
Pekerja Asal Bireuen Meninggal di Malaysia, Haji Uma dan Komunitas Aceh Bantu Pulangkan Jenazah
Seorang pekerja asal Kabupaten Bireuen, Aceh, yang meninggal dunia di Malaysia mendapat bantuan dari Anggota DPD RI asal Aceh, H Sudirman atau yang akrab disapa Haji Uma, serta komunitas masyarakat Aceh di Malaysia dalam proses pemulangan jenazahnya.
Jenazah yang dimaksud adalah Ruslan bin M Taher Ibrahim (48), warga Gampong Bugak Krueng Mate, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen. Ia meninggal akibat kecelakaan saat bekerja di negeri jiran. Proses pemulangan jenazah dilakukan melalui kerja sama Haji Uma dengan dua kelompok masyarakat Aceh di Malaysia, yaitu Group Aceh Bersatu (GAB) dan Group Aceh Meutuah (GAM).
Jenazah diterbangkan menggunakan pesawat Malaysia Airlines MH 864 dan tiba di Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara, pada Minggu (27/6/2026) sekitar pukul 15.50 WIB. Setibanya di bandara, jenazah disambut oleh Fajri, staf penghubung Haji Uma, yang membantu penyelesaian administrasi. Selanjutnya, jenazah dibawa menggunakan ambulans menuju rumah duka di Kecamatan Jangka.
Proses pemulangan hingga ke rumah duka juga didampingi oleh Abdul Rafar, staf penghubung Haji Uma di Aceh Utara.
Berdasarkan informasi dari Wakil Ketua Group Aceh Bersatu (GAB) Malaysia, Malek, bersama Ida Gultom dan Ketua Group Aceh Meutuah, Tengku Risky, almarhum meninggal dunia pada Kamis (25/6/2026) di Hospital Bukit Mertajam, Pulau Pinang.
Ruslan diketahui telah bekerja di Malaysia selama sekitar 15 tahun sebagai petugas cleaning service. Setelah menerima kabar duka, keluarga melalui Keuchik Gampong Bugak Krueng Mate mengajukan permohonan resmi kepada Haji Uma untuk membantu proses pemulangan jenazah.
Menindaklanjuti permohonan tersebut, Haji Uma segera berkoordinasi dengan tim penghubung di Malaysia agar seluruh proses administrasi dan teknis dapat diselesaikan secepatnya. Ia juga segera berkoordinasi dengan Malek, Wakil Ketua GAB di Malaysia, untuk membantu seluruh proses administrasi dan teknis pemulangan.
"Begitu menerima laporan dari pihak keluarga, saya langsung berkoordinasi dengan tim penghubung di Malaysia untuk memastikan semua proses berjalan lancar," tutur Haji Uma.
Menurut Haji Uma, upaya pemulangan jenazah merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat Aceh yang merantau ke luar negeri, sehingga keluarga yang sedang berduka tidak menghadapi persoalan tersebut seorang diri.
"Dengan upaya dan bantuan bersama ini, tugas kita adalah memastikan jenazah dapat segera kembali dan dimakamkan dengan layak di kampung halaman," lanjutnya.
Biaya pemulangan jenazah dari Malaysia hingga Bandara Kualanamu mencapai sekitar Rp21,4 juta dan seluruhnya difasilitasi perusahaan tempat almarhum bekerja. Sementara biaya ambulans dan kargo sebesar Rp4,8 juta, termasuk biaya kargo tambahan Rp1 juta, ditanggung secara gotong royong, yakni kontribusi keluarga sebesar Rp2,5 juta dan bantuan Haji Uma sebesar Rp2,43 juta.
Selain membantu pembiayaan, Haji Uma juga menugaskan dua stafnya untuk mendampingi proses pemulangan hingga jenazah tiba di rumah duka. Ia turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum serta mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam proses pemulangan.
“Saya turut berduka cita atas meninggalnya almarhum Ruslan. Semoga keluarga diberikan ketabahan, dan Allah SWT menerima segala amal ibadahnya,” ungkap Haji Uma.
“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, terutama GAB, GAM, dan komunitas Aceh di Malaysia serta masyarakat Aceh yang telah bekerja keras mengurus kepulangan jenazah ini,” sambungnya.
Sementara itu, istri almarhum, Rusmiyati, menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan, baik dari Haji Uma dan berbagai pihak.
“Kami dari pihak keluarga almarhum tidak bisa membalas kebaikan Haji Uma, Wakil Ketua GAB Malek, Group GAM, serta semua pihak di Malaysia dan di Aceh yang telah membantu proses pemulangan jenazah keluarga kami,”
“Hanya Allah yang dapat membalas kebaikan saudara-saudara semua,” tutur Rusmiyati, istri almarhum, dengan penuh haru.
0 Komentar