
Sejarah Emas RD Kongo di Piala Dunia 2026
Republik Demokratik Kongo (RD Kongo) menciptakan sejarah yang luar biasa dengan meraih tiket ke babak 32 besar Piala Dunia FIFA 2026 untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka. Mereka berhasil mengalahkan wakil Asia, Uzbekistan, dengan skor telak 3-1 dalam pertandingan pamungkas penyisihan Grup K yang digelar di Atlanta Stadium.
Pertandingan ini menjadi momen penting bagi tim non-unggulan Afrika yang mampu menunjukkan performa luar biasa. Meski sempat tertinggal lebih dulu lewat gol cepat bintang Uzbekistan, Eldor Shomurodov pada menit ke-10, skuad The Leopards bangkit dan mengamuk di babak kedua.
Performa Menonjol Yoane Wissa dan Fiston Mayele
Penyerang andalan Yoane Wissa menjadi bintang lapangan dengan mencetak dua gol, termasuk satu gol dari penalti di menit ke-68 dan satu lagi di masa injury time (90+1'). Sementara itu, Fiston Mayele juga turut serta dalam kemenangan dengan mencetak gol di menit ke-78. Gol-gol tersebut membawa RD Kongo membalikkan keadaan dan memastikan kemenangan 3-1 atas Uzbekistan.
Kemenangan ini tidak hanya menjadi kemenangan bagi RD Kongo, tetapi juga memberikan inspirasi bagi banyak orang, termasuk warga Pontianak, Kalimantan Barat. Meka, salah satu warga setempat, mengaku sangat terkesan dengan semangat pantang menyerah yang ditunjukkan oleh Timnas RD Kongo.
"Saya benar-benar kagum dengan penampilan Timnas RD Kongo di pertandingan ini. Mereka mampu bangkit dari ketertinggalan, membalikkan keadaan hingga menang telak dan memastikan tiket lolos ke fase gugur. Ini sangat luar biasa. Sejarah dicatatkan oleh mereka, semoga Timnas Indonesia bisa seperti ini suatu saat nanti, atau pada piala dunia 2030 nanti," ujar Meka dengan penuh semangat.
Dominasi Statistik Pertandingan
Berdasarkan data statistik resmi FIFA, dominasi RD Kongo dalam pertandingan ini terlihat jelas. Sepanjang 90 menit, anak asuh Sebastien Desabre melepaskan total 19 tembakan, dengan 4 di antaranya tepat sasaran. Sementara itu, Uzbekistan hanya mampu melepaskan 3 tembakan selama pertandingan.
RD Kongo juga unggul dalam penguasaan bola sebesar 58% dibandingkan Uzbekistan yang hanya menguasai 42%. Selain itu, aliran bola dari kaki ke kaki berjalan lancar dengan 473 operan sukses yang memiliki akurasi sebesar 80%.
Berikut adalah statistik lengkap pertandingan RD Kongo vs Uzbekistan:
- Tembakan: RD Kongo 19 - 3 Uzbekistan
- Tembakan ke Arah Gawang: RD Kongo 4 - 1 Uzbekistan
- Penguasaan Bola: RD Kongo 58% - 42% Uzbekistan
- Operan: RD Kongo 473 - 350 Uzbekistan
- Akurasi Operan: RD Kongo 80% - 79% Uzbekistan
- Pelanggaran: RD Kongo 6 - 15 Uzbekistan
- Kartu Kuning: RD Kongo 3 - 2 Uzbekistan
- Kartu Merah: RD Kongo 0 - 0 Uzbekistan
- Offside: RD Kongo 3 - 1 Uzbekistan
- Tendangan Sudut: RD Kongo 2 - 4 Uzbekistan
Jalannya Pertandingan
Uzbekistan sempat memimpin di awal pertandingan setelah gol Shomurodov di menit ke-10. Namun, RD Kongo langsung bangkit dan menyamakan skor melalui gol Nathanael Mbuku. Sayangnya, wasit menganulir gol tersebut karena pelanggaran.
Memasuki babak kedua, perubahan strategi pelatih Sebastien Desabre berbuah hasil. Di menit ke-68, Yoane Wissa mencetak gol penyeimbang lewat eksekusi penalti. Di menit ke-78, kerja sama dua pemain pengganti berbuah gol yang membalikkan skor menjadi 2-1. Di masa injury time, Yoane Wissa menutup pertandingan dengan gol indah dari luar kotak penalti, mengunci kemenangan 3-1.
Klasemen Akhir Grup K
Kemenangan ini membawa RD Kongo mengunci posisi ketiga di Grup K dengan 4 poin dan selisih gol +1. Kemenangan ini memastikan tiket mereka menuju babak 32 besar sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik turnamen.
Berikut adalah klasemen akhir Grup K:
- Kolombia | Main: 3 | Poin: 7 (Lolos - Juara Grup)
- Portugal | Main: 3 | Poin: 5 (Lolos - Runner-Up)
- RD Kongo | Main: 3 | Poin: 4 (Lolos - Peringkat 3 Terbaik)
- Uzbekistan | Main: 3 | Poin: 0 (Gugur)
Tantangan Berikutnya
Di babak 32 besar, RD Kongo akan menghadapi tantangan besar. Mereka dijadwalkan bertemu dengan juara Grup L, Inggris, dalam pertandingan hidup mati di Atlanta pada Rabu, 1 Juli mendatang. Pertandingan ini akan menjadi ujian berat bagi tim non-unggulan Afrika yang ingin melanjutkan langkah mereka di Piala Dunia 2026.
0 Komentar