Indonesia Sehat Jiwa Latih Peer Buddy di Makassar Lawan Bullying

Indonesia Sehat Jiwa Latih Peer Buddy di Makassar Lawan Bullying

Program Peer Buddy di Sekolah Islam Athirah Makassar

Indonesia Sehat Jiwa (ISJ) dari Yayasan Mahargijono Schützenberger Indonesia mengambil langkah nyata dalam menghadapi ancaman perundungan dan tekanan psikososial di kalangan remaja. Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah pembentukan dan pelatihan Peer Buddy di Sekolah Islam Athirah Makassar, pada Sabtu (8/8). Peer Buddy merupakan perwakilan siswa yang dilatih untuk menjadi pendengar aman dan penolong bagi teman sebaya.

Kampanye interaktif "Anak Hebat: Bijak Bergadget, Anti Bullying, dan Sehat Jiwa" menjadi wadah utama dalam program ini. Kampanye tersebut secara khusus mengajak remaja memahami pentingnya "Bersahabat dengan Emosi". Langkah ini menjadi bagian dari upaya intervensi dini dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan mental, termasuk perundungan dan kesulitan mengelola emosi.

Data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Makassar menunjukkan peningkatan signifikan dalam laporan kasus kekerasan dan perundungan. Jumlah kasus meningkat tajam dari 520 kasus pada 2024 menjadi 1.222 kasus pada 2025. Selain itu, kesulitan mengelola emosi, tekanan akademik, dan rasa terisolasi juga menjadi faktor risiko yang dapat meningkatkan depresi, kecemasan, hingga munculnya pikiran bunuh diri pada remaja.

Melalui program Peer Buddy, siswa-siswi pilihan di Sekolah Islam Athirah Makassar mendapatkan pelatihan intensif dari tim psikolog dan konselor ISJ mengenai keterampilan dasar Pertolongan Pertama Psikologis atau Psychological First Aid. Mereka juga dibekali kemampuan berkomunikasi dengan empati serta keterampilan mengenali dan mengelola emosi diri sendiri maupun membantu teman sebaya yang sedang menghadapi persoalan.

Dalam menjalankan perannya, Peer Buddy diposisikan sebagai teman curhat sebaya yang mampu menjadi pendengar aman, hangat, dan menjaga kerahasiaan bagi teman yang membutuhkan ruang untuk bercerita tanpa takut dihakimi. Mereka juga menjadi duta anti-bullying yang aktif membangun budaya saling menghargai sekaligus mencegah perundungan dalam berbagai bentuk, mulai dari kekerasan fisik, verbal, hingga cyberbullying.

Selain itu, Peer Buddy berfungsi sebagai jembatan rujukan dengan membantu mengenali indikasi krisis sejak awal dan menghubungkan teman yang membutuhkan penanganan lebih lanjut kepada guru Bimbingan Konseling, pihak sekolah, maupun tim profesional ISJ.

Salah satu materi utama dalam pelatihan tersebut adalah modul "Bersahabat dengan Emosi" yang mengajak siswa memahami bahwa marah, sedih, cemas, kecewa, dan berbagai emosi lainnya merupakan respons manusiawi yang wajar sehingga tidak perlu ditakuti ataupun dipendam secara negatif.

Ketua Indonesia Sehat Jiwa, Sofia Ambarini, menekankan pentingnya kemampuan regulasi emosi bagi remaja agar mereka mampu mengenali dan menyalurkan perasaan dengan cara yang sehat. "Sering kali perilaku perundungan timbul karena ketidakmampuan remaja dalam menyalurkan emosi negatif yang mereka rasakan. Lewat kampanye 'Anak Hebat', kami ingin mengedukasi siswa Sekolah Islam Athirah untuk mengenali emosi mereka, memvalidasinya, dan mengekspresikannya secara sehat. Mengandalkan tenaga profesional saja tidak akan cukup. Dengan melatih perwakilan siswa menjadi Peer Buddy, mereka sendiri yang bergerak saling menguatkan di tengah iklim sebaya," jelas Sofia Ambarini.

Kampanye "Anak Hebat" juga memberikan edukasi mengenai penggunaan gadget dan media sosial secara bijak dengan mengajak siswa memahami dampak screen time berlebihan terhadap kualitas tidur dan kestabilan emosional. Para siswa turut diarahkan untuk memiliki kemampuan membentengi diri dari berbagai dampak negatif interaksi digital sehingga penggunaan teknologi dapat tetap mendukung aktivitas dan perkembangan mereka.

Inisiatif Indonesia Sehat Jiwa bersama Sekolah Islam Athirah Makassar tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi institusi pendidikan lainnya di Sulawesi Selatan dalam membangun ekosistem sekolah yang tangguh, penuh empati, serta mampu memberikan ruang aman bagi kesehatan jiwa remaja.


0 Komentar