Kasus Pesparawi Kepri: Bos Travel Akui Serahkan Rp700 Juta ke Staf DPRD

Kasus Pesparawi Kepri: Bos Travel Akui Serahkan Rp700 Juta ke Staf DPRD

Klarifikasi Direktur Utama Rizki Evanti Bersahaja Tour and Travel Terkait Gagalnya Keberangkatan Tim Pesparawi Kepri ke Manokwari

Direktur Utama Rizki Evanti Bersahaja Tour and Travel, Vivi Evanti Hasibuan, memberikan klarifikasi terkait kegagalan keberangkatan tim Pesparawi Kepri ke Manokwari. Insiden ini menimpa Tim Paduan Suara Wanita (PSW) Pesparawi asal Kepri yang berjumlah 27 orang. Mereka tertahan di Bandara Soekarno-Hatta setelah berangkat dari Batam dan akhirnya gagal tampil di ajang Pesparawi Nasional 2026 di Manokwari, Papua Barat.

Vivi mengakui kesalahan fatal dalam proses pengelolaan dana tiket sebesar Rp700 juta yang diserahkan kepada oknum staf Sekretariat DPRD Kepri berinisial H. Kesalahan ini menyebabkan tiket pesawat tidak terbit karena pembayaran ke maskapai belum diselesaikan.

Proses Pengadaan Tiket yang Tidak Sesuai Harapan

Dalam konferensi pers bersama Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kepri di Kantor PGI Kota Batam, Vivi menjelaskan bahwa dana pembayaran tiket yang diterimanya berasal dari perantara oknum tersebut. Ia mengaku awalnya tidak memahami apa itu Pesparawi dan hanya bersedia mengerjakan proyek ini karena mengenal Pak Jumaga Nadeak.

Selama dua periode Jumaga Nadeak menjadi Ketua DPRD Kepri, usaha travel Vivi menjadi rekanan perjalanan dinas di lingkungan Sekretariat DPRD Kepri. Kedekatan ini membuatnya percaya ketika ditawari oleh H untuk menangani keberangkatan kontingen Pesparawi Kepri.

Vivi juga mengungkapkan bahwa ia telah mengingatkan agar pembayaran dilakukan lebih awal karena harga tiket pesawat terus meningkat. Ia menyatakan bahwa pihaknya dijanjikan pembayaran akan dilakukan pada Mei 2026, sebelum keberangkatan seluruh kewajiban akan diselesaikan.

Kesalahan Fatal dan Penyerahan Dana

Pada 7 Mei 2026, Vivi menerima pembayaran senilai sekitar Rp1,016 miliar ke rekening perusahaan sebagai pembayaran pengadaan tiket pesawat. Setelah dana diterima, Vivi langsung melakukan pemesanan tiket untuk seluruh peserta dan ofisial sesuai jadwal keberangkatan yang telah disepakati.

Namun, Vivi mengakui kesalahan fatal dengan menyerahkan sebagian besar dana yang diterimanya kepada oknum H. Dalam surat perjanjian yang dibuatnya pada 11 Mei 2026, ia menyerahkan uang sebesar Rp700 juta sebagai pembayaran tahap pertama kepada beliau. Surat perjanjian tersebut memiliki tanda tangan dan dokumentasi lengkap.

Meski demikian, hingga menjelang keberangkatan, pembayaran tiket kepada maskapai tidak kunjung diselesaikan, sehingga sejumlah tiket peserta tidak dapat diterbitkan dan keberangkatan kontingen pun gagal.

Penegasan Tidak Terlibatnya LPPD Kepri

Vivi menegaskan bahwa persoalan ini sama sekali tidak melibatkan LPPD Kepri maupun panitia Pesparawi. Ia menegaskan bahwa LPPD tidak mengetahui dan tidak tahu sama sekali mengenai persoalan ini. Yang mengetahui hanya dirinya sendiri. Ia siap bertanggung jawab dan mengembalikan seluruh kerugian yang timbul akibat kelalaian dan pihak travel.

Ia juga meminta agar pemberitaan tidak terus menyudutkan LPPD Kepri maupun Ketua LPPD Kepri, Jumaga Nadeak. Menurutnya, panitia hanya menerima tiket yang sudah ia serahkan. Mereka tidak tahu proses di belakangnya. Yang salah dan teledor adalah dirinya sebagai pihak travel.

Bantah Telantarkan Tim Pesparawi Kepri di Bandara

Vivi juga mengklaim bahwa PSW yang sempat berangkat ke Jakarta tidak ditelantarkan. Ia sudah berusaha mencari tiket pesawat ke Manokwari, tetapi karena penerbangan tidak ada yang kosong saat itu, membuatnya harus beberapa kali membatalkan pembayaran tiket.

Ia mengklaim bahwa untuk keberangkatan tim ke Jakarta dan kembali pulang ke Tanjungpinang, semua tiket PSW disiapkan pihaknya. Pihaknya juga menyiapkan penginapan serta transportasi bagi peserta.

"Jadi kalau dibilang ditelantarkan hal itu tidak benar. Karena mulai dari Batam sampai Jakarta, bahkan sampai kembali ke Tanjungpinang, saya fasilitasi," kata Vivi.

Adapun alasan pihaknya tidak jadi memberangkatkan peserta ke Manokwari setelah diketahui tiket bermasalah, hal ini karena permintaan pihak LPPD Kepri. Karena waktu pelaksanaan atau waktu tanding sudah tidak terkejar lagi jika mereka tetap diberangkatkan ke Manokwari.

"Peserta PSW juga meminta agar mereka dipulangkan ke Tanjungpinang. Saya juga membeli tiket mereka sampai ke Tanjungpinang," katanya.


0 Komentar