Visi Singapura untuk Masa Depan yang Lebih Canggih dan Berkelanjutan

Singapura memiliki sejumlah mimpi besar yang akan diwujudkan dalam beberapa waktu mendatang. Negara tersebut kini membidik sejumlah lompatan kemajuan di bidang teknologi, energi, hingga ekonomi hijau. Dalam diskusi dengan beberapa anggota kabinet Singapura, terungkap bahwa mereka ingin tetangga Indonesia berkembang menjadi pusat inovasi (AI), data, hingga motor pertumbuhan ASEAN untuk menjaga daya saing kawasan.

Pemanfaatan Teknologi AI dalam Kehidupan Sehari-hari

Di bidang kecerdasan buatan (AI), Singapura berkomitmen untuk melanjutkan visi Smart Nation yang telah dicanangkan sejak satu dekade lalu. AI akan masuk ke berbagai layanan publik, dunia usaha, pendidikan, pekerjaan, hingga tata kelola pemerintahan. Menurut Menteri Perkembangan Digital dan Informasi Singapura Josephine Teo, Singapura berupaya menjadi negara yang mengutamakan digital (digital first), bukan hanya sekadar digital (digital only).

Teo menekankan bahwa Singapura akan terus mendigitalisasi layanan mereka ke segala bidang. Mereka bahkan akan menyasar penggunaan AI untuk membantu lansia, difabel, hingga komunitas masyarakat. Selain itu, Singapura telah mengembangkan model pencarian informasi berbasis bahasa (large language models) untuk regional Asia Tenggara yang bernama SEA-LION.

Lima Pilar Pengembangan AI di Singapura

Untuk terus mengembangkan kecanggihan model AI, Singapura akan menerapkan lima pilar yakni infrastruktur, kapabilitas tenaga kerja, pelibatan masyarakat hingga perusahaan, regulasi, serta memastikan kerja sama internasional dalam isu AI lintas negara. Teo juga menegaskan bahwa perkembangan kecerdasan buatan tidak akan menyingkirkan manusia. Menurutnya, keberadaan AI harus tetap berpusat kepada manusia. "Kami ingin AI bekerja untuk melayani manusia. Kami ingin AI menjadi asisten, jadi rekan tim, jadi kolaborator. Kami tidak ingin manusia tersingkir," katanya.

Strategi Diversifikasi Energi untuk Kelangsungan Ekonomi

Bicara tentang kemajuan teknologi tentunya erat kaitannya dengan pasokan energi yang memadai. Oleh sebab itu, Negeri Singa juga mempersiapkan strategi mereka untuk memiliki keandalan energi. Apalagi mereka bukanlah produsen energi dunia. Singapura akan melakukan diversifikasi energi, salah satunya dengan mengandalkan energi berbasis nuklir.

Menteri Negara Bidang Perdagangan dan Industri Singapura Gan Siow Huang menjelaskan bahwa negaranya akan segera mengubah sumber energi untuk masa depan. Saat ini, Singapura masih mengandalkan pasokan gas alam cair (LNG) untuk menghidupi roda-roda perekonomian mereka. Diversifikasi akan dilakukan dengan membidik pasokan listrik dari pembangkit tenaga surya (PLTS). Singapura telah berhasil mencapai target 2 gigawatt tahun lalu dan akan meningkatkan kapasitas menjadi 3 gigawatt.

Energi Nuklir dan Kendaraan Bersih

Strategi diversifikasi selanjutnya adalah mengandalkan energi nuklir untuk memasok listrik. Langkah ini memerlukan waktu lebih panjang, berkisar antara 10 hingga 15 tahun ke depan. Singapura saat ini akan memulai proses Tinjauan Terpadu Infrastruktur Nuklir oleh Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA-INIR). Singapura juga menargetkan seluruh kendaraan baru yang didaftarkan mulai 2030 harus menggunakan energi yang lebih bersih seperti kendaraan listrik, hybrid, dan hidrogen.

Ekonomi Sirkular sebagai Solusi Limbah

Singapura memiliki keterbatasan lahan dan sumber daya alam. Oleh sebab itu, mereka melihat ekonomi sirkular menjadi kebutuhan penting. Salah satu contohnya adalah mencari cara agar limbah kembali memiliki nilai ekonomi dan menjadi salah satu sumber energi. Menteri Negara Senior Bidang Keberlanjutan dan Lingkungan Hidup Singapura Janil Puthucheary menjelaskan bahwa prioritas utama dalam proses pengolahan sampah menjadi energi adalah pengurangan volume sampah.

Peran Tetangga dalam Pembangunan Masa Depan

Dengan berbagai tujuan yang disampaikan, Singapura sadar tak mampu mewujudkan hal tersebut sendirian. Para anggota kabinet dalam diskusinya mengatakan negara tersebut keterbatasan mereka sebagai negara yang relatif berukuran mini dan tak memiliki banyak sumber daya alam. Oleh sebab itu, mereka masih akan bergantung pada tetangga-tetangganya seperti Indonesia.

Kerja Sama ASEAN dalam Pengembangan AI

Terkait pengembangan AI, Menteri Digital Josephine Teo mengatakan negara-negara ASEAN seperti Singapura dan Indonesia akan lebih kuat jika bekerja sama. Ia mencontohkan pengembangan SEA-LION yang memerlukan basis data lebih luas, termasuk dari Indonesia.

Energi dan Pasar Karbon sebagai Mitra

Sedangkan Menteri Gan Siow Huang melihat Indonesia bisa menjadi sumber energi negaranya pada masa depan. Apalagi saat ini kedua negara masih membicarakan kemungkinan RI bisa memasok listrik ke Singapura. Meski belum ada kesepakatan lebih lanjut, Gan mengakui bahwa Singapura sebenarnya sangat ingin mewujudkan kesepakatan jual beli listrik dengan Indonesia.

Singapura juga membuka diri untuk mengandalkan Indonesia dalam perdagangan karbon. Mereka optimistis kerja sama pasar karbon dengan Indonesia dapat segera diwujudkan, meski implementasinya menghadapi tantangan yang kompleks.

Hubungan Indonesia dan Singapura yang Stabil

Singapura berharap relasi dengan Indonesia bisa tetap terjaga di masa depan. Negara tersebut menilai, hubungan dua negara masih berada di jalur yang stabil meski belakangan muncul riak-riak di media sosial. Hubungan Indonesia dan Singapura belakangan menghangat lantaran berbagai hal. Namun, baik pemimpin Singapura maupun Indonesia selalu menunjukkan melalui tindakan mereka bahwa mereka terus menjadi mitra strategis.

Komentar Presiden Prabowo dan PM Singapura

Presiden Prabowo Subianto telah bertemu dengan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong di Istana Merdeka, Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, Prabowo mengapresiasi komitmen Singapura untuk memelihara persahabatan dengan Indonesia. Prabowo juga menjanjikan untuk mengatasi setiap perbedaan dengan komunikasi yang terbuka.

Lawrence Wong mengamini pernyataan Prabowo. Ia menegaskan komitmen negaranya untuk memperkuat kerja sama dengan Indonesia. Tak hanya itu, Wong juga menyampaikan optimismenya dengan masa depan hubungan dua negara. "Kami ingin Indonesia berhasil karena masa depan kita sangat terkait," kata Wong di depan Prabowo.