Lakpesdam MWCNU Paiton Kenalkan Aswaja kepada Pelajar MAN 1 Probolinggo Putri Lewat Program Go to School

PROBOLINGGO – Lakpesdam Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Paiton terus memperkuat pendidikan keislaman moderat di kalangan generasi muda melalui program Go to School. Kali ini, kegiatan tersebut menyasar siswi MAN 1 Probolinggo Putri sebagai bagian dari upaya mengenalkan nilai-nilai Ahlussunnah Wal Jamaah an-Nahdliyah (Aswaja) sejak dini agar para pelajar memiliki pemahaman keagamaan yang moderat, toleran, dan berlandaskan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin.

Program yang digelar di lingkungan madrasah tersebut diikuti para siswi dengan antusias. Selain memberikan pemahaman mengenai prinsip-prinsip Aswaja an-Nahdliyah, kegiatan ini juga bertujuan membekali pelajar agar mampu menyikapi berbagai arus informasi keagamaan yang berkembang pesat, khususnya melalui media digital.

Pembina kegiatan, Masruroh, mengatakan bahwa kalangan pelajar menjadi salah satu kelompok yang rentan terpapar berbagai informasi keagamaan yang belum tentu memiliki dasar pemahaman yang benar. Menurutnya, derasnya arus informasi di era digital menuntut generasi muda memiliki bekal ilmu agama yang kuat agar tidak mudah terpengaruh oleh pemikiran yang menyimpang dari ajaran Rasulullah SAW.

"Pemahaman Aswaja an-Nahdliyah kepada pelajar sangat dibutuhkan, apalagi saat ini banyak paham-paham yang menyimpang dari ajaran Rasulullah SAW," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Lakpesdam MWCNU Paiton, Ponirin Mika, menjelaskan bahwa program Go to School merupakan salah satu agenda yang secara rutin dilaksanakan dengan mendatangi sekolah maupun madrasah. Langkah tersebut dilakukan agar edukasi tentang Aswaja dapat menjangkau pelajar secara langsung di lingkungan pendidikan.

Menurutnya, kehadiran Lakpesdam di sekolah merupakan bentuk komitmen MWCNU Paiton dalam memperkuat karakter keagamaan generasi muda sekaligus membentengi mereka dari berbagai paham ekstrem yang berpotensi mengancam persatuan bangsa.

"MWCNU Paiton melalui lembaga Lakpesdam memiliki program mendatangi sekolah dan madrasah untuk memberikan edukasi berkaitan dengan paham Aswaja an-Nahdliyah. Kita ingin pelajar selamat dari pemikiran ekstrem," kata Ponirin.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan materi mengenai pentingnya menjaga, mempelajari, dan mengamalkan ajaran Aswaja dalam kehidupan sehari-hari. Para siswi juga diajak memahami peran strategis generasi muda Nahdlatul Ulama sebagai penerus perjuangan ulama dalam menjaga Islam yang moderat, damai, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan.

Lakpesdam MWCNU Paiton turut mendorong para pelajar agar aktif mengikuti kegiatan keagamaan, seperti kajian rutin, pesantren kilat, maupun organisasi pelajar Nahdlatul Ulama, yakni IPNU dan IPPNU. Melalui berbagai wadah tersebut, pelajar diharapkan dapat memperdalam pemahaman keislaman sekaligus mengembangkan kemampuan kepemimpinan dan kepedulian sosial.

Selain itu, para siswi juga dibekali pemahaman mengenai tradisi-tradisi keagamaan yang selama ini menjadi bagian dari amaliah warga Nahdlatul Ulama, seperti tahlilan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, hingga ziarah kubur. Mereka didorong untuk mampu menjelaskan tradisi tersebut secara ilmiah, santun, dan argumentatif kepada masyarakat maupun teman-teman sebaya.

Tidak hanya membahas aspek keagamaan, kegiatan tersebut juga menyoroti pentingnya literasi digital. Para pelajar diingatkan agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan konten keagamaan yang beredar di media sosial, seperti WhatsApp, YouTube, dan platform digital lainnya, tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu kepada guru, kiai, atau tokoh agama yang memiliki kompetensi.

Lakpesdam juga mengajak para peserta untuk lebih peka terhadap konten yang mengandung unsur radikalisme, ujaran kebencian, maupun propaganda yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan. Apabila menemukan konten semacam itu, para pelajar diminta segera melaporkannya kepada guru atau pihak yang berwenang agar dapat ditindaklanjuti secara tepat.

Melalui program Go to School ini, Lakpesdam MWCNU Paiton berharap para pelajar semakin memahami ajaran Aswaja an-Nahdliyah serta mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pembentukan karakter berbasis nilai-nilai keislaman moderat sejak usia sekolah dinilai menjadi bekal penting dalam mencetak generasi muda yang berakhlak, cinta tanah air, serta siap menjadi pemimpin masa depan yang menjaga persatuan bangsa dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (*)

0 Komentar