Pertandingan Final Piala Presiden 2026: Tavares Rayakan, Igor Temukan Jati Diri

Duel Pelatih Baru di Final Piala Presiden 2026

Di balik adu penalti yang mengantar Persebaya Surabaya menjadi juara Piala Presiden 2026, terselip duel pelatih yang sama-sama sedang memulai babak baru dalam karier mereka. Bernardo Tavares dan Igor Tolic datang dengan cerita berbeda, tetapi bertemu di panggung yang sama: partai final yang menjadi ujian pertama untuk membuktikan kapasitas mereka sebagai nakhoda baru.

Dalam laga final, Green Force menundukkan juara bertahan Persib Bandung melalui drama adu penalti setelah kedua tim bermain imbang selama 120 menit. Di satu sisi ada Igor Tolic, sosok yang selama tiga musim setia berdiri di belakang Bojan Hodak sebelum akhirnya dipercaya menjadi pelatih kepala Persib Bandung. Di sisi lain berdiri Bernardo Tavares, pelatih asal Portugal yang baru memulai proyeknya bersama Persebaya Surabaya setelah datang di pertengahan musim lalu.

Keduanya datang ke final dengan cerita yang berbeda, tetapi memiliki tujuan yang sama: membuktikan diri bahwa mereka mampu membawa klub barunya bersaing.


(Pelatih Persib Igor Tolic dan pemain Adam Alis, dalam konferensi pers Piala Presiden Elite 2026 di The Papandayan Hotel, Jalan Gatot Soebroto, Kota Bandung, Jumat (24/7/2026). Foto: Nur Fidhiah Shabrina/gubukinspirasi.id)

Bagi Igor, Piala Presiden 2026 menjadi ujian pertamanya sebagai orang nomor satu di ruang ganti Persib. Tugas itu tidak mudah. Ia harus memimpin tim di tengah skuad yang belum sepenuhnya lengkap karena tujuh pemain inti sedang membela Timnas Indonesia. Meski demikian, mantan asisten Bojan Hodak itu mampu membawa Maung Bandung melangkah hingga partai puncak.

Pengalaman bertahun-tahun menjadi tangan kanan Bojan memang memberinya bekal, tetapi berdiri sebagai pelatih kepala menghadirkan tantangan yang sama sekali berbeda. Usai laga perdana fase grup melawan Arema FC, Igor bahkan mengaku masih beradaptasi dengan peran barunya.

"Agak sedikit lucu. Karena saat berada di ruang ganti semua terasa biasa saja, tetapi saat pertandingan terkadang saya menoleh dan berpikir Bojan yang akan berjalan, serta bersuara kencang," ujar Igor. Selama ini ia terbiasa mengikuti setiap instruksi Bojan dari pinggir lapangan. Kini, semua keputusan berada di tangannya sendiri.

Perlahan, rasa canggung itu mulai hilang. Bersama dua asistennya, Zlatko Runje dan Achmad Jufriyanto, serta pelatih fisik Karlo Reinholz yang didatangkan dari Kroasia, Igor mencoba membangun identitasnya sendiri. "Makin banyak pertandingan yang saya lewati di sini, saya rasa semuanya akan baik-baik saja," ujarnya.

Di sisi lain, keberhasilan Persib mencapai final memperlihatkan bahwa transisi kepelatihan berjalan relatif mulus. Meski kehilangan sejumlah pemain inti dan baru pertama kali berdiri sebagai pelatih kepala, Igor mampu menjaga daya saing tim hingga pertandingan terakhir turnamen.

Berbeda dengan Igor yang tumbuh dari dalam tubuh Persib, Bernardo Tavares datang ke Surabaya dengan membawa reputasi. Pelatih berusia 46 tahun itu dipercaya menggantikan Eduardo Perez Moran setelah keberhasilannya membangun PSM Makassar menjadi salah satu kekuatan sepak bola Indonesia. Piala Presiden 2026 menjadi panggung pertamanya bersama Bajul Ijo sekaligus kesempatan untuk membangun fondasi menuju Super League 2026/27.

Turnamen pramusim dimanfaatkan Tavares untuk menyatukan banyak wajah baru di skuad Persebaya. Kehadiran pemain-pemain seperti Yuran Fernandes dan Alex Martins menjadi bagian dari proyek yang ingin ia bangun sejak awal. Hasilnya langsung terlihat. Persebaya membuka perjalanan dengan menaklukkan Persija Jakarta 1-0, kemudian mengalahkan PSMS Medan dengan skor serupa untuk memastikan tiket semifinal lebih cepat.

Pada babak empat besar, Green Force kembali menunjukkan organisasi permainan yang disiplin saat menyingkirkan rival abadi Arema FC lewat kemenangan tipis 1-0.


(Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares. Foto: persebaya.id)

Tiga kemenangan beruntun di fase Grup B dengan kebobolan satu kali hingga partai final menjadi gambaran awal identitas permainan yang ingin dibangun Tavares. Organisasi pertahanan yang rapi, disiplin menjaga jarak antarlini, serta efektivitas memanfaatkan peluang menjadi ciri yang mulai terlihat sejak turnamen pramusim.

Perjalanan itu pun membawa Tavares bertemu Igor di partai final. Pertandingan berlangsung seimbang. Persebaya lebih dulu memimpin melalui Ramadhan Sananta sebelum Persib menyamakan kedudukan lewat Patricio Matricardi. Hingga 120 menit berlalu, tidak ada gol tambahan yang tercipta sehingga pemenang harus ditentukan melalui adu penalti.

Enam penendang Persebaya sukses menjalankan tugasnya, sementara dua eksekutor Persib gagal. Peluit panjang pun menandai dua pencapaian sekaligus bagi Persebaya. Green Force akhirnya meraih gelar Piala Presiden pertama sepanjang sejarah keikutsertaan mereka, sementara Bernardo Tavares mempersembahkan trofi pertamanya sejak dipercaya menangani klub kebanggaan Bonek dan Bonita.

Meski demikian, Tavares menegaskan keberhasilan di turnamen pramusim bukanlah tujuan akhir. "Trofi ini menjadi awal yang baik bagi Persebaya. Kami senang bisa mempersembahkan gelar Piala Presiden kepada seluruh keluarga besar Persebaya. Namun perjalanan kami masih panjang karena target utama adalah menghadapi kompetisi liga," ujar Tavares.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bonek dan Bonita yang terus memenuhi stadion sepanjang turnamen. "Terima kasih kepada seluruh Bonek dan Bonita atas dukungan luar biasa selama turnamen ini. Saya berharap pada pertandingan 15 Agustus nanti stadion kembali penuh. Cara terbaik untuk memberikan apresiasi kepada para pemain adalah dengan terus mendukung mereka secara langsung di stadion," ucap dia.

Meski tidak menentukan nasib satu musim penuh, Piala Presiden kerap menjadi tolak ukur awal bagi pelatih baru untuk melihat sejauh mana ide permainan mereka mulai diterapkan di lapangan. Trofi Piala Presiden menjadi hadiah manis bagi Tavares di awal perjalanannya bersama Persebaya.

Sementara bagi Igor Tolic, meski harus mengakui keunggulan lawan di partai puncak, langkah membawa Persib hingga final menjadi sinyal bahwa proses regenerasi di kursi pelatih Maung Bandung berjalan ke arah yang menjanjikan. Pada akhirnya, Piala Presiden 2026 bukan hanya melahirkan juara baru. Turnamen ini juga menjadi panggung pembuktian bagi dua nakhoda baru. Bernardo Tavares menutup ujian pertamanya dengan sebuah trofi, sementara Igor Tolic pulang dengan keyakinan bahwa era barunya di Persib dimulai di jalur yang tepat.

0 Komentar