Banteng Jakarta FC Tampil di Soekarno Cup 2026, Mantan Persija Jadi Pelatih Utama


Banteng Jakarta FC telah menyiapkan 23 pemain untuk mengikuti turnamen sepak bola Soekarno Cup 2026. Persiapan tim ini dilakukan selama tiga bulan dan melibatkan proses seleksi serta kurasi pemain dari berbagai klub sekolah sepak bola. Tim U-17 yang akan mewakili DKI Jakarta ini dibentuk dengan kolaborasi antara Banteng Jakarta FC dan Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar (PPOP) Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta.

Proses pembentukan skuad tersebut dilakukan secara serius karena pada periode sebelumnya, persiapan pemain dinilai belum maksimal. Manager Banteng Jakarta FC, Adiyoga Nusyirwan, menyatakan bahwa pengalaman buruk tersebut menjadi evaluasi penting. Ia juga turun langsung dalam proses pembentukan tim setelah mendapat amanat dari jajaran DPD PDIP DKI Jakarta.

Setelah melalui proses seleksi, Banteng Jakarta FC menetapkan 23 pemain dan empat orang ofisial. Komposisi ini disusun sesuai ketentuan Panitia Nasional dan Panitia Pelaksana Soekarno Cup. Di lapangan, tim tidak ingin membangun permainan yang bertumpu pada satu atau dua pemain. Seluruh anggota skuad dipersiapkan dengan semangat kolektif agar kekuatan tim tidak bergantung pada individu tertentu.

Filosofi tersebut menjadi salah satu identitas yang ingin dibangun Banteng Jakarta FC menjelang kompetisi. Tim juga mengedepankan kultur kekeluargaan sebagai bagian dari proses membentuk pemain muda, bukan hanya mengejar kemampuan teknis di atas lapangan. Untuk memperkuat proses pembinaan, Banteng Jakarta FC menunjuk Agus Suprianto sebagai pelatih kepala. Agus merupakan mantan pemain Persija yang pernah memperkuat klub tersebut pada 2001 dan menjadi bagian dari tim yang meraih trofi di Gelora Bung Karno.

Selain Agus, tim kepelatihan juga diperkuat oleh Coach Yani dan Coach Rizky. Keduanya memiliki sertifikasi serta pengalaman menangani pertandingan nasional. Adiyoga menyebut para anggota tim kepelatihan tersebut memiliki rekam jejak profesional dan teruji.

Soekarno Cup 2026 akan berlangsung di tiga wilayah di Jawa Timur, yakni Surabaya, Gresik, dan Bangkalan, pada 10-24 Agustus 2026. Sebanyak 16 tim dari berbagai provinsi di Indonesia akan ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Banteng Jakarta FC yang membawa nama DKI Jakarta tergabung di Grup D bersama Jawa Tengah, Papua, dan Jambi.

Di luar persaingan turnamen, Soekarno Cup juga menjadi ruang pencarian pemain muda potensial. Para pemain yang mengikuti kompetisi ini bukan berstatus profesional, melainkan hasil penjaringan dari klub-klub SSB. Khusus DKI Jakarta, proses tersebut dilakukan dengan menggandeng PPOP Ragunan. Pemain yang terpilih kemudian dikembangkan agar memiliki peluang melanjutkan karier ke klub pada jenjang yang lebih tinggi.

Dengan persiapan yang telah berlangsung selama tiga bulan, Banteng Jakarta FC kini memasuki fase akhir sebelum berangkat ke Jawa Timur. Adiyoga tidak memasang target berlebihan karena menilai seluruh peserta memiliki peluang yang relatif sama setelah menjalani persiapan masing-masing. Bagi tim DKI Jakarta, fokus utama adalah memberikan performa terbaik dan memaksimalkan seluruh proses yang telah dilakukan sejak pembentukan skuad.

Sekretaris DPD PDIP DKI Jakarta Pantas Nainggolan mengatakan, Banteng Jakarta FC mengincar gelar juara Soekarno Cup 2026 demi membuka peluang Jakarta menjadi tuan rumah penyelenggaraan turnamen tersebut pada tahun berikutnya. Status tuan rumah pada perhelatan selanjutnya memang akan diberikan kepada tim yang berhasil menjadi juara Soekarno Cup tahun ini.

Karena itu, keberhasilan Banteng Jakarta FC merebut gelar juara tidak hanya akan menjadi pencapaian di lapangan, tetapi juga membuka kesempatan bagi Jakarta untuk menjadi lokasi penyelenggaraan turnamen pada edisi berikutnya. Target umumnya ya setiap kesebelasan pasti ingin tampil menjadi juara. Nah Jakarta yang sebagai Daerah Khusus Ibu Kota juga perlu mempersiapkan diri lebih baik, sehingga mudah-mudahan di tahun depan Jakarta bisa menjadi tuan rumah.

Pantas menilai peluang tersebut harus dijawab dengan persiapan yang lebih matang. Pengalaman pada penyelenggaraan sebelumnya, khususnya saat berlangsung di Bali, menjadi bahan evaluasi bagi DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta dalam menyiapkan tim. Persiapan dilakukan melalui sejumlah tahapan, termasuk proses perekrutan pemain.

Pantas menyebut animo masyarakat terhadap proses seleksi tersebut cukup tinggi setelah rekrutmen dibuka secara digital. Besarnya jumlah peminat membuat proses seleksi harus dilakukan secara bertahap hingga akhirnya diperoleh komposisi pemain yang akan memperkuat Banteng Jakarta FC.

Sementara itu Bendahara Panitia Nasional Soekarno Cup 2026, Yuke Yurike mengatakan, ajang ini tak hanya dirancang sebagai ajang kompetisi sepak bola antarpemain muda. Kata dia, Panitia Nasional juga menyisipkan edukasi sejarah dengan mengenalkan sosok Presiden pertama RI, Ir. Soekarno, kepada para peserta melalui konsep tematik selama turnamen berlangsung. Yuke mengatakan, konsep tersebut dibuat agar para pemain tidak hanya mengenal Bung Karno sebatas nama yang melekat pada turnamen.

Sejumlah kata-kata bijak atau quotes Bung Karno akan turut diselipkan dalam rangkaian kegiatan sebagai bagian dari upaya memperkenalkan pemikiran dan sosoknya kepada generasi muda. Menurut Yuke, pendekatan tersebut juga akan diperkuat dengan pengenalan sejumlah lokasi bersejarah yang berkaitan dengan perjalanan hidup Bung Karno di Jawa Timur.

Jadi kan orang cuma tahu nama-nama doang. Jadi di saat itu di tempat bola itu, nanti ada cerita seperti Bung Karno, sejarah Bung Karno. Selain menyelipkan cerita sejarah dalam kegiatan pertandingan, panitia juga menyiapkan agenda kunjungan bagi para pemain ke sejumlah tempat yang memiliki kaitan dengan Bung Karno. Para pemain nantinya akan diajak mengikuti tur ke lokasi-lokasi bersejarah, termasuk kawasan yang berkaitan dengan perjalanan Bung Karno di Jawa Timur.

Agenda tersebut diharapkan membuat peserta mendapatkan pengalaman di luar lapangan sekaligus memahami latar sejarah yang menjadi bagian dari identitas turnamen. Yuke menyebut momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus menjadi salah satu waktu yang dimanfaatkan untuk kegiatan tersebut. Saat rangkaian Soekarno Cup masih berlangsung, para pemain akan dibawa ke Blitar untuk mengenal lebih dekat sejumlah jejak sejarah Bung Karno.

Tidak salah untuk pas 17 Agustus di Blitar. 17 Agustus kan kami masih masuk kegiatan, tapi pas 17 Agustus, pemain bola ini akan dibawa ke Blitar.

0 Komentar