Berlayar di Pantai Losari, Ikaprobsi Usulkan 6 Rekomendasi untuk Bahasa Indonesia

Peran Bahasa Indonesia di Era Kompetisi Global

Di tengah angin laut yang bergerak pelan, kapal pinisi meninggalkan pesisir Pantai Losari, Sabtu, 8 Agustus 2026, malam. Dari geladak, cahaya kota Makassar tampak memanjang di tepian laut. Di tengah suasana tenang itu, rangkaian Rakernas X dan Seminar Internasional Perkumpulan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Ikaprobsi ditutup dengan pembacaan enam rekomendasi penting.

Rekomendasi tersebut dibacakan oleh Wakil Sekretaris Jenderal Ikaprobsi, Prof Dr Suhartono dari Universitas Negeri Surabaya. Forum yang berlangsung di Makassar pada 7-9 Agustus 2026 mengangkat tema “Peran Bahasa Indonesia pada Era Kompetisi Global”. Pembacaan rekomendasi dilakukan di atas kapal pinisi, yang menjadi simbol budaya maritim Bugis-Makassar, memberikan nuansa berbeda dalam penutupan acara.

Enam Rekomendasi untuk Membangun Pendidikan Bahasa Indonesia

  1. Keberlanjutan Keanggotaan Program Studi
    Ikaprobsi meminta agar keberlanjutan keanggotaan program studi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia tetap dijaga. Organisasi ini juga dinilai perlu memperkuat peran koordinatif dan penguatan akademik program studi. Penguatan mencakup standardisasi mutu, capaian pembelajaran lulusan, transformasi digital melalui learning management system (LMS), serta penyusunan pedoman formulasi AI sebagai alat penguat program studi.

  2. Penggunaan Bahasa Indonesia di Lingkungan Perguruan Tinggi
    Perguruan tinggi didorong menjadi contoh dalam penggunaan bahasa Indonesia. Ikaprobsi merekomendasikan agar bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa pengantar pendidikan, komunikasi di lingkungan kerja, dokumen resmi akademik, serta forum ilmiah nasional dan internasional yang diselenggarakan perguruan tinggi di Indonesia.

  3. Peta Jalan Nasional Pembelajaran Bahasa Indonesia
    Pemerintah diminta menyusun peta jalan nasional pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah. Peta jalan tersebut perlu berorientasi pada pengembangan literasi peserta didik, kesadaran menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, serta pembelajaran yang mendorong kemampuan berpikir dan kompetensi sosial-emosional peserta didik yang bermoral.

  4. Peningkatan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
    Ikaprobsi merekomendasikan peningkatan pendanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berpotensi memperkuat bahasa Indonesia, termasuk sebagai pendukung kemandirian pangan dan energi.

  5. Kolaborasi Antarorganisasi
    Ikaprobsi mendorong penyusunan skema kolaborasi antarorganisasi dan antaranggota untuk memperkuat peran bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional. Kolaborasi ini diarahkan pada implementasi tridarma perguruan tinggi, termasuk publikasi ilmiah yang mengutamakan penggunaan bahasa Indonesia sebagai media komunikasi budaya dan studi keilmuan.

  6. Gerakan Kampus untuk Mengkritisi Penggunaan Bahasa Indonesia
    Ikaprobsi mendorong lahirnya gerakan kampus untuk mengkritisi penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik dan media sosial. Gerakan ini dipelopori program studi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia melalui diskusi, pembelajaran, serta kajian dan penelitian mahasiswa dan dosen. Tujuannya bukan sekadar menemukan kesalahan penggunaan bahasa, tetapi juga menawarkan solusi terhadap persoalan yang muncul.

Hymne Bahasa Indonesia sebagai Simbol Identitas

Setelah pembacaan rekomendasi, Ketua Panitia Rakernas X dan Seminar Internasional Ikaprobsi, Prof Andi Sukri Syamsuri, menyampaikan sambutan singkat. Ia menyampaikan terima kasih atas kepercayaan kepada Unismuh Makassar dan Ikaprobsi wilayah sebagai penyelenggara Rakernas X dan Seminar Internasional 2026. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas kekurangan selama rangkaian kegiatan.

Di penghujung sambutannya, Prof Andis menitipkan satu kebiasaan yang ingin dijaga setelah pertemuan di Makassar. Ia mengusulkan agar setiap kegiatan Ikaprobsi membiasakan menyanyikan “Hymne Bahasa Indonesia”.

Ketua Umum Ikaprobsi, Prof Dr Sarwiji Suwandi, MPd, kemudian menutup seluruh rangkaian kegiatan. Kapal pinisi terus bergerak di perairan Losari ketika pertemuan berakhir. Para peserta akan kembali ke kampus masing-masing, tetapi enam rekomendasi yang dibacakan malam itu membawa pekerjaan yang lebih panjang: memperkuat mutu program studi, merespons AI, membenahi pembelajaran, memperluas riset dan kolaborasi, serta memastikan bahasa Indonesia semakin kokoh di kampus, ruang publik, dan percakapan global.


0 Komentar