
Aceh Memperkenalkan Komoditas Unggulan ke Pengusaha Malaysia
Pemerintah Aceh menggelar Aceh–Malaysia Business Forum 2026 untuk memperkenalkan berbagai komoditas unggulan kepada para pengusaha Malaysia. Acara ini bertujuan untuk membuka peluang pemasaran produk-produk Aceh ke pasar negara jiran. Pertemuan tersebut berlangsung di Hotel The Pade, Banda Aceh, pada Jumat (7/8/2026), dan dihadiri oleh perwakilan dinas-dinas terkait Aceh.
Potensi Aceh yang Diperkenalkan
Dalam forum tersebut, perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh menyampaikan potensi daerah yang bisa dikembangkan bersama mitra internasional. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh, Marwan Nusuf, menjelaskan bahwa Aceh memiliki sejumlah komoditas unggulan yang siap dikembangkan.
Di bidang perdagangan, Aceh dikenal dengan kopi Gayo, nilam, kelapa sawit, kakao, hasil perikanan, dan berbagai produk agroindustri. Selain itu, Aceh juga menawarkan berbagai peluang investasi, seperti sektor industri pengolahan, energi terbarukan, pariwisata, logistik, kawasan industri, hingga ekonomi biru.
Membangun Kemitraan Bisnis yang Konkret
Marwan Nusuf menekankan bahwa Aceh–Malaysia Business Forum menjadi wadah strategis untuk mempererat hubungan perdagangan, investasi, dan kemitraan ekonomi antara Aceh dan Malaysia. Ia berharap forum ini bukan sekadar ajang presentasi potensi daerah, tetapi juga menjadi awal lahirnya kemitraan bisnis yang konkret.
Ia menambahkan bahwa Pemerintah Aceh terus berupaya menciptakan iklim investasi yang semakin kondusif melalui penyederhanaan perizinan, peningkatan pelayanan investasi, inovasi, serta pendampingan bagi investor sejak tahap perencanaan hingga realisasi investasi.
Kehadiran Pengusaha Malaysia
Perwakilan pengusaha Malaysia, Puan Zuraini Binti Kamal, menyampaikan bahwa sebagian pengusaha yang hadir dalam pertemuan tersebut sebenarnya sudah tidak asing dengan Aceh. Beberapa di antaranya bahkan telah beberapa kali berkunjung ke Aceh secara pribadi.
Namun, melalui pertemuan resmi tersebut, diharapkan dapat terbangun hubungan bisnis yang lebih konkret antara pengusaha dari kedua wilayah. “Pertemuan ini diharapkan dapat mempertemukan para pengusaha dan membangun ikatan bisnis yang memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak,” ujarnya.
Komoditas Unggulan Aceh yang Dipresentasikan
Dalam forum tersebut, Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh, Zulfikar, ST, MSP, turut memaparkan sejumlah komoditas unggulan Aceh kepada para pengusaha Malaysia. Ia menjelaskan bahwa Aceh memiliki kopi Gayo yang telah diekspor ke berbagai negara. Selain kopi, Aceh juga memiliki komoditas kakao, salah satunya diproduksi di Kabupaten Pidie Jaya.
Aceh juga memiliki sejumlah komoditas perkebunan lainnya, seperti pala dengan produksi sekitar 6,6 juta ton per tahun, pinang 12 ribu ton per tahun, dan kelapa dalam sekitar 3 ribu ton per tahun. Di sektor perikanan, Aceh memiliki potensi tuna dengan produksi rata-rata sekitar 3 ton, tongkol 8 ton, dan cakalang 8 ton.
Selain itu, Aceh juga memiliki komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi lainnya, seperti gurita, lobster, dan udang yang berpotensi dipasarkan ke pasar luar negeri.
Harapan Pemerintah Aceh
Pemerintah Aceh berharap potensi komoditas tersebut tidak hanya menjadi bahan promosi, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama perdagangan dan investasi yang memberikan manfaat bagi pelaku usaha serta perekonomian Aceh. Dengan adanya forum ini, diharapkan akan tercipta kolaborasi yang saling menguntungkan antara pelaku usaha Aceh dan Malaysia.
0 Komentar