Agustiar Sabran Pimpin PB Percasi 2026–2030, Catur Masuk Sekolah dan Tingkatkan Grandmaster


gubukinspirasi.id.CO.ID, JAKARTA — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat secara resmi melantik kepengurusan Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) periode 2026–2030 yang dipimpin oleh Agustiar Sabran. Pelantikan berlangsung di Ballroom Hotel Mulia Senayan, Jakarta, pada Senin (27/7/2026), menandai dimulainya era baru dalam pembinaan catur nasional selama empat tahun ke depan.

Acara pelantikan ini turut dihadiri oleh jajaran pengurus KONI Pusat, perwakilan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), serta seluruh pengurus baru PB Percasi. Momentum ini menjadi awal dari upaya penguatan pembinaan prestasi catur di Indonesia, dengan fokus utama pada lahirnya lebih banyak grandmaster (GM) Indonesia.

Setelah dilantik, Agustiar Sabran menyatakan bahwa kepengurusan barunya akan segera fokus pada konsolidasi organisasi sebelum menjalankan berbagai program strategis untuk memajukan olahraga catur di Indonesia. Ia menekankan pentingnya persatuan dalam setiap langkah yang diambil.

"Olahraga catur mengutamakan persatuan, di mana setiap gerakan harus selaras dalam mencapai tujuan. Oleh karena itu, pada tahap awal, kita akan melakukan konsolidasi dan menyamakan persepsi. Setelah itu, kita akan menyusun program jangka pendek, menengah, dan panjang," ujarnya.

Dalam program jangka pendek, Agustiar berkomitmen untuk merealisasikan pengembangan program "Catur Masuk Sekolah". Program ini sebenarnya telah dibangun oleh kepengurusan sebelumnya di bawah kepemimpinan GM Utut Adianto melalui kerja sama dengan BPK Penabur. Kerja sama tersebut telah mewujudkan kegiatan ekstrakurikuler catur di sekolah-sekolah serta penyelenggaraan kompetisi antarpelajar tingkat SD, SMP, dan SMA, baik nasional maupun internasional. Kepengurusan baru akan melanjutkan dan memperluas program tersebut melalui koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan di lingkungan pendidikan.

Selain fokus pada pembinaan pelajar, Agustiar juga memberi perhatian serius terhadap jumlah pecatur Indonesia yang masih sedikit memiliki gelar Grandmaster. Ia menilai diperlukan langkah konkret agar regenerasi pecatur elite nasional dapat berjalan lebih cepat.

Strategi yang disiapkan antara lain memperbanyak penyelenggaraan turnamen internasional berstatus FIDE Rated di Indonesia serta mengirim pecatur muda mengikuti berbagai kejuaraan luar negeri guna meningkatkan elo rating mereka.

"Target jangka panjang kita adalah mencetak lebih banyak Grand Master untuk mengibarkan Merah Putih dan mengumandangkan Lagu Indonesia Raya di ajang single maupun multi event internasional," kata Agustiar.

Ia juga menegaskan bahwa pencarian bibit atlet tidak boleh hanya berpusat di kota-kota besar. PB Percasi akan memperluas pembinaan hingga ke daerah-daerah sehingga talenta potensial dari seluruh pelosok Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.

Di sisi lain, perkembangan catur digital atau catur daring yang semakin diminati masyarakat juga akan menjadi perhatian kepengurusan baru. Menurut Agustiar, pembinaan terhadap atlet catur online akan disiapkan sebagai bagian dari pengembangan ekosistem catur nasional.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman mengapresiasi prestasi yang telah diraih cabang olahraga catur dalam beberapa tahun terakhir. Pada SEA Games Thailand 2025, Indonesia berhasil menyumbangkan satu medali emas, dua perak, dan empat perunggu. Selain itu, pada 9th Eastern Asia Youth Chess Championship 2025 di Zhuhai, China, Indonesia meraih empat medali emas, satu perak, dan dua perunggu.

Marciano menilai capaian tersebut merupakan hasil kerja keras para atlet, pelatih, serta seluruh jajaran pengurus PB Percasi mulai dari tingkat pusat hingga daerah. KONI, kata dia, akan terus memberikan dukungan terhadap program pembinaan prestasi agar Indonesia mampu melahirkan pecatur kelas dunia dan meningkatkan prestasi di berbagai kejuaraan internasional.

Ia juga mengingatkan pentingnya tata kelola organisasi yang baik sebagai fondasi pembinaan prestasi. Selain itu, Marciano meminta PB Percasi terus menjalankan kompetisi berjenjang secara berkesinambungan untuk menjaring bibit-bibit atlet terbaik dari seluruh Indonesia.

"Pembinaan dapat dilakukan mulai dari klub-klub, kabupaten-kota hingga provinsi dengan melibatkan sport science sehingga menghasilkan prestasi berkelanjutan," ujar Marciano.

Susunan Pengurus PB Percasi Masa Bakti 2026–2030:

Dewan Kehormatan
Hasyim Djojohadikusumo
Bambang Soesatyo

Dewan Pembina
Eka Putra Wirya
GM Utut Adianto
Laksda TNI Dr. Abdul Rivai Ras
Willy Midel Yoseph
Rikardo

Ketua Umum
Agustiar Sabran

Wakil Ketua Umum
I: Pandapotan Sinaga
II: Wiyanto Alamsyah
III: Khairul Munadi
IV: Irjen Pol. Ahmad Ramadhan
V: Merry Riana

Sekretaris Jenderal
Nanang Surahman Agung Pujalaksana

Wakil Sekretaris Jenderal
Agus Santoso
H. Ilham Busra

Bidang Pembinaan Prestasi
Susanto Megaranto, GM

Bidang Pertandingan dan Perwasitan
Stefani Dian Cheri Tri Astuti
Chesy Prila Hariputra

Bidang Pelatihan
Lisa Karlina Lumondong, WIM

0 Komentar