Festival Budaya Lembah Baliem Ke-34 Berubah Menjadi Kekacauan
Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) Ke-34 yang rutin diselenggarakan setiap tahun di Papua Pegunungan sedianya akan berlangsung selama dua hari, yaitu 7–8 Agustus 2026. Acara ini menjadi salah satu agenda pariwisata unggulan yang sangat dinantikan oleh masyarakat sekitar dan para wisatawan lokal maupun mancanegara. Lokasi festival terletak sekitar 37 kilometer dari pusat kota Wamena, ibu kota Provinsi Papua Pegunungan.
Namun, acara yang biasanya penuh dengan kegembiraan dan pertunjukan seni budaya antar suku ini tiba-tiba berubah menjadi kepanikan mencekam pada Sabtu (8/8/2026) siang. Aksi penembakan oleh Orang Tak Dikenal (OTK) meletus di pintu masuk area festival di Distrik Welesi, Kabupaten Jayawijaya. Peristiwa ini terjadi sekira pukul 12.45 WIT, tepat saat ribuan pengunjung sedang menikmati pertunjukan seni budaya antar-suku.
Seketika, suasana yang sebelumnya riang menjadi sangat tegang. Ribuan penonton lari kocar-kacir mencari perlindungan. Untuk mengantisipasi ancaman keselamatan para pengunjung, aparat keamanan bersama panitia langsung mengambil tindakan cepat dengan menghentikan seluruh rangkaian kegiatan FBLB Ke-34. Seluruh wisatawan asing yang berada di lokasi langsung dievakuasi secara khusus dengan pengawalan ketat petugas menuju Kantor Bupati Jayawijaya di pusat Kota Wamena.
Dua Warga Tertembak
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Cahyo Sukarnito, membenarkan adanya insiden penembakan yang melukai dua warga sipil di area gerbang masuk perhelatan tersebut. Ia menyebutkan bahwa penembakan dilakukan oleh orang tak dikenal di pintu masuk kegiatan Festival Budaya Lembah Baliem di Kota Wamena.
Akibat tembakan OTK tersebut, dua orang pengunjung mengalami luka-luka di tubuhnya. Kedua korban diidentifikasi sebagai:
- Laode Muhammad Kojo (43), seorang sopir yang berdomisili di Jalan Hom-Hom, Wamena.
- Salbiah (50), seorang pekerja swasta yang juga bertempat tinggal di Jalan Hom-Hom, Wamena.
Kedua korban langsung dilarikan ke RSUD Wamena untuk mendapatkan penanganan medis darurat. "Akibat penembakan itu, ada dua orang warga terluka dan keduanya sudah dievakuasi ke RSUD Wamena untuk mendapatkan penanganan medis. Kondisi kedua korban dalam keadaan sadar," kata Cahyo.
Pasca-penembakan, personel gabungan dari Polres Jayawijaya dan Satuan Brimob Batalyon B langsung merespons cepat dengan menyisir lokasi dan mengejar para pelaku. Mereka juga mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian.

Hingga berita ini diturunkan, motif dan identitas pelaku penembakan masih dalam penyelidikan mendalam oleh pihak kepolisian. Situasi di sekitar kawasan Distrik Welesi kini berada dalam pengamanan ketat aparat TNI-Polri.
Wisatawan Asing Juga Terlibat
Festival Budaya Lembah Baliem Ke-34 sedianya dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni 7–8 Agustus 2026. Perhelatan tahunan yang rutin mempertemukan Suku Dani, Lani, dan Yali ini merupakan agenda pariwisata unggulan yang menjadi penggerak ekonomi masyarakat di Papua Pegunungan.
Adapun lokasi festival berjarak sekitar 37 kilometer dari pusat kota Wamena, Jayawijaya, yang merupakan ibu kota Provinsi Papua Pegunungan.
Sementara itu, Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Provinsi Papua memastikan 270 wisatawan mancanegara akan menghadiri festival tersebut. “Berdasarkan pendataan yang kami lakukan bersama teman-teman travel, saat ini ada sekitar 270 wisatawan asing yang dipastikan datang ke Festival Budaya Lembah Baliem,” ujarnya pada Selasa (4/8/2026).
Hingga berita ini tayang, polisi masih berupaya memburu pelaku. Panitia pelaksana festival juga belum memberikan keterangan resmi terkait aksi tersebut.
0 Komentar