Kondisi Ai Juariah yang Viral dan Proses Pemulangannya
Ai Juariah (43), seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Kampung Babakan Turuy, Desa Karangwangi, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, viral setelah meminta tolong dipulangkan dalam kondisi bersimbah darah dari Libya. Informasi terbaru menyebutkan bahwa ia berangkat ke negara tersebut secara non prosedural.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cianjur, Deny Widya Lesmana, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengirim surat ke Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI untuk meminta bantuan terkait pemulangan Ai Juariah. Ia menegaskan bahwa TKW tersebut sudah berada di Libya selama 14 bulan dan telah berganti majikan sebanyak 11 kali.
- Menurut keterangan yang diperoleh, gaji Ai Juariah tidak diterima langsung oleh yang bersangkutan, melainkan kepada pihak ketiga. Hal ini masih menjadi fokus penelusuran oleh pihak terkait.

Deny menjelaskan bahwa tim dari Kemlu RI telah berhasil menemukan keberadaan Ai Juariah di Libya dengan kondisi yang cukup baik. Meski begitu, proses pemulangannya masih membutuhkan beberapa dokumen yang harus dipenuhi. Ia berharap tidak ada hambatan dalam proses tersebut karena keberadaan Ai Juariah telah diketahui, bahkan sudah berada di lingkungan KBRI di Libya.
Sebelumnya, video seorang perempuan dengan wajah berdarah-darah menangis dan meminta pertolongan Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk segera dipulangkan ke Indonesia sempat viral. Perempuan itu adalah Ai Juariah, seorang TKW asal Cianjur yang bekerja di Libya dan diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Dalam video berdurasi 59 detik, Ai Juariah menangis histeris sambil terus mengelap darah yang mengucur dari hidungnya. Ia mengeluh sudah tidak kuat karena kerap bekerja di luar kemampuan fisiknya. Kondisinya juga membuat mentalnya terganggu.

Camat Ciranjang, Hendri Prasetyadhi, mengatakan bahwa Ai Juariah diketahui telah bekerja di Libya selama 14 bulan dan diduga sebagai korban TPPO. Dugaan tersebut muncul karena sejak awal proses pemberangkatan, pihak keluarga tidak diberikan informasi ataupun salinan dokumen resmi terkait pemberangkatannya.
"Benar, perempuan yang ada di video viral tersebut merupakan warga kami bernama Ai Juariah asal Desa Karangwangi, Ciranjang. Beliau, saat ini, bekerja sebagai ART di Libya, sejak 14 bulan lalu," kata Hendri.
Berdasarkan keterangan suaminya, lanjut Hendri, Ai Juariah mengalami eksploitasi dengan bekerja di luar kemampuannya, tanpa diberikan waktu istirahat yang cukup. Luka yang dialaminya, menurut informasi, karena Ai terjatuh setelah tidak kuat dengan beban kerja yang diberikan oleh majikannya di Libya.
Hendri mengungkapkan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cianjur untuk menelusuri dan berupaya memulangkan Ai kembali ke Indonesia. Ia juga akan memeriksa seluruh proses atau dokumen pemberangkatannya apakah sudah sesuai prosedur atau sebaliknya.

Suami Ai Juariah, Ujang Suryana, mengaku dirinya tidak memegang satu pun salinan dokumen resmi terkait proses pemberangkatan istrinya ke Libya. "Sejak 14 bulan lalu, saya hanya menandatangani surat izin suami yang diberikan oleh pihak sponsor yang memberangkatkan istri saya," kata Ujang.
Ujang menjelaskan bahwa saat ini pihak sponsor yang memberangkatkan istrinya sudah sulit bahkan tidak dapat dihubungi setelah video istrinya yang meminta dipulangkan viral. "Saya berharap pemerintah dapat menelusuri keberadaan dan segera memulangkan istri saya. Karena, saya sangat khawatir dengan kondisi istri saya di Libya," ujarnya.

0 Komentar