
Ia menilai, LTD bukan hanya sekadar menghadirkan suasana nostalgia masa lalu, tetapi juga menjadi wadah pelayanan publik, promosi produk unggulan daerah, pasar rakyat, hingga ruang kreativitas bagi berbagai elemen masyarakat.
Puncak Peringatan DASS 100 Tahun Gontor
Puncak peringatan satu abad Pondok Modern Darussalam Gontor berlangsung meriah melalui pagelaran Darussalam All Star Show (DASS) yang menyedot perhatian ribuan masyarakat. Lapangan sepak bola Pondok Modern Darussalam Gontor di Desa Gontor, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Jatim, Sabtu (27/6/2026) malam, berubah menjadi panggung kolosal yang memadukan seni, budaya, dan nilai-nilai pendidikan karakter.
Lebih dari 1.200 santri dan guru dari Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 1 dan Kampus 2 tampil dalam satu pertunjukan spektakuler. Seluruh rangkaian acara, mulai dari konsep, latihan, pembuatan properti hingga penyediaan sarana pendukung, dikerjakan secara mandiri oleh warga pondok tanpa mengandalkan sponsor maupun tenaga profesional dari luar.
Kemegahan pertunjukan tak hanya terlihat dari tata panggung dan koreografi yang megah, tetapi juga dari semangat kebersamaan yang diperlihatkan para santri dan guru. DASS menjadi simbol perjalanan panjang Gontor selama satu abad dalam mendidik generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter, kreativitas, kepemimpinan, serta jiwa pengabdian.
Ribuan penonton memberikan tepuk tangan meriah sepanjang pertunjukan berlangsung. Berbagai penampilan seni yang disuguhkan berhasil memikat perhatian masyarakat, sekaligus memperlihatkan hasil proses pendidikan yang selama ini diterapkan di lingkungan Pondok Modern Darussalam Gontor.
Bagi Gontor, DASS bukan sekadar panggung hiburan. Pagelaran yang hanya digelar setiap satu dekade ini menjadi ruang ekspresi sekaligus media pendidikan, di mana setiap proses persiapannya diyakini sebagai bagian dari pembentukan karakter, kedisiplinan, keikhlasan, dan tanggung jawab para santri maupun guru.
0 Komentar