Rendy Keintjem, Pelatih Bulu Tangkis Dubai dari Keluarga Penjahit Amurang Sulut

Rendy Keintjem, Pelatih Bulu Tangkis Dubai dari Keluarga Penjahit Amurang Sulut

Perjalanan Seorang Pelatih Bulutangkis dari Lapangan Bambu ke Dubai

Di tengah kampung kecil di Desa Lopana, Kecamatan Amurang Timur, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Sulawesi Utara (Sulut), terdapat sebuah lapangan bulutangkis sederhana yang dibangun dengan tiang bambu. Di sanalah Rendy Keintjem memulai perjalanan hidupnya. Dari tempat itulah, mimpi seorang anak penjahit mulai berkembang menjadi pelatih bulutangkis ternama di luar negeri.

Rendy lahir pada 29 September 1990 di Modayag, tetapi menghabiskan masa kecilnya di Desa Lopana. Ia adalah anak kedua dari empat bersaudara dari pasangan Joutje Keintjem dan Sofia Mangantar. Ayahnya bekerja sebagai penjahit, sedangkan ibunya adalah ibu rumah tangga. Meskipun berasal dari keluarga sederhana, Rendy tumbuh dengan nilai-nilai kerja keras dan ketangguhan. Lapangan bulutangkis sederhana yang dibangun ayahnya menjadi awal mula perjalanan olahraganya.

Awal Mula Mimpi

Lapangan itu bukan hanya tempat bermain, tetapi juga tempat belajar tentang perjuangan. Saat hujan turun, latihan harus dihentikan. Setelah hujan reda, ia dan teman-temannya harus menguras air yang menggenang sebelum kembali berlatih. Baginya, hal-hal sederhana seperti ini justru menjadi pembelajaran penting bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti mengejar mimpi.

Sejak kecil, Rendy bercita-cita menjadi atlet nasional. Namun, kondisi ekonomi keluarga membuat impian itu tidak terwujud. Orang tuanya tidak mampu mengirimnya ke klub besar di Pulau Jawa. Akibatnya, ia hanya berkembang sebagai atlet daerah. Meski tidak menjadi atlet nasional, Rendy percaya bahwa ia masih bisa berkontribusi untuk bulutangkis Indonesia melalui dunia kepelatihan.

Memilih Jalur Kepelatihan

Kegagalan menjadi atlet nasional tidak membuat Rendy meninggalkan bulutangkis. Ia justru memilih jalan lain, yakni menjadi pelatih. Baginya, menjadi pelatih bukan sekadar mengajarkan teknik bermain, tetapi juga membentuk karakter para atlet. Filosofi sederhana dalam setiap latihan: "Membangun karakter terlebih dahulu, kemudian menciptakan juara."

Karier kepelatihannya dimulai di Minahasa Selatan sebagai Head Coach Club Solid. Di sana, ia menghadapi tantangan berupa minimnya fasilitas latihan. Anak-anak didiknya kerap berlatih berpindah-pindah tempat, mulai dari balai desa hingga gedung yang sebenarnya tidak dirancang untuk bulutangkis. Namun, keterbatasan itu tidak menghalangi prestasi. Pada 2021, Club Solid berhasil menjadi juara umum dalam salah satu kejuaraan bulutangkis di Manado.

Kesempatan Emas ke Dubai

Perjalanan hidup Rendy berubah pada 2025. Seorang mentor yang telah lama berkiprah di dunia bulutangkis internasional menghubunginya dan menawarkan kesempatan menjadi pelatih di Dubai. Tanpa ragu, ia menerima tawaran tersebut. Meski demikian, langkah itu bukan tanpa tantangan. Bahasa Inggris menjadi hambatan terbesar ketika harus melatih atlet dari berbagai negara. Setiap malam, ia belajar secara mandiri, membaca, menghafal istilah kepelatihan, hingga memberanikan diri berbicara tanpa takut salah.

Bukti Proses Tak Pernah Mengkhianati Hasil

Perjalanan di Dubai tidak selalu mudah. Rendy mengaku pernah mengalami masa-masa sulit ketika target juara belum tercapai. Ia bahkan sempat berpikir untuk kembali ke Indonesia. Namun, setiap kali rasa putus asa datang, ia selalu teringat perjuangan ayahnya membangun lapangan bambu dan pengorbanan keluarganya. Kerja keras itu akhirnya membuahkan hasil. Pada Victor NCX Max Junior Elite Tour UAE Mei 2026, atlet binaannya berhasil meraih Juara 1 kategori U-15 dan runner-up kategori U-17.

Mimpi untuk Kampung Halaman

Meski sukses berkarier di luar negeri, Rendy tak pernah melupakan Sulawesi Utara. Ia mengaku paling merindukan keluarga, makanan khas daerah, dan suasana kampung yang hangat. Lebih dari itu, ia memiliki mimpi besar untuk kembali membangun pembinaan bulutangkis di Amurang. "Saya ingin membangun fasilitas olahraga agar anak-anak di sana memiliki kesempatan yang lebih baik daripada yang pernah saya rasakan," katanya.

Ia juga ingin membantu meningkatkan kualitas pelatih-pelatih muda di Sulawesi Utara. Bagi Rendy, kemajuan bulutangkis tidak hanya ditentukan oleh atlet berbakat, tetapi juga oleh pelatih yang mampu membimbing mereka.

Profil Singkat

Nama : Rendy Keintjem
Tempat tanggal lahir : Modayag, 29 September 1990
Saudara: Anak kedua dari empat bersaudara.
Ayah: Joutje Keintjem
Ibu: Sofia Mangantar.
IG : Rendy Keintjem
Fb : Rendy Keintjem.


0 Komentar