Mural 81 di Sukoharjo yang Viral Kini Dihapus Usai Memicu Spekulasi

Mural 81 di Sukoharjo yang Viral Kini Dihapus Usai Memicu Spekulasi

Mural Angka 81 di Desa Makamhaji Jadi Perbincangan

Mural yang menggambarkan angka 81 di pos ronda Desa Makamhaji, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, tiba-tiba menjadi sorotan setelah viral di media sosial. Mural ini sejatinya dibuat untuk menyambut perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Namun, bukan angka 81 yang menjadi perhatian utama warganet, melainkan ilustrasi dua figur manusia yang terlihat menyatu di dalam bentuk angka tersebut.

Visual yang menampilkan siluet seorang pria berbadan subur dengan peci hitam pada bagian angka delapan dan sosok pria bertubuh kurus dengan kepala tertunduk pada bagian angka satu memicu berbagai interpretasi dari masyarakat. Beberapa pengguna media sosial menganggap mural ini sebagai bentuk kritik sosial yang mencerminkan ketimpangan di tengah masyarakat. Namun, ada juga yang menilai bahwa mural ini hanya merupakan karya seni yang bisa dimaknai berbeda oleh setiap orang.

Viral dan Akhirnya Dihapus

Setelah viral di media sosial, banyak orang datang untuk melihat langsung mural tersebut. Akibat dari perhatian publik yang begitu besar, akhirnya warga desa sepakat untuk menghapus mural tersebut. Seorang warga bernama Winarno (45) menjelaskan bahwa keputusan untuk menghapus mural diambil setelah kesepakatan bersama.

"Ya kemarin kita kan ya cuma nunggu dari warga, alangkah baiknya kita gimana," ujarnya. "Kita yo wislah kita daripada bikin heboh warga enggak nyaman, kita ganti merah putih saja, gitu kemarin."

Saat ini, warga sepakat untuk mengganti desain mural dengan warna merah putih saja. Hal ini dilakukan agar tidak menimbulkan kontroversi dan tetap menjaga harmonisasi di tengah masyarakat.

Kepala Desa Kaget dengan Viralnya Mural

Kepala Desa Makamhaji, Agus Purwanto, mengaku baru mengetahui keberadaan mural tersebut setelah mendapat informasi bahwa lukisan di wilayahnya ramai diperbincangkan di media sosial. Ia mengatakan bahwa Pemerintah Desa belum mengetahui secara pasti tujuan maupun filosofi yang ingin disampaikan melalui mural tersebut.

"Saya justru baru tahu hari ini setelah diberi tahu. Sebelumnya saya belum mengetahui kalau ada gambar itu dan ramai dibicarakan di media sosial," ujar Agus. Ia memilih tidak berspekulasi sebelum mendapatkan penjelasan langsung dari warga yang membuat lukisan tersebut.

Pembuatan Mural untuk Merayakan HUT RI

Agus menjelaskan bahwa pembuatan mural tersebut merupakan bagian dari kegiatan warga dalam menyambut peringatan kemerdekaan Indonesia. Menjelang bulan Agustus, masyarakat di Desa Makamhaji rutin melakukan berbagai kegiatan gotong royong seperti membersihkan lingkungan hingga mempercantik kawasan tempat tinggal dengan dekorasi.

Selain itu, sejumlah kegiatan seperti lomba kebersihan antarwilayah, dekorasi kampung, dan perlombaan olahraga juga digelar untuk memeriahkan suasana Agustusan. Menurut Agus, pemerintah desa selama ini hanya memberikan imbauan agar masyarakat turut menghias lingkungan tanpa menentukan bentuk karya tertentu.

Tidak Bermaksud Menuai Kontroversi

Menurut Winarno, warga sebenarnya tidak bermaksud membuat kontroversi melalui mural tersebut. Lukisan itu dibuat semata-mata sebagai bentuk kreativitas untuk menyambut HUT ke-81 RI. Ia menjelaskan bahwa keputusan menghapus mural bukan berasal dari permintaan pihak tertentu, melainkan murni hasil kesepakatan warga.

"Kesepakatan warga sendiri, daripada bikin ramai heboh. Ya biar aman saja. Biar aman, damai, enggak ada apa-apa," ujarnya.

Terinspirasi dari Media Sosial

Winarno menjelaskan bahwa mural tersebut dibuat oleh sejumlah bapak-bapak RT 001/RW 006, Dusun Windan, Desa Makamhaji. Proses pembuatan mural berlangsung saat kegiatan kerja bakti massal pada Minggu (2/8/2026). Ide membuat mural angka 81 muncul setelah warga melihat berbagai dekorasi serupa dari daerah lain melalui YouTube dan media sosial.

"Iya, dari daerah, dari YouTube, dari media sosial gitu, cuma inspirasi saja, kok kayak rame, kita ikutan-ikutan saja gitu," ujarnya. Ia menegaskan bahwa tidak ada unsur atau pesan tertentu yang sengaja disisipkan dalam pembuatan mural tersebut.


0 Komentar