
Prestasi Kontingen Judo Sumatera Utara di Kejurnas Judo Kasad Cup XVI
Kontingen judo Sumatera Utara berhasil mencapai target yang ditetapkan pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Judo Kasad Cup XVI yang berlangsung di GOR Kartika, Cilodong, Jakarta, pada 25–28 Juni 2026. Dari ajang bergengsi tersebut, Sumut sukses membawa pulang satu medali emas, tiga medali perak, dan empat medali perunggu.
Perolehan medali ini menjadi modal positif bagi Pengurus Provinsi Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Sumatera Utara dalam mengevaluasi sekaligus mempersiapkan atlet menghadapi agenda nasional berikutnya.
Medali Emas dari Pasangan Nageno Kata
Satu-satunya medali emas Sumut dipersembahkan oleh pasangan Nageno Kata, Fadli Ardiansyah Manik dan Krisjon Simorangkir. Mereka tampil impresif hingga menjadi yang terbaik di nomor mereka.
Medali Perak yang Berhasil Diraih
Dua medali perak lainnya diraih oleh Winda Sinaga di kelas -48 kilogram senior serta Inoue Al Aqsa Firdaus yang tampil di kelas -81 kilogram tingkat junior. Sementara itu, tambahan medali perak untuk Sumut datang dari Winner Felix Panggabean di kelas -73 kilogram senior.
Medali Perunggu yang Mengukir Prestasi
Empat medali perunggu disumbangkan oleh beberapa atlet Sumut. Diky Hartarto meraih medali perunggu di kelas -81 kilogram senior. Pasangan Ju No Kata Redinda Syahira dan Annisa Aquino juga berhasil menyumbangkan medali perunggu. Okky Wicaksono di kelas -100 kilogram serta Muhammad Daffin Prayoga di kelas +100 kilogram turut membawa pulang medali perunggu.
Penilaian Ketua Pengprov PJSI Sumatera Utara
Ketua Pengprov PJSI Sumatera Utara, Muhammad Arief Fadhillah, mengaku bersyukur karena target utama kontingen berhasil dipenuhi. Menurutnya, sejak awal Sumut memang membidik minimal satu medali emas pada Kejurnas Kasad Cup XVI.
"Secara keseluruhan target kami terpenuhi, yaitu satu medali emas. Namun kalau melihat jalannya pertandingan, sebenarnya ada beberapa peluang emas yang lepas," ujar Arief.
Ia menilai hasil akhir belum sepenuhnya menggambarkan potensi atlet Sumut. Jika seluruh pertandingan berjalan sesuai rencana, Sumut sebenarnya berpeluang membawa pulang hingga tiga medali emas.
Arief mencontohkan keberhasilan pasangan Nageno Kata yang justru mampu melampaui target awal. Sebaliknya, dua atlet yang diproyeksikan meraih medali emas, yakni Diky Hartarto dan Winner Felix Panggabean, belum mampu memenuhi ekspektasi.
"Dari jalannya pertandingan ada beberapa hal yang di luar dugaan. Kalau semua berjalan sesuai rencana, sebenarnya kami bisa mendapatkan tiga medali emas. Nageno Kata justru melebihi target, sementara Diky dan Winner yang diharapkan meraih emas justru meleset," jelasnya.
Perkembangan Positif dari Atlet Muda
Meski demikian, Arief melihat banyak perkembangan positif dari penampilan para atlet Sumut, terutama munculnya atlet-atlet muda yang mampu bersaing di level senior.
Salah satu kejutan datang dari Muhammad Daffin Prayoga. Atlet yang masih berstatus junior itu sukses merebut medali perunggu di kelas +100 kilogram senior, sebuah pencapaian yang menurut Arief berada di luar perkiraan tim pelatih.
Dalam perjalanannya, Daffin harus mengakui keunggulan atlet Pelatnas, Agas, pada babak semifinal. Meski gagal melaju ke final, ia mampu mengamankan medali perunggu dan menunjukkan potensi besar untuk masa depan.
Sementara itu, Okky Wicaksono yang turun di kelas -100 kilogram harus menghentikan langkahnya setelah dikalahkan pejudo Ganding, tetapi tetap berhasil membawa pulang medali perunggu.
"Banyak hasil yang di luar dugaan pada Kejurnas kali ini. Munculnya Daffin yang masih junior tetapi mampu meraih medali perunggu di kelas senior menjadi salah satu kejutan yang sangat positif bagi kami," katanya.
Apresiasi kepada Kontingen Sumut
Arief juga memberikan apresiasi kepada seluruh anggota kontingen Sumut yang berjumlah 34 atlet. Menurutnya, keikutsertaan dalam Kejurnas menjadi pengalaman berharga untuk meningkatkan kualitas bertanding para pejudo.
Ia menilai salah satu tantangan terbesar yang dihadapi atlet Sumut selama ini adalah minimnya jam terbang akibat terbatasnya kompetisi berkualitas di daerah.
"Di kejuaraan ini terlihat betapa pentingnya jam terbang pertandingan. Faktor itu yang masih menjadi tantangan bagi atlet-atlet kita di Sumatera Utara karena kesempatan bertanding masih terbatas. Setelah ini kami akan berdiskusi dengan Kabid Binpres dan para pelatih untuk menyusun program agar atlet lebih sering mengikuti kejuaraan sehingga pengalaman bertanding mereka terus meningkat," pungkasnya.
Hasil yang diraih pada Kejurnas Judo Kasad Cup XVI diharapkan menjadi pijakan bagi PJSI Sumut untuk terus meningkatkan prestasi atlet, sekaligus memperkuat persiapan menghadapi berbagai kejuaraan nasional maupun multievent yang akan datang.
0 Komentar