
Penutupan Bulan Bung Karno 2026 PDIP Bali
Perayaan Bulan Bung Karno tahun 2026 yang diadakan oleh PDI Perjuangan (PDIP) Bali resmi ditutup pada hari Minggu, 28 Juni 2026 di The Meru Sanur, Denpasar. Acara ini menjadi momen penting dalam memperkuat komitmen partai terhadap nilai-nilai Pancasila dan Trisakti Bung Karno.
Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, serta Ketua DPP PDIP Bidang Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital, Prananda Prabowo, turut hadir dalam acara penutupan tersebut. Selain itu, hadir pula jajaran pengurus DPP PDIP, pengurus DPD PDIP Bali, pengurus DPC PDIP kabupaten/kota se-Bali, sekretaris dan bendahara PAC PDIP se-Bali, anggota DPR RI Dapil Bali, DPRD Provinsi Bali dan DPRD Kabupaten/Kota dari Fraksi PDIP, serta para Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten/Kota se-Bali beserta kader PDIP.
Bulan Bung Karno tidak hanya menjadi agenda tahunan atau peringatan sejarah, tetapi juga menjadi ruang pendidikan ideologi, penguatan karakter bangsa, pelestarian budaya, pemberdayaan ekonomi kerakyatan, hingga gerakan menjaga lingkungan. Tema utama kegiatan adalah "Setialah Kepada Sumbermu" dengan subtema "Kekuatan Kita Harus Tetap Bersumber Kepada Kekuatan Rakyat, Tetap Apinya Semangat Rakyat". Hal ini mencerminkan implementasi ajaran Bung Karno yang menempatkan rakyat sebagai sumber utama kekuatan partai.
"Partai hanya akan tetap hidup apabila tetap menyatu dengan denyut kehidupan rakyat, mendengarkan suara rakyat, memperjuangkan kepentingan rakyat, serta menjaga api semangat rakyat agar terus menyala," ujar Wayan Koster, Ketua DPD PDIP Bali.
Selama empat bulan pelaksanaan, panitia menggelar berbagai kegiatan yang melibatkan berbagai kalangan masyarakat, mulai dari pelajar, mahasiswa, seniman, akademisi, atlet, pelaku UMKM, hingga masyarakat umum di seluruh Bali. Beberapa kegiatan yang dilaksanakan antara lain:
- Liga Kampung Soekarno Cup III
- Utsawa Widyatarka Susastra Bali
- Lomba Cerdas Cermat Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun Bali Era Baru
- Senam Nangun Sat Kerthi Loka Bali
- Lomba Mixology Arak Bali
- Lomba Barista Kopi Bali
- Gerakan Merawat Pertiwi
- Sosialisasi Sertifikasi Kekayaan Intelektual
- Upacara Hari Lahir Pancasila
- Peringatan 125 Tahun Kelahiran Bung Karno bertajuk Satyam Eva Jayate
- Lomba Bapang Barong Ketet dan Mekendang Tunggal
- Fashion Show Bulan Bung Karno
- Lomba Desain Motif Endek Bali
- Lomba Baca Puisi
- Lomba Karya Tulis Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun Bali Era Baru
- Lomba Konten Kreatif Bali Bersih Sampah
Salah satu kegiatan dengan partisipasi terbesar adalah Gerakan Merawat Pertiwi yang melibatkan sekitar 10 ribu peserta dari berbagai unsur seperti pelajar, mahasiswa, petani, nelayan, komunitas lingkungan, kader partai, dan masyarakat umum. Sementara itu, Lomba Karya Tulis Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun Bali Era Baru mencatat partisipasi sebanyak 453 tim atau sekitar 1.812 peserta. Liga Kampung Soekarno Cup III juga berhasil menarik antusiasme masyarakat dengan total sekitar 20 ribu penonton sepanjang pertandingan.
Menurut Koster, seluruh kegiatan tersebut menjadi implementasi konkret Trisakti Bung Karno. Aspek berdaulat dalam politik diwujudkan melalui pendidikan ideologi dan penguatan karakter kebangsaan, berdikari dalam ekonomi melalui pemberdayaan UMKM dan promosi produk lokal seperti kopi, arak, dan tenun Bali, sedangkan berkepribadian dalam kebudayaan diwujudkan lewat pelestarian bahasa, sastra, serta seni budaya Bali.
Dalam kesempatan itu, Koster juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri atas arahan ideologis yang terus menjadi landasan perjuangan partai. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Ketua DPP Bidang Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital Prananda Prabowo, jajaran pengurus partai, pemerintah daerah, aparat keamanan, media massa, dewan juri, peserta lomba, serta masyarakat Bali yang mendukung seluruh rangkaian kegiatan.
Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh kader untuk menjadikan Bulan Bung Karno sebagai gerakan berkelanjutan untuk membumikan Pancasila, membela wong cilik, menjaga kelestarian lingkungan, memajukan kebudayaan, dan memperkuat semangat gotong royong dalam membangun Indonesia.
0 Komentar