Jadwal Rerahinan Terdekat: Kajeng Kliwon Uwudan 11 Agustus 2026

Jadwal Rerahinan Terdekat: Kajeng Kliwon Uwudan 11 Agustus 2026

Perayaan Kajeng Kliwon Uwudan pada 11 Agustus 2026

Umat Hindu Bali akan merayakan hari suci Kajeng Kliwon pada Selasa, 11 Agustus 2026. Dalam Kalender Bali, perayaan ini merupakan Kajeng Kliwon Uwudan, yaitu perayaan yang terjadi setelah Purnama. Kajeng Kliwon adalah salah satu hari suci yang diperingati umat Hindu Bali setiap 15 hari sekali.

Hari ini terjadi dari pertemuan antara Kajeng, hari terakhir dalam Tri Wara, dengan Kliwon, hari terakhir dalam Pancawara. Selain menjadi momen untuk meningkatkan spiritualitas, Kajeng Kliwon juga memiliki makna penting dalam menjaga keseimbangan antara kehidupan manusia dan kekuatan alam.

Makna Kliwon dalam Lontar Sundarigama

Dalam Lontar Sundarigama, makna Kliwon dan pelaksanaan upakaranya dijelaskan secara rinci. Sejumlah kutipan mengungkap bahwa Kliwon merupakan payogan atau saat Bhatara Siwa melakukan yoga. Oleh karena itu, umat Hindu dianjurkan melakukan penyucian diri dengan menghaturkan wangi-wangian di sanggar atau merajan serta di atas tempat tidur.

Selain itu, persembahan juga dihaturkan di sejumlah bagian pekarangan rumah sebagai bentuk permohonan perlindungan dan keseimbangan.

Persembahan Saat Kajeng Kliwon

Dalam pelaksanaan Kliwon, umat Hindu dapat menghaturkan segehan kepel dua kepel menjadi satu tanding. Persembahan tersebut ditempatkan di halaman merajan, pintu keluar masuk pekarangan, serta halaman rumah. Masing-masing persembahan memiliki tujuan dan ditujukan kepada kekuatan yang berbeda.

Di halaman merajan, persembahan ditujukan kepada Sang Bhuta Bhucari. Di pintu keluar masuk pekarangan, persembahan ditujukan kepada Sang Durgha Bhucari. Sementara di halaman rumah, persembahan ditujukan kepada Sang Kala Bhucari. Persembahan tersebut dimaksudkan sebagai labaan pada setiap Kliwon untuk memohon agar pekarangan dan seluruh anggota keluarga mendapatkan perlindungan serta kehidupan yang rahayu.

Tambahan Persembahan pada Kajeng Kliwon

Untuk Kajeng Kliwon, terdapat tambahan sarana dibandingkan pelaksanaan Kliwon biasa. Dalam Lontar Sundarigama disebutkan bahwa terdapat segehan lima warna sebanyak lima tanding. Pada bagian samping kori sebelah atas, dihaturkan canang wangi-wangi, burat wangi, dan canang yasa. Pemujaan ditujukan kepada Hyang Durga Dewi.

Sementara persembahan yang dihaturkan di bagian bawah ditujukan kepada Sang Durga Bhucari, Kala Bhucari, dan Bhuta Bhucari. Persembahan tersebut menjadi bagian dari upaya umat Hindu memohon keselamatan dan perlindungan bagi seluruh penghuni rumah.

Jenis-Jenis Kajeng Kliwon

Dalam buku Pokok-pokok Wariga karya I. B. Suparta Ardhana, disebutkan adanya beberapa jenis Kajeng Kliwon, di antaranya Kajeng Kliwon Uwudan dan Kajeng Kliwon Enyitan. Kajeng Kliwon Uwudan merupakan Kajeng Kliwon yang diperingati setelah Purnama. Sementara Kajeng Kliwon Enyitan dilaksanakan setelah Tilem.

Dalam sumber tersebut, Kajeng Kliwon Uwudan disebut sebagai hari yang berkaitan dengan ilmu pengiwa, sedangkan Kajeng Kliwon Enyitan berkaitan dengan pembuatan sasikepan atau sesuatu yang dipercaya memiliki kekuatan gaib. Selain kedua jenis tersebut, dikenal pula Kajeng Kliwon Pamelastali, yakni Kajeng Kliwon yang jatuh pada hari Minggu Wuku Watugunung.

Kajeng Kliwon 11 Agustus 2026

Dengan demikian, Kajeng Kliwon 11 Agustus 2026 merupakan Kajeng Kliwon Uwudan karena jatuh setelah Purnama. Hari suci ini dapat dimanfaatkan umat Hindu untuk meningkatkan sraddha dan bhakti melalui persembahyangan, melakukan penyucian diri, serta menghaturkan persembahan sesuai dengan tradisi dan desa, kala, patra masing-masing.

Selain aspek ritual, Kajeng Kliwon juga menjadi momentum untuk melakukan pengendalian diri dan menjaga keharmonisan kehidupan, baik dengan keluarga, lingkungan maupun alam semesta.


0 Komentar