Kunjungan Politik AMY ke Sumsel, dari Masjid Cheng Hoo hingga Pertandingan Minisoccer

Kunjungan Presiden PKS ke Sumatra Selatan: Kedekatan dengan Masyarakat dan Budaya Lokal


Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Almuzzammil Yusuf (AMY) akan melakukan kunjungan ke Provinsi Sumatra Selatan pada 9–10 Agustus 2026. Kunjungan ini tidak hanya berfokus pada agenda internal partai, tetapi juga memiliki makna strategis karena Sumatra Selatan menjadi provinsi ke-30 yang dikunjungi oleh AMY dalam kurun satu tahun terakhir.

Rangga Kusumo, Juru Bicara Muda PKS sekaligus Sekretaris Kantor Staf Presiden (KSP) PKS, menjelaskan bahwa Safari Presiden PKS, AMY ke Sumatra Selatan merupakan bagian dari upaya PKS untuk terus hadir di tengah masyarakat. AMY ingin mendengar langsung aspirasi warga, mempererat silaturahim dengan berbagai tokoh, serta menguatkan semangat kolaborasi dalam membangun bangsa dari daerah.

Sumatra Selatan dipilih sebagai titik Safari Kebangsaan AMY karena memiliki sejarah besar dalam peradaban Nusantara melalui kejayaan Sriwijaya. Sumsel pun dikenal sebagai daerah yang kaya akan nilai-nilai religius, budaya, dan semangat kebersamaan.

Agenda Strategis yang Disiapkan

Selama berada di Bumi Sriwijaya, AMY akan mengikuti sejumlah agenda strategis. Agenda dimulai dengan silaturahmi dan diskusi kebangsaan yang dihadiri oleh tokoh masyarakat, tokoh agama, akademisi, serta sejumlah pejabat daerah di Sumatra Selatan.

Dalam forum tersebut, AMY akan menyampaikan pesan kebangsaan dengan mengangkat narasi kejayaan Sriwijaya, semangat kepahlawanan masyarakat Sumsel, serta pentingnya membangun karakter generasi muda menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Selain itu, AMY dijadwalkan melaksanakan sholat berjamaah di Masjid Al-Islam Muhammad Cheng Hoo Sriwijaya Palembang. Kegiatan tersebut menjadi momentum silaturahim dengan pengurus masjid dan tokoh masyarakat sekaligus memperkuat nilai persaudaraan, kerukunan, dan moderasi dalam kehidupan berbangsa.

Interaksi dengan Generasi Muda

Selain agenda tersebut, AMY juga dijadwalkan mengikuti pertandingan minisoccer bersama para pemuda dan influencer muda di Palembang. Kegiatan ini menjadi ruang interaksi yang lebih cair sekaligus mempererat kedekatan dengan generasi muda melalui semangat sportivitas, kebersamaan, dan gaya hidup sehat.

Rangga menjelaskan bahwa olahraga dipilih sebagai salah satu medium untuk mempererat kebersamaan sekaligus mengampanyekan gaya hidup sehat. AMY memiliki rekam jejak sebagai atlet sepak bola. Melalui kegiatan minisoccer ini, beliau ingin menyampaikan bahwa politik tidak harus selalu berlangsung di ruang formal. Ada ruang-ruang kebersamaan yang dapat mempererat persaudaraan, membangun kolaborasi, dan mendekatkan pemimpin dengan masyarakat, khususnya generasi muda.

Menikmati Kuliner Khas Palembang

Usai kegiatan tersebut, AMY juga akan menikmati kuliner khas Palembang melalui agenda "Ngirup Cuko Pempek di Pinggir Sungai Musi." Agenda ini dikemas sebagai bentuk apresiasi terhadap kekayaan kuliner dan budaya lokal sekaligus mendorong promosi potensi wisata Sumatra Selatan.

Menurut Rangga, kegiatan tersebut tidak sekadar menikmati kuliner, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan identitas daerah kepada masyarakat luas. Palembang memiliki kekayaan budaya dan kuliner yang menjadi kebanggaan Indonesia. AMY ingin ikut mengangkat potensi lokal dengan berinteraksi langsung bersama pelaku UMKM, pegiat kreatif, dan influencer daerah sehingga keindahan Sungai Musi serta kelezatan pempek semakin dikenal masyarakat luas.

Agenda "Ngirup Cuko Pempek di Pinggir Sungai Musi" akan mengajak AMY menikmati pempek khas Palembang di kawasan tepian Sungai Musi, berdialog dengan pelaku usaha kuliner, serta berkolaborasi membuat konten bersama kreator muda lokal untuk mempromosikan destinasi wisata, budaya, dan ekonomi kreatif Sumatra Selatan.

Pesan Politik yang Dekat dengan Masyarakat

Rangga menegaskan bahwa rangkaian Safari Kebangsaan AMY di Sumatra Selatan dirancang tidak hanya memperkuat konsolidasi organisasi, tetapi juga menghadirkan pesan bahwa politik harus dekat dengan kehidupan masyarakat, menghargai budaya lokal, mendukung UMKM, serta mendorong lahirnya kolaborasi positif bagi kemajuan daerah.

0 Komentar