
Ringkasan Berita:
- Anggaran Paskibraka Kabupaten Pasangkayu 2026 turun menjadi Rp746 juta dari tahun sebelumnya yang mencapai lebih dari Rp900 juta.
- Kesbangpol Pasangkayu memastikan penurunan anggaran tidak mengurangi kualitas pembinaan 72 anggota Paskibraka yang akan bertugas pada HUT ke-81 RI.
- Akibat efisiensi anggaran, jumlah kamar karantina peserta berkurang dari rencana 36 kamar menjadi 35 kamar di Hotel Graha Matra.
TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU-Anggaran pelaksanaan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Pasangkayu tahun 2026 mengalami penurunan cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Meski demikian, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Pasangkayu memastikan seluruh tahapan persiapan hingga pelaksanaan tugas pengibaran bendera tetap berjalan maksimal.
Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Pasangkayu, Nasrum, mengatakan anggaran Paskibraka tahun 2026 hanya sebesar Rp746 juta.
Jumlah tersebut menurun dibanding tahun 2025 yang mencapai lebih dari Rp900 juta.
Bahkan, pada beberapa tahun sebelumnya anggaran kegiatan Paskibraka di Kabupaten Pasangkayu sempat menyentuh angka Rp1 miliar.
“Kalau dibandingkan tahun lalu memang ada penurunan yang cukup besar. Tahun ini anggarannya Rp746 juta, sedangkan tahun lalu lebih dari Rp900 juta. Beberapa tahun sebelumnya bahkan pernah mencapai sekitar Rp1 miliar,” ujar Nasrum saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (28/7/2026).
Ia menjelaskan, anggaran tersebut digunakan untuk membiayai seluruh kebutuhan pelaksanaan Paskibraka, mulai dari proses seleksi, pemusatan pendidikan dan pelatihan, karantina, konsumsi peserta, pengadaan perlengkapan dan seragam, hingga kegiatan setelah pelaksanaan upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurut Nasrum, penyesuaian anggaran membuat pihaknya harus lebih cermat dalam mengatur kebutuhan selama kegiatan berlangsung.
Meski begitu, pihaknya berupaya agar kualitas pembinaan terhadap anggota Paskibraka tidak mengalami penurunan.
“Kami harus menyesuaikan dengan kondisi anggaran yang tersedia. Namun prinsipnya, pelaksanaan tetap harus berjalan baik dan kebutuhan utama peserta tetap menjadi prioritas,” katanya.
Salah satu dampak yang paling terlihat dari penurunan anggaran tersebut adalah berkurangnya jumlah kamar hotel yang disiapkan untuk tempat karantina anggota Paskibraka.
Awalnya, Kesbangpol merencanakan menyediakan 36 kamar dengan komposisi dua peserta dalam satu kamar.
Namun karena keterbatasan anggaran, jumlah kamar yang dapat disediakan hanya 35 kamar.
Meski demikian, Nasrum memastikan kondisi tersebut tidak akan mengganggu kenyamanan maupun pelaksanaan karantina peserta.
Kesbangpol telah menetapkan Hotel Graha Matra sebagai lokasi pemusatan pendidikan dan pelatihan setelah sebelumnya melakukan survei ke sejumlah hotel di wilayah Pasangkayu.
“Awalnya perencanaan 36 kamar, tetapi yang bisa kami siapkan sekarang 35 kamar. Kami tetap mengatur agar seluruh peserta dapat tertampung dengan baik selama masa karantina,” jelasnya.
Sebanyak 72 anggota Paskibraka yang terdiri dari 36 putra dan 36 putri telah dinyatakan lolos seleksi tahun 2026.
Mereka merupakan pelajar pilihan dari berbagai sekolah di Kabupaten Pasangkayu yang akan bertugas pada upacara peringatan HUT RI tingkat kabupaten.
Para anggota Paskibraka dijadwalkan mulai memasuki masa karantina pada 7 Agustus 2026 hingga 18 Agustus 2026.
Selama masa tersebut, mereka akan menjalani berbagai kegiatan pembinaan, mulai dari latihan baris-berbaris, pembentukan karakter, penguatan wawasan kebangsaan, pembinaan mental, hingga pelatihan kedisiplinan.
Selain itu, Kesbangpol juga masih menyelesaikan proses pengadaan berbagai perlengkapan yang akan digunakan peserta selama pelatihan dan pelaksanaan upacara.
Perlengkapan tersebut meliputi pakaian latihan, atribut pendukung, hingga Pakaian Dinas Upacara (PDU) lengkap.
Nasrum menegaskan bahwa meskipun anggaran berkurang, pihaknya tidak ingin mengurangi kualitas pembinaan terhadap para anggota Paskibraka.
Ia menilai para peserta merupakan putra-putri terbaik daerah yang telah melalui proses seleksi ketat dan harus mendapatkan pembinaan yang maksimal.
“Kami tetap berkomitmen memberikan yang terbaik. Walaupun anggaran berkurang, semangat pembinaan tidak boleh berkurang. Mereka adalah putra-putri terbaik Pasangkayu yang akan menjalankan tugas penting pada peringatan kemerdekaan nanti,” tutup Nasrum. (*)
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan
0 Komentar