Kisah menyentuh petugas haji Indonesia menggendong jemaah lansia naik lantai 10 saat lift rusak

Kisah menyentuh petugas haji Indonesia menggendong jemaah lansia naik lantai 10 saat lift rusak

Pengalaman Berkesan Seorang Petugas Haji di Madinah

Muhammad Irbabunnuha, Ketua Tim 4 sekaligus Pelaksana Seksi Akomodasi Sektor 5 Daerah Kerja (Daker) Madinah, mengaku memiliki momen paling berkesan selama bertugas sebagai Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Indonesia. Momen tersebut terjadi saat menyambut kedatangan kloter pertama dari Embarkasi Ujung Pandang (UPG).

Di saat itu, salah satu hotel tempat jemaah menginap mengalami gangguan pada sistem lift. Pada waktu yang bersamaan, seorang jemaah lanjut usia yang baru saja selesai mendapatkan perawatan medis harus menuju kamar di lantai 10. Lift sedang tidak berfungsi, sehingga membuat jemaah tersebut dalam kondisi kelelahan dan membutuhkan istirahat segera.

Tanpa ragu, Irbab bersama rekan petugas lainnya memutuskan untuk menggendong jemaah tersebut melalui tangga hingga mencapai kamar. Proses ini dilakukan secara bergantian agar jemaah dapat tiba dengan aman.

"Alhamdulillah kami bisa mengantarkan beliau sampai ke kamar dalam keadaan aman. Itu menjadi pengalaman yang paling membekas bagi saya selama menjadi petugas haji," ujarnya.

Irbab mengatakan bahwa menjadi bagian dari PPIH angkatan pertama di bawah Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia merupakan pengalaman yang penuh tantangan sekaligus kebanggaan. Setiap hari, petugas menghadapi karakter jemaah yang berbeda-beda, mulai dari jemaah lansia, penyandang disabilitas, hingga mereka yang membutuhkan pendampingan khusus.

"Karakter jemaah sangat beragam. Itu menjadi tantangan tersendiri, tetapi tidak pernah mengurangi semangat kami untuk memberikan pelayanan terbaik," katanya.

Tidak hanya bertugas di Madinah, Irbab dan timnya juga diberi amanah untuk memberikan pelayanan kepada jemaah saat puncak ibadah haji di Mina. Di lokasi tersebut, tantangan yang dihadapi berbeda dengan pelayanan di hotel. Salah satunya adalah keterbatasan ruang di dalam tenda serta jumlah toilet yang tidak sebanding dengan banyaknya jemaah.

Ia mencontohkan, di Markaz 80 terdapat sekitar 3.663 jemaah yang hanya dilayani sekitar 40 toilet. Hal ini menyebabkan antrean panjang dan menjadi tantangan dalam hal kenyamanan. Untuk mengatasi hal ini, petugas terus memberikan pemahaman kepada jemaah agar tetap sabar dan menjaga kebersihan lingkungan.

Petugas juga aktif mengingatkan jemaah agar tidak buang air kecil sembarangan karena dapat mengganggu kebersihan sekaligus kesucian area tenda.

Meski menghadapi berbagai tantangan, Irbab menilai seluruh proses pelayanan dapat berjalan baik berkat komunikasi yang terjalin antara petugas, ketua kloter, dan ketua rombongan. "Alhamdulillah berbagai persoalan bisa diselesaikan melalui komunikasi yang baik. Bagi kami, yang terpenting adalah memastikan jemaah tetap merasa aman, nyaman, dan dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk," tuturnya.

Baginya, pengalaman menjadi petugas haji tahun ini bukan sekadar menjalankan tugas negara, melainkan menjadi ladang pengabdian kepada tamu-tamu Allah. "Ini adalah pengalaman pertama saya menjadi petugas haji. Semoga apa yang kami lakukan menjadi amal ibadah dan bisa terus kami tingkatkan pada penyelenggaraan haji di masa mendatang," katanya.

Tantangan dalam Pelayanan Haji

Selama bertugas, Irbab menghadapi beberapa tantangan utama dalam pelayanan haji. Berikut beberapa di antaranya:

  • Perbedaan karakter jemaah
    Jemaah memiliki latar belakang dan kebutuhan yang berbeda-beda. Mulai dari lansia, disabilitas, hingga jemaah yang membutuhkan pendampingan khusus. Hal ini membutuhkan adaptasi dan kesabaran dari petugas.

  • Keterbatasan fasilitas di Mina
    Di lokasi puncak ibadah haji, seperti Mina, terdapat keterbatasan ruang dan fasilitas. Misalnya, jumlah toilet tidak sebanding dengan jumlah jemaah, menyebabkan antrean panjang.

  • Kondisi lingkungan yang rumit
    Di area tenda, petugas harus terus mengingatkan jemaah untuk menjaga kebersihan dan tidak melakukan tindakan yang mengganggu kesucian area.

  • Komunikasi yang efektif
    Komunikasi antara petugas, ketua kloter, dan ketua rombongan sangat penting untuk menyelesaikan masalah secara cepat dan efisien.

Kesimpulan

Pengalaman Irbab sebagai petugas haji menunjukkan betapa pentingnya dedikasi dan komitmen dalam melayani jemaah. Meskipun menghadapi berbagai tantangan, ia tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dan menjaga kenyamanan serta keamanan jemaah selama menjalankan ibadah haji.

0 Komentar