Pengamat Piala Dunia 2026 Terkejut, Afrika Jadi Kuda Hitam, Asia Berjuang keras

Pengamat Piala Dunia 2026 Terkejut, Afrika Jadi Kuda Hitam, Asia Berjuang keras

Persaingan Ketat di Babak Gugur Piala Dunia 2026

Piala Dunia 2026 akan menjadi ajang yang sangat ketat, terutama di babak gugur. Setelah 32 tim berhasil memastikan tempat mereka, persaingan menuju gelar juara diprediksi akan semakin sengit. Tidak hanya negara-negara besar, beberapa tim dari zona Afrika dan Asia juga dinilai mampu memberikan kejutan dan mengganggu dominasi negara-negara unggulan.

Menurut pengamat sepak bola Kepri, Buralimar, babak 32 besar Piala Dunia 2026 akan menjadi fase “hidup mati” bagi seluruh peserta. Sebab, satu kekalahan saja akan langsung menghentikan langkah tim menuju trofi paling bergengsi sepak bola dunia.

“Dari 32 tim yang lolos, tidak ada lagi cerita hanya juara grup atau unggulan. Semua punya peluang, karena sistem gugur membuat setiap pertandingan menjadi final,” ujar Buralimar.

Komposisi Tim di Babak Gugur

Berdasarkan komposisi peserta, Buralimar merinci bahwa zona Eropa menjadi penyumbang tim terbanyak dengan 13 negara, disusul Afrika dengan 9 negara, Amerika Selatan 5 negara, Amerika Utara (Concacaf) 3 negara, dan Asia hanya diwakili Jepang serta Australia.

Menurut Buralimar, dominasi Eropa masih terlihat, namun peta kekuatan mulai berubah dengan munculnya tim-tim Afrika yang semakin kompetitif. Dari 16 pertandingan babak gugur, terdapat tiga duel sesama tim Eropa yang langsung mempertemukan kekuatan besar, yakni Prancis melawan Swedia, Portugal menghadapi Kroasia, serta Spanyol bertemu Austria.

“Artinya, minimal ada tiga wakil Eropa yang harus tersingkir lebih cepat,” katanya.

Perhatian Khusus pada Zona Afrika

Sementara dari zona Afrika, Buralimar memberikan perhatian khusus. Menurutnya, Afrika menjadi kawasan yang paling menarik karena mampu meloloskan banyak wakil. Dari 10 wakil Afrika, hanya Tunisia yang tidak lolos ke fase 32 besar. Ini menunjukkan perkembangan sepak bola Afrika semakin kuat.

Sebanyak enam tim Afrika akan menghadapi wakil Eropa, sementara beberapa laga menarik lainnya mempertemukan Afrika dengan kawasan berbeda, seperti Tanjung Verde melawan Argentina, Ghana menghadapi Kolombia, serta Mesir melawan Australia.

Buralimar menilai sejumlah tim Afrika berpotensi menjadi “kuda hitam” yang mampu menjegal tim besar. Ia menyebut Maroko yang berada di peringkat tinggi FIFA berpeluang memberikan perlawanan kepada Belanda. Selain itu, Senegal dinilai mampu menyulitkan Belgia yang performanya belum stabil.

“Pantai Gading bisa belajar dari bagaimana Prancis mengalahkan Norwegia. RD Kongo juga bisa mengimbangi Inggris meski Inggris saat ini sedang dalam performa bagus,” ujarnya.

Meski demikian, ia menilai tidak semua tim Afrika berada dalam posisi mudah. Tanjung Verde akan menghadapi tantangan berat melawan juara bertahan dan peringkat satu FIFA, Argentina. Sementara Mesir dengan kapten Mohamed Salah diprediksi memiliki peluang menghadapi Australia, meskipun secara kualitas Australia juga memiliki potensi membuat kejutan.

Tim dari Zona Amerika Utara dan Asia

Dari zona Amerika Utara, tiga wakil yang lolos adalah Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat yang sekaligus menjadi tuan rumah. Sedangkan Asia masih harus berjuang. Jepang dan Australia menjadi dua harapan terakhir kawasan Asia setelah tujuh negara lainnya tersingkir.

“Jepang punya peluang memberikan kejutan saat menghadapi Brasil. Apalagi Jepang pernah mengalahkan Brasil dalam laga persahabatan 2025 dengan skor 3-2,” ujar Buralimar.

Ia menilai Jepang memiliki modal permainan cepat dan disiplin, meski Brasil tetap menjadi lawan berat sebagai negara dengan lima gelar juara dunia. Sementara Australia dinilai harus bermain tanpa beban saat menghadapi Mesir.

“Di atas kertas Mesir lebih diunggulkan, tetapi sepak bola selalu penuh kejutan,” katanya.

Persaingan di Bagan Pertandingan

Buralimar juga menyoroti persaingan di bagan pertandingan. Menurut Buralimar, zona Amerika Selatan memiliki potensi saling menjegal karena empat wakilnya berada dalam jalur yang sama, yakni Argentina, Brasil, Ekuador, dan Kolombia. Jika lolos, tim-tim tersebut berpotensi bertemu lebih awal sehingga mengurangi peluang salah satu dari mereka menuju final.

“Argentina dan Brasil berpeluang bertemu di semifinal, tetapi Brasil harus melewati Jepang dan lawan-lawan berat berikutnya,” katanya.

Di sisi lain, bagan kiri dinilai lebih panas karena mempertemukan banyak kandidat juara. Prancis berpeluang bertemu Jerman, sementara Portugal harus melewati Kroasia sebelum kemungkinan menghadapi Spanyol.

“Pertandingan seperti Portugal melawan Kroasia atau Spanyol melawan lawan kuat akan menjadi sajian menarik karena semua tim sudah memahami kekuatan masing-masing,” ujarnya.

Faktor Utama dalam Piala Dunia 2026

Menurut Buralimar, faktor utama yang menentukan bukan hanya kualitas pemain, tetapi kesiapan mental, fisik, dan strategi. “Tim yang paling siap secara mental, fisik, dan taktik yang akan bertahan. Di Piala Dunia tidak cukup hanya punya nama besar,” katanya.

Ia menilai fase gugur Piala Dunia 2026 akan menghadirkan banyak drama. Ada tim yang menangis meninggalkan turnamen, namun ada juga yang melangkah semakin dekat menuju gelar juara.

“Juara memang hanya satu, tetapi penghargaan lain juga diperebutkan seperti bola emas pemain terbaik, sepatu emas pencetak gol terbanyak, sarung tangan emas kiper terbaik, pemain muda terbaik, hingga penghargaan fair play FIFA,” katanya.


0 Komentar