Jokowi Berkunjung ke Ponpes Lampung Tengah: Masih Seperti Dulu, Orang Kampung

Kunjungan Jokowi ke Ponpes Nurul Qodiri: Kembali ke Akar dan Mempererat Tali Silaturahmi

Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), melakukan safari silaturahmi ke Pondok Pesantren Nurul Qodiri di Kabupaten Lampung Tengah. Kunjungan ini dilakukan pada Minggu (28/6/2026) dan disambut hangat oleh pimpinan ponpes, K.H. Imam Suhadi, serta ribuan santri dan tokoh masyarakat setempat.

Di hadapan para jamaah, Jokowi memperlihatkan sisi humorisnya dengan mengutip lirik lagu lawas yang populer di era 1980-an. Ia ingin menegaskan bahwa dirinya tetap membumi dan seperti orang desa dulu kala. Pernyataan ini disampaikan dalam respons terhadap selorohan dari perwakilan tokoh pesantren yang menyebut penampilannya tidak banyak berubah meski sudah purnatugas dari kursi istana.

Momen yang hangat ini tercipta saat mantan presiden tersebut menggelar safari silaturahmi ke Pondok Pesantren Nurul Qodiri yang berlokasi di Kampung Lempuyang Bandar, Kecamatan Way Pengubuan, Kabupaten Lampung Tengah. Kedatangan rombongan Jokowi langsung disambut gegap gempita oleh tabuhan rebana, lambaian tangan ribuan santri, serta pelukan hangat dari pendiri sekaligus pimpinan ponpes, K.H. Imam Suhadi, beserta jajaran tokoh kiai dan pemuka adat setempat.

"Seperti tadi disampaikan oleh Pak Gus Tomi... aku masih seperti yang dulu. Masih orang kampung, masih orang desa," ujar Jokowi disambut tawa dan tepuk tangan riuh para jamaah.

Rahasia Rumah Solo yang Selalu Dikepung Bus Warga Lampung

Dalam pidato kekeluargaan tersebut, Jokowi juga membeberkan sebuah rahasia mengenai kedekatan emosionalnya yang sangat intim dengan masyarakat Bumi Ruwa Jurai. Ia bercerita, pasca-tidak lagi menjabat sebagai presiden, kediaman pribadinya yang terletak di Kampung Sumber, Solo, Jawa Tengah, justru tidak pernah sepi dan hampir setiap minggu selalu digeruduk oleh rombongan warga yang datang jauh-jauh menyeberangi Selat Sunda dari Provinsi Lampung.

Tingginya animo warga Lampung yang rela mencarter bus demi bisa menemuinya di Solo itulah yang mengetuk hati Jokowi untuk melakukan kunjungan balasan secara maraton ke Lampung pekan ini, guna memenuhi undangan resmi dari K.H. Imam Suhadi.

"Karena setiap minggu yang hadir ke rumah saya di Kampung Sumber itu, yang dari Lampung banyak sekali. Banyak yang menyampaikan, 'Pak, ini yang mau ikut banyak, Pak, tapi bisnya enggak muat.' Sehingga (sekarang) saya datang ke sini karena ada undangan dari beliau, Pak Kiai," tambah ayahanda Kaesang Pangarep tersebut.

Permohonan Maaf kepada Kabupaten Lain

Jokowi menegaskan, momentum turun gunungnya ke Lampung Tengah ini ia manfaatkan sebagai wadah melepas rindu sekaligus mempererat tali silaturahmi dengan seluruh keluarga besar masyarakat Lampung secara makro. Terutama bagi daerah-daerah yang secara geografis belum sempat ia injak langsung dalam kunjungan kerja kali ini.

Di sela-sela apresiasinya terhadap warga Lampung Tengah, pria asal Solo ini juga menyelipkan permohonan maaf yang mendalam apabila terdapat kekurangan protokoler atau keterbatasan waktu yang membuat agendanya di Lampung terasa sangat singkat.

"Sekaligus silaturahmi dengan masyarakat Lampung, seluruh keluarga Lampung. Baik yang ada di Lampung Tengah, yang ada di Mesuji, yang ada di Pesawaran, yang ada di Tulang Bawang, dan kabupaten yang lain yang belum bisa saya kunjungi karena keterbatasan waktu yang ada," urai Jokowi bersahaja.

Diskusi Khidmat dengan Tokoh Pesantren

Usai memberikan wejangan singkat, agenda dilanjutkan dengan sesi ramah tamah dan diskusi khidmat secara tertutup antara Joko Widodo, K.H. Imam Suhadi, serta barisan kiai sepuh guna membahas kemaslahatan umat dan perkembangan pendidikan kepesantrenan di daerah.