
Pertarungan sengit di sektor ganda putra kini telah berubah menjadi kompetisi dua pasangan yang saling mengalahkan. Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri naik kelas untuk menghadapi dominasi Kim Won-ho/Seo Seung-jae dari Korea Selatan.
Kekuasaan tak tergoyahkan pasangan asal Korea Selatan ini kembali terkikis setelah dua pekan berturut-turut harus menjadi runner-up. Fajar/Fikri menjadi pihak yang berhasil menciptakan perubahan besar dengan mengalahkan Kim/Seo di final Japan Open 2026 dan kemudian China Open 2026.
Di final Japan Open Super 750 (19/7/2026), Fajar/Fikri memecahkan kebuntuan gelar selama satu tahun setelah menang dengan skor 21-19, 21-17. Sementara itu, di laga puncak China Open Super 1000 pada Minggu (26/7/2026), mereka mencatatkan comeback spektakuler dengan kemenangan 16-21, 21-19, 21-19.
"Pertandingan tadi memang tidak mudah melawan ganda nomor satu dunia," ujar Fajar setelah pertandingan di Kandang Naga melalui tim Humas PBSI.
"Mereka bermain sangat all out, berani mencoba semuanya, agak berbeda dengan pekan lalu," tambah pemain yang pernah memuncaki ranking dunia bersama partner lamanya.
Final back-to-back yang mempertemukan dua pasangan yang sama jarang terjadi di ganda putra yang persaingannya sangat merata.
Saking meratanya, sudah ada delapan pasangan berbeda yang bergantian mengisi peringkat satu dunia sejak pembekuan ranking dunia karena pandemi berakhir. Apalagi jika mengerucut ke turnamen Super 750 dan Super 1000 yang merupakan level wajib bagi pasangan top 10, harus mundur sejauh lima tahun untuk melihat fenomena serupa.
Pada 2021, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Takuro Hoki/Yugo Kobayashi bahkan menguasai final di tiga event beruntun. Mereka saling berhadapan di final Indonesia Masters Super 750, Indonesia Open Super 1000, dan BWF World Tour Finals dalam rangkaian turnamen di Bali.
Sebelumnya lagi, pada 2019, Marcus/Kevin dan kompatriot, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, bertempur untuk gelar juara Indonesia Open Super 1000 dan Japan Open Super 750. Indonesia Open 2019 dan Japan Open 2019 juga diselenggarakan tanpa jeda.
Duopoli Minions dan The Daddies berlangsung awet hingga terlibat bentrok di laga puncak dalam enam ajang berbeda dari Indonesia Masters 2019 hingga Indonesia Masters 2020.
Seperti Kim/Seo dan Fajar/Fikri saat ini, Marcus/Kevin dan Ahsan/Hendra menghuni dua peringkat teratas dalam ranking dunia BWF. Tiga final terakhir Marcus/Kevin vs Ahsan/Hendra bertajuk final ideal karena mempertemukan dua pasangan terkuat pada masanya.
Dua kontestan teratas memang digaransi untuk tidak saling berhadapan sebelum final dalam regulasi umum turnamen BWF. Bagi Kim/Seo dan Fajar/Fikri, situasi ini belum akan berubah di Kejuaraan Dunia 2026 sebagai ajang akbar berikutnya.
Daftar unggulan Kejuaraan Dunia akan ditentukan dari ranking pekan ini. Fajar/Fikri tidak akan tergusur dari peringkat kedua setelah mempertahankan gelar juara China Open. Sedangkan Kim/Seo makin kukuh di puncak dengan poin yang bertambah.
Terlepas dari rivalitas dengan jawara Negeri Ginseng, Fajar/Fikri bertekad untuk tidak membuat periode emas ini berlangsung singkat.
"Berikutnya Kejuaraan Dunia, kami berharap dengan hasil ini semoga bisa mendapatkan hasil yang baik juga di sana," ucap Fikri.
"Setelah pulang, kami akan langsung melakukan persiapan yang intensif," tandasnya.
0 Komentar