
Pelantikan Pengurus IDI Cabang Kutai Kartanegara Periode 2026-2029
Pelantikan 37 pengurus baru Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kutai Kartanegara (Kukar) periode 2026-2029 menjadi momen penting dalam memperkuat kolaborasi antara organisasi profesi dan pemerintah daerah. Acara pelantikan yang dilaksanakan di pendopo Odah Etam, Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur pada Minggu (28/6/2026), juga dirangkaikan dengan bakti sosial dan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara mengapresiasi langkah IDI dalam mewujudkan pemerataan layanan kesehatan hingga ke seluruh kecamatan. Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada IDI Cabang Kukar dan IDI Wilayah Kalimantan Timur atas inisiatif mereka yang tidak hanya menggelar pelantikan kepengurusan, tetapi juga menyelenggarakan layanan kesehatan gratis.
“Kami berharap kegiatan bakti sosial seperti ini tidak hanya dilaksanakan di Tenggarong, tetapi juga menjangkau seluruh 20 kecamatan,” ujar Aulia. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi profesi menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kukar.
Masalah Kekurangan Tenaga Dokter di Puskesmas
Aulia menyoroti masih adanya kekurangan tenaga dokter di sejumlah fasilitas kesehatan. Saat ini terdapat dua puskesmas yang masih belum memiliki dokter, yakni di Kecamatan Tabang dan Muara Wis. Ia berharap melalui sinergi yang baik dengan IDI dapat dirumuskan kebijakan sehingga para dokter bersedia bertugas di seluruh wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara, sehingga tidak ada lagi puskesmas yang kosong.
Sementara itu, Ketua IDI Cabang Kukar, dr. Arif Risdianto, menegaskan kepengurusan baru siap mendukung penuh visi Kukar Idaman Terbaik, terutama dalam memenuhi kebutuhan tenaga dokter umum maupun dokter spesialis. “Kami siap mendukung sepenuhnya program pemerintah daerah. Jika Kabupaten Kutai Kartanegara membutuhkan dokter umum ataupun dokter spesialis, kami siap membantu memenuhi kebutuhan tersebut,” ujarnya.
Arif menjelaskan, IDI telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memetakan wilayah yang masih mengalami kekurangan tenaga dokter. Pihaknya juga telah menjalin kerja sama dengan sejumlah universitas guna menghadirkan dokter-dokter baru yang nantinya dapat ditempatkan di daerah yang membutuhkan. “Kami berharap dalam waktu yang tidak terlalu lama sudah ada dokter baru yang siap mengisi daerah-daerah yang masih kosong,” katanya.
Peningkatan Kompetensi Dokter Umum Menjadi Spesialis
Selain pemenuhan tenaga medis, IDI juga berkomitmen meningkatkan kompetensi dokter umum menjadi dokter spesialis sesuai kebutuhan pelayanan kesehatan di Kukar. Menurut Arif, upaya tersebut mendapat dukungan pembiayaan dari Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. Ia juga berharap kesejahteraan dokter dan tenaga kesehatan di Kukar terus menjadi perhatian agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.
Dalam pelantikan tersebut, sebanyak 37 pengurus IDI Cabang Kukar resmi dikukuhkan. Saat ini organisasi tersebut memiliki sekitar 265 anggota aktif yang bertugas di rumah sakit, puskesmas, klinik swasta, hingga fasilitas kesehatan perusahaan yang tersebar di berbagai kecamatan.
Rangkaian Bakti Sosial yang Berkelanjutan
Rangkaian pelantikan juga diisi dengan bakti sosial yang melibatkan berbagai organisasi profesi kesehatan, di antaranya Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), serta Dinas Kesehatan Kukar. Layanan yang diberikan meliputi donor darah massal, skrining penyakit tidak menular, pemeriksaan kesehatan mata, kesehatan jiwa, pemeriksaan tumbuh kembang dan gizi anak, hingga edukasi kesehatan oleh dokter spesialis jantung, saraf, mata, dan anak.
Arif mengatakan kegiatan bakti sosial akan menjadi agenda berkelanjutan dengan tema yang disesuaikan dengan peringatan hari-hari kesehatan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas. “Kami akan terus melaksanakan kegiatan seperti ini secara berkala di berbagai wilayah di Kutai Kartanegara dan seluruh pelayanannya diberikan secara gratis kepada masyarakat,” tutupnya.
0 Komentar