Warga Bahagia, BumDes Mandiri di Borimasunggu Maros Berkat Program BRILian

Desa Borimasunggu: Perkembangan Wisata dan Pemberdayaan Masyarakat

Desa Borimasunggu, yang berada sekitar 9 kilometer dari pusat kota Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, kini semakin dikenal melalui wisata pemancingannya. Dari arah pusat kota, perjalanan memakan waktu sekitar 10 menit dengan kendaraan bermotor. Meskipun jalan yang dilalui bukanlah jalur utama, keindahan pemandangan persawahan yang terbentang luas di sepanjang perjalanan membuat perjalanan ini menjadi pengalaman yang menyenangkan.

Desa Borimasunggu termasuk dalam wilayah Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, dengan jumlah penduduk sekitar 1.900 jiwa. Pada tahun 2024, desa ini terpilih sebagai salah satu peserta program Desa BRILian yang merupakan inisiatif Bank Rakyat Indonesia (BRI) dalam pemberdayaan masyarakat desa. Program ini memberikan pendampingan dan bantuan dalam berbagai aspek, seperti pengembangan usaha, edukasi keuangan, serta penyediaan agen BRILink dan bantuan permodalan.

Pengembangan BumDes Mandiri Karya

Sejak tahun 2016, Desa Borimasunggu telah memiliki Badan Usaha Milik Desa (BumDes) Mandiri Karya. Awalnya, usaha ini masih dikelola secara sederhana dan tidak stabil. Namun, berkat pendampingan dari BRI melalui program Desa BRILian, BumDes Mandiri Karya mulai menata usaha dan memprioritaskan lini bisnis yang lebih menguntungkan.

Salah satu unit usaha yang berkembang adalah wisata pemancingan. Lokasi wisata ini berada di Dusun Borikaluku, yang cukup jauh dari pusat desa. Pengunjung harus melewati empat desa lainnya untuk sampai ke lokasi. Lahan wisata pemancingan ini dimiliki oleh warga setempat, tetapi BumDes Mandiri Karya turut mengelolanya. Di lokasi ini tersedia enam gazebo yang dapat disewa dengan harga mulai dari Rp80 ribu hingga Rp120 ribu.

Wisata pemancingan ini sangat diminati, terutama saat hari libur. Pengunjung biasanya datang bersama keluarga dan menikmati hasil tangkapan ikan langsung di tempat. Pendapatan dari wisata ini digunakan untuk pemberdayaan masyarakat, termasuk penyaluran kredit lewat unit simpan pinjam untuk usaha mikro.

Agen BRILink Mempermudah Transaksi Keuangan

Dengan jumlah penduduk sekitar 1.900 jiwa, kebutuhan transaksi keuangan di Desa Borimasunggu cukup tinggi. Sebelum adanya agen BRILink, warga harus menempuh perjalanan jauh ke pusat kota hanya untuk melakukan transaksi bank atau ATM. Beruntung, sejak masuk dalam program Desa BRILian, warga bisa menggunakan layanan agen BRILink.

Salah satu agen BRILink di desa ini adalah Toko Alay milik Alma Ayudiah. Kios ini melayani berbagai jenis transaksi, seperti transfer, penarikan tunai, pembayaran online, hingga beli token listrik. Biaya transaksi yang ditawarkan juga ramah di kantong, mulai dari Rp7 ribu untuk transfer di bawah Rp500 ribu hingga Rp10 ribu untuk transfer di atas Rp1 juta.

Kehadiran agen BRILink ini sangat membantu masyarakat, terutama bagi mereka yang bekerja sebagai nelayan, petani tambak udang, atau pembudidaya rumput laut. Contohnya, Hasmidar, seorang penambak udang, merasa sangat terbantu dengan akses transaksi yang lebih mudah dan cepat.

KUR BRI Berdayakan UMKM dan Pemuda Desa

Selain wisata pemancingan, BumDes Mandiri Karya juga mengelola beberapa unit usaha lainnya, seperti peternakan kambing, budidaya rumput laut, penjualan air minum, penyewaan pikap, dan pertamini. Tujuannya adalah mencari potensi ekonomi lokal dan memberdayakan masyarakat.

Salah satu contoh sukses adalah usaha pembuatan lemari berbahan aluminium yang dikelola oleh Juhriah. Melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI, ia berhasil mendapatkan modal sebesar Rp150 juta dengan tenor empat tahun. Usaha ini kini mempekerjakan enam orang, mayoritas anak muda dari Borimasunggu dan desa tetangga.

Herman, salah satu karyawan RR Aluminium, mengaku bahwa penghasilannya dari pekerjaan ini cukup untuk menopang kebutuhan keluarganya. Ia bahkan bisa menyekolahkan tiga anaknya.

0 Komentar