
Perjalanan Pengabdian Darwin Muksin yang Meninggalkan Duka Mendalam
Darwin Muksin, S.Sos., MM, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Utara, meninggal dunia pada Sabtu (8/8/2026) setelah mengalami kondisi darurat saat menjalankan tugas dalam rangkaian Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2026. Kepergiannya menimbulkan duka mendalam bagi seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
Bagi Asisten II Pemprov Sulut, Jemmy Ringkuangan, Darwin bukan hanya seorang pejabat pemerintahan, tetapi juga sahabat yang dikenang sebagai sosok dengan dedikasi, kerja keras, dan ketulusan dalam menjalankan tugas. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas pengabdian Darwin selama berada di pemerintahan.
"Terima kasih atas pengabdianmu, sahabat Darwin Ipe Muchin, Kadis Perkebunan Provinsi Sulut," tulis Jemmy dalam ungkapan dukanya. Baginya, perjalanan pengabdian Darwin selama berada di pemerintahan telah meninggalkan kesan mendalam. Dedikasi dan kerja keras yang ditunjukkan Darwin dalam menjalankan amanah, menurutnya, menjadi teladan sekaligus inspirasi bagi banyak orang.
"Dedikasi, kerja keras, dan ketulusanmu dalam menjalankan tugas telah menjadi teladan dan inspirasi bagi banyak orang," ujar Jemmy. Ia juga mendoakan agar seluruh pengabdian Darwin selama hidupnya menjadi amal yang bernilai.
"Semoga setiap langkah pengabdianmu menjadi amal yang bernilai, membawa kebaikan, dan dikenang dengan penuh hormat," tambahnya. Ungkapan Jemmy memperlihatkan bahwa sosok Darwin meninggalkan kesan bukan hanya melalui jabatan yang pernah diembannya, tetapi juga melalui hubungan persahabatan yang dibangun selama menjalankan tugas sebagai birokrat.
Kehilangan tersebut semakin terasa karena Darwin pergi ketika masih aktif menjalankan tugas sebagai Kepala Dinas Perkebunan Sulut. Ia sempat dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis, namun nyawanya tidak tertolong.
Kabar duka tersebut turut dirasakan Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling (YSK). Saat melihat jenazah Darwin, YSK tampak begitu berduka. Gubernur bahkan memegang jenazah almarhum dan kemudian mendoakannya.
YSK menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya Darwin yang merupakan bagian dari keluarga besar Pemprov Sulut. "Ini adalah kehilangan besar bagi kami. Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, saya menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan," ujarnya.
Kesedihan juga terlihat dari Ketua Tim Penggerak PKK Sulawesi Utara, Anik Yulius Selvanus. Saat berada di rumah duka, Anik langsung memeluk istri dan anak Darwin Muksin. Air mata kesedihan mengiringi pelukan tersebut. Anik memberikan penguatan kepada keluarga Darwin yang tengah menghadapi kehilangan besar.
Darwin sendiri dikenal sebagai birokrat berpengalaman di Sulawesi Utara. Ia pernah dipercaya menjabat Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sulut, Plh Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), hingga Penjabat (Pj) Bupati Bolmut. Sebelum meninggal dunia, Darwin mengemban amanat sebagai Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Utara.
Di balik sederet jabatan tersebut, bagi Jemmy Ringkuangan, Darwin akan tetap dikenang sebagai sahabat. Sosok yang mendedikasikan diri, bekerja keras, dan menjalankan tugas dengan ketulusan. Kini, sosok sahabat itu telah pergi. Namun, dedikasi, kerja keras, dan kebaikan Darwin akan tetap menjadi bagian dari kenangan orang-orang yang pernah berjalan bersamanya dalam pengabdian.
Jemmy pun menitipkan doa bagi keluarga yang ditinggalkan. "Tuhan senantiasa memberikan ketabahan dan penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan. Amin."
Selamat jalan, sahabat Darwin Ipe Muchin. Pengabdianmu telah selesai, tetapi kebaikan dan ketulusanmu akan tetap dikenang.
0 Komentar