Pembatalan Acara Konsolidasi Nasional Konferensi Republik di UI

Konsolidasi Nasional Konferensi Republik yang bertajuk “Jalan Menata Kembali Republik” sedianya akan digelar di Kampus Universitas Indonesia (UI), Salemba, Jakarta Pusat, pada Minggu (28/6). Acara ini direncanakan sebagai wadah bagi tokoh, aktivis hingga akademisi untuk membahas berbagai isu penting terkait bangsa. Namun, acara tersebut secara mendadak dibatalkan beberapa jam sebelum pelaksanaannya.
Pembatalan tersebut terjadi setelah panitia menerima pemberitahuan resmi dari pihak kampus mengenai pembatalan penggunaan ruangan. Padahal, seluruh proses administrasi dan persiapan teknis telah selesai jauh sebelum hari pelaksanaan.
Ahmad Mujahid, Ketua Pelaksana Konsolidasi Nasional Konferensi Republik, menyatakan bahwa seluruh prosedur yang diminta oleh pihak kampus telah dipenuhi sejak awal pengajuan kegiatan. Ia menegaskan bahwa komunikasi dengan pihak kampus berjalan baik sejak 19 Juni lalu.
"Kami menempuh seluruh prosedur administrasi yang dipersyaratkan sejak 19 Juni. Sejak awal proses ini kami diterima dengan sangat baik oleh pihak kampus. Komunikasi dan kerja sama dalam sepekan terakhir berjalan positif, kooperatif, dan profesional," ujar Ahmad Mujahid.
Ia menjelaskan bahwa panitia telah melalui berbagai tahapan administrasi, termasuk pengiriman surat resmi hingga audiensi dengan Dekanat Fakultas Kedokteran UI. Bahkan, panitia telah menerima surat tugas bagi petugas fakultas yang akan mendampingi pelaksanaan kegiatan beserta rincian biaya penggunaan lokasi.
"Pada 24 Juni kami bahkan menerima surat tugas untuk petugas fakultas yang akan mengawal kegiatan, lengkap dengan rincian biaya sewa tempat. Rekan media dapat menyaksikan sendiri bahwa instalasi fisik di dalam venue sudah terpasang sepenuhnya," tambahnya.
Namun, situasi berubah secara mendadak pada dini hari menjelang acara ketika panitia menerima pemberitahuan resmi tentang pembatalan penggunaan ruangan.
"Dinamika berkembang di detik terakhir. Pada pukul 01.00 dini hari tadi, kami menerima pemberitahuan resmi yang menyatakan pembatalan sepihak penggunaan ruangan untuk Rapat Kerja Nasional kami," kata Ahmad.
Meski menyayangkan keputusan tersebut, pihaknya memilih tidak memperpanjang polemik dan tetap melanjutkan agenda melalui platform daring. Ia juga menilai bahwa pembatalan bukan semata-mata berasal dari kebijakan internal kampus.
"Kami meyakini pembatalan mendadak ini tidak berangkat dari keinginan internal kampus. Ada faktor di luar kendali manajemen UI yang turut bekerja. Sebagai sesama elemen bangsa, kami menghormati posisi sulit tersebut," tuturnya.
Sudirman Said, Ketua Umum Panitia Konferensi Republik, menilai pembatalan tersebut tidak akan menghentikan ruang diskusi publik. Ia mengajak seluruh peserta untuk tetap berani menyampaikan gagasan demi masa depan bangsa.
"Represi dijalankan untuk memantik rasa takut. Karena itu, ketakutan inilah yang harus kita lawan. Jangan takut untuk terus bersuara. Pintu ruangan bisa dikunci, tetapi gagasan tidak bisa dibatasi," tegasnya.
Sudirman juga mengingatkan kembali pidato Mohammad Hatta pada Hari Alumni Universitas Indonesia pertama pada 11 Juni 1957. Menurutnya, pesan Hatta mengenai pentingnya menjaga demokrasi tetap relevan hingga saat ini, terutama ketika ruang-ruang diskusi publik menghadapi berbagai tantangan.
Jaleswari Pramodhawardhani, Wakil Ketua Umum Panitia Konferensi Republik, menilai pihak kampus berada dalam situasi yang tidak mudah sehingga akhirnya membatalkan penyelenggaraan kegiatan.
"Kami memahami kesulitan pihak kampus yang berada di bawah tekanan tangan yang tak terlihat. Kami datang tidak membawa senjata. Lalu mengapa sebuah forum gagasan harus dicurigai?" tuturnya.
Yanuar Nugroho, Sekretaris Jenderal Panitia Konferensi Republik, mempertanyakan alasan ruang pertukaran ide justru mendapat hambatan di tengah kebutuhan masyarakat terhadap diskusi mengenai masa depan bangsa.
"Mengapa gagasan ditakuti? Mengapa ide dihalangi? Barangkali karena terlalu lama perdebatan gagasan absen dari ruang publik kita. Yang ramai di depan mata adalah kepentingan, uang, kekuasaan, dan jabatan, sementara perdebatan tentang Indonesia yang lebih baik nyaris tidak ada," sesalnya.
Meski batal digelar secara luring di Kampus UI Salemba, Konsolidasi Nasional Konferensi Republik tetap berlangsung secara daring mulai pukul 13.00 WIB dan diikuti peserta yang telah mendaftarkan diri.
0 Komentar