Rekor Pecah di Hari Kedua Kejurnas Atletik dan Indonesia Open 2026

Rekor Pecah di Hari Kedua Kejurnas Atletik dan Indonesia Open 2026

Rekor Baru Terpecahkan di Hari Kedua Kejurnas Atletik dan Indonesia Open Championship 2026

Pada hari kedua Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik dan Indonesia Open Championship 2026 yang berlangsung di Stadion Atletik Velodrome Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (28/6), sejumlah rekor baru berhasil tercipta. Persaingan ketat di berbagai kategori usia seperti U-16, U-18, dan U-20 menunjukkan prestasi luar biasa dari atlet muda Indonesia maupun peserta asing.

Rekor Nasional Pecah di Nomor Lari 200 Meter Putri U-16

Salah satu momen paling mencolok terjadi di nomor lari 200 meter putri U-16. Atlet Bali, Putu Widiayu Lestari, sukses memecahkan rekor nasional kelompok usia dengan catatan waktu 25,80 detik. Ini merupakan peningkatan signifikan dibandingkan rekor sebelumnya yang berada di angka 26,57 detik. Penampilannya ini membuktikan bahwa atlet muda Indonesia semakin tangguh dalam berkompetisi.

Di nomor 400 meter U-20 putra, Gilang Satria Wibawa dari Jawa Timur menjadi yang tercepat dengan waktu 47,51 detik. Sementara pada sektor putri, Novi Anggun Lestari meraih juara pertama dengan catatan 58,24 detik. Keduanya menunjukkan potensi besar sebagai atlet muda yang siap bersaing di level internasional.

Persaingan Ketat di Kategori U-18

Kategori U-18 juga menampilkan persaingan sengit. Atlet Malaysia, Muhamad Farhan, menjadi juara di nomor 400 meter putra dengan waktu 48,83 detik. Di sektor putri, wakil Filipina, Loraine Audrey Batall, tampil dominan dengan catatan 57,14 detik. Kedua atlet ini membuktikan bahwa kompetisi antar negara semakin ketat dan menghadirkan tantangan bagi atlet lokal.

Di nomor lari 3.000 meter U-18 putri, Kesia Sihotang dari Sumatera Utara berhasil meraih medali emas setelah finis dengan waktu 10 menit 26 detik. Sedangkan di nomor 5.000 meter U-20 putra, Rangga Alvian dari Jawa Barat menjadi yang tercepat dengan catatan 16 menit 14 detik. Sebagai jawaban di sektor putri, Vitri Elisa Sihotang dari Sumatera Utara mencatatkan waktu 19 menit 33 detik.

Prestasi di Cabang Lompat dan Lempar

Di cabang lompat dan lempar, beberapa atlet juga mencatatkan prestasi luar biasa. Jing Jun dari Malaysia memenangkan final lempar cakram U-18 putri dengan jarak 34,08 meter. Sementara itu, Tiara Rahma Ryo dari Jawa Timur menjadi yang terbaik di nomor lontar martil U-18 putri dengan jarak 42,99 meter.

Di nomor tolak peluru U-20 putri, Lina Hisage dari Papua Pegunungan meraih medali emas dengan lemparan sejauh 12,30 meter. Sementara itu, Levhyano A. Fousta dari Jawa Timur menjadi juara di final lompat jauh U-20 putra dengan lompatan sejauh 6,89 meter.

Rekor Nasional di Final Lompat Tinggi U-16 Putra

Sorotan utama hari kedua datang dari final lompat tinggi U-16 putra. Atlet Jawa Barat, Muhammad Hammam, tampil luar biasa dengan melewati mistar setinggi 1,74 meter, sekaligus memecahkan rekor nasional kelompok usia yang sebelumnya berada di angka 1,60 meter. Performa ini menunjukkan perkembangan yang sangat pesat di bidang atletik Indonesia.

Hammam mengungkapkan bahwa kesuksesannya tidak mudah. Ia menjalani latihan secara disiplin hampir setiap hari, mulai dari pagi hingga malam. Meski sempat mengalami kesulitan saat menjalani latihan teknik, ia tetap berusaha memperbaiki diri.

"Latihannya hampir setiap hari. Saat latihan teknik sempat pusing, bahkan pernah sampai menangis karena harus memperbaiki teknik lompatan, mulai dari pinggang, kaki, dan semuanya. Tapi hasil hari ini membuat saya sangat puas," ujar Hammam usai pertandingan.

Dukungan penuh juga datang dari orang tuanya, yang selalu memberikan semangat selama proses latihan. "Untuk saat ini saya selalu mendukung anak. Sampai mana pun cita-citanya, saya akan support. Mudah-mudahan prestasi Hammam bisa menjadi contoh bagi atlet-atlet muda lainnya agar terus berjuang mengejar mimpi," ujar sang orang tua.

Hari kedua Kejurnas Atletik dan Indonesia Open Championship 2026 kembali menunjukkan perkembangan positif atlet-atlet muda Indonesia. Kehadiran peserta dari Malaysia dan Filipina turut meningkatkan kualitas persaingan sekaligus menjadi ajang pembuktian bahwa regenerasi atlet nasional terus berjalan dengan lahirnya talenta-talenta baru yang mampu mencetak prestasi dan memecahkan rekor.

0 Komentar