Tim Indonesia Gagal Raih Medali Usai Kalah dari Thailand di Perempat Final BAJC 2026

Tim Indonesia Gagal Raih Medali Usai Kalah dari Thailand di Perempat Final BAJC 2026

Indonesia Gagal Melaju ke Semifinal BAJC 2026

Tim bulu tangkis beregu campuran Indonesia harus mengakhiri perjuangannya di babak perempat final Badminton Asia Junior Championships (BAJC) 2026 setelah kalah dari Thailand dengan skor 0-2. Kekalahan ini memastikan Indonesia gagal melaju ke semifinal sekaligus tidak membawa pulang medali dalam turnamen tahun ini.

Pertandingan berlangsung di Yatsushiro City General Gymnasium, Kumamoto, Jepang, pada Senin (29/6/2026) pagi WIB. Sebelumnya, Indonesia berhasil meraih medali perak di BAJC 2025, namun penurunan performa terjadi kali ini tanpa membawa pulang medali apapun.

Perjalanan Pertandingan yang Menyedihkan

Indonesia memulai pertandingan dengan cukup baik, khususnya di sektor ganda putra. Faizal Pangestu dan Anju Siahaan sempat unggul 11-7 atas pasangan Thailand, Kittipat Karnnthiwat dan Kunlapat Lhothong. Namun, dominasi Thailand mulai terlihat pada sektor-sektor berikutnya.

Di sektor tunggal putri, Mayla Cahya Afilian Pratiwi harus mengakui keunggulan Yataweeming Ketklieng. Hal serupa juga terjadi di sektor ganda putri ketika Halifia Usni Pratiwi dan Aurelia Syakira Putri kalah dari Pattharin Aiamvareesrisak dan Sarisa Janpeng.

Di ganda campuran, Raihan Daffa Edsel Pramono dan Atresia Nadia Candani juga belum mampu membalikkan keadaan setelah ditundukkan oleh pasangan Thailand, Kittipat Karnnthiwat dan Sunisa Lekjura. Di partai penutup set pertama, Indonesia kembali kehilangan poin saat Radithya Bayu Wardhana kalah dari Punnatat Prempunpong. Skor akhir set pertama adalah 48-55 untuk Thailand.

Memasuki set kedua, Indonesia mengawali laga dengan kekalahan yang dialami ganda putra Faizal Pangestu dan Anju Siahaan. Mereka kalah dari pasangan Thailand dengan skor 4-11. Indonesia kemudian mencoba bangkit dengan melakukan perubahan komposisi di sektor tunggal putri.

Jolin Angelia yang mendapat kepercayaan sempat memberikan perlawanan sengit saat menghadapi juara dunia junior 2025, Anyapat Phichitpreechasak. Setelah sempat unggul 15-10, Jolin nyatanya harus mengakui keunggulan Anyapat Phichitpreechasak dengan skor akhir 19-22.

Kekalahan Indonesia berlanjut, dengan Raihan Daffa Edsel Pramono/Atresia Nadia Candani (ganda campuran), Halifia Usni Pratiwi/Aurelia Syakira Putri (ganda putri), dan Radithya Bayu Wardhana (tunggal putra) gagal mengejar ketertinggalan. Indonesia pun menutup set kedua dengan skor akhir 49-55.

Hasil Perempat Final BAJC 2026

Berikut hasil lengkap perempat final:

Set 1 - MD: Faizal Pangestu/Anju Siahaan vs Kittipat Karnnthiwat/Kunlapat Lhothong: 11-7
- WS: Mayla Cahya Afilian Pratiwi vs Yataweeming Ketklieng: 6-15 (17-22)
- XD: Raihan Daffa Edsel Pramono/Atresia Nadia Candani vs Kittipat Karnnthiwat/Sunisa Lekjura: 12-11 (29-33)
- WD: Halifia Usni Pratiwi/Aurelia Syakira Putri vs Pattharin Aiamvareesrisak/Sarisa Janpeng: 8-11 (37-44)
- MS: Radithya Bayu Wardhana vs Punnatat Prempunpong: 9-11 (48-55)

Set 2 - MD: Faizal Pangestu/Anju Siahaan vs Kittipat Karnnthiwat/Kunlapat Lhothong: 4-11
- WS: Jolin Angelia vs Anyapat Phichitpreechasak: 15-10 (19-22)
- XD: Raihan Daffa Edsel Pramono/Atresia Nadia Candani vs Kittipat Karnnthiwat/Sunisa Lekjura: 11-11 (30-33)
- WD: Halifia Usni Pratiwi/Aurelia Syakira Putri vs Pattharin Aiamvareesrisak/Sarisa Janpeng: 9-11 (39-44)
- MS: Radithya Bayu Wardhana vs Punnatat Prempunpong: 10-11 (49-55)

Sejarah yang Tidak Memuaskan

Sejak format beregu campuran diberlakukan di BAJC 2006, Indonesia belum pernah meraih gelar juara. Sebelumnya, BAJC digelar pertama kali pada 1997 dengan mempertandingkan nomor beregu putra, beregu putri, dan perorangan.

Saat masih mempertandingkan beregu putra dan beregu putri, Indonesia mampu mencatatkan namanya sebagai juara. Indonesia juara beregu putra edisi 1999 dan 2002, namun belum pernah juara beregu putri.

Dalam format beregu campuran, prestasi terbaik Indonesia hanya sebatas runner-up, yaitu pada edisi 2017, 2019, dan 2023. Di BAJC 2017, Indonesia kalah dari Korea Selatan. Pada BAJC 2019, Indonesia harus mengakui keunggulan Thailand. Sedangkan pada BAJC 2023, Indonesia menyerah di tangan Jepang.

Dari tiga final tersebut, Indonesia selalu menelan kekalahan dengan skor tipis 2-3. Alih-alih mencetak sejarah baru dengan meraih gelar juara untuk pertama kalinya dalam format beregu campuran di BAJC 2026, Indonesia malah mengalami penurunan prestasi dengan tidak membawa pulang medali.

Setelah ini, para pemain Indonesia akan melanjutkan perjuangannya di BAJC 2026 nomor perorangan yang bakal berlangsung pada 1-5 Juli pekan ini. Harapannya, tongkat estafet Mohammad Zaki Ubaidillah selaku juara BAJC 2025 mampu berlanjut tahun ini.

0 Komentar