Polisi Banyuasin Tewas Saat Atasi Kemacetan Jalintim Palembang-Jambi

Polisi Banyuasin Tewas Saat Atasi Kemacetan Jalintim Palembang-Jambi

Kemacetan di Jalintim Akibat Pengecoran Jalan

Pekerjaan pengecoran jalan di Kilometer 17, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan, menyebabkan kemacetan panjang di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Palembang-Jambi. Hingga Jumat (7/8/2026) malam, kemacetan masih terjadi di ruas jalan tersebut. Penyempitan jalan akibat pekerjaan pengecoran membuat arus lalu lintas tersendat dan kendaraan harus mengantre panjang.

Untuk menghindari kemacetan, kendaraan besar dengan sumbu dua ke atas diminta menggunakan jalur lintas tengah. Kasi Humas Polres Muba AKP S Hutahaean mengatakan, pengalihan arus dilakukan karena adanya penyempitan jalan akibat pekerjaan pengecoran. Bagi kendaraan besar yang melintas dari Jambi menuju Palembang maupun sebaliknya, dapat menggunakan jalur lintas tengah dengan rute Jambi–Sarolangun–Muratara–Lubuklinggau–Lahat–Muara Enim–Prabumulih–Palembang.

Sementara itu, pengendara kendaraan kecil diimbau mengikuti arahan petugas di lapangan serta memantau kondisi arus lalu lintas sebelum melakukan perjalanan. Jika kondisi lalu lintas mengalami kemacetan, pengendara disarankan menggunakan jalur alternatif untuk menghindari antrean panjang di lokasi pekerjaan.

"Pengguna jalan diharapkan mematuhi petunjuk petugas dan rambu-rambu lalu lintas demi keselamatan bersama serta menghindari antrean panjang di lokasi pekerjaan," ungkapnya. Pekerjaan pengecoran jalan di Kilometer 17 Talang Kelapa dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari ke depan.

Duka atas Kematian Seorang Anggota Polisi

Di tengah upaya petugas mengurai kemacetan tersebut, kabar duka datang dari jajaran Satlantas Polres Banyuasin. Aipda Dwi Margianto, Banitsatlans Polres Banyuasin, Polda Sumatra Selatan, meninggal dunia pada Rabu (5/8/2026) malam. Kabar meninggalnya Aipda Dwi Margianto kemudian menyebar luas di media sosial. Sejumlah netizen mengaitkan meninggalnya anggota Satlantas tersebut dengan aktivitas pengaturan lalu lintas di Jalintim Palembang-Betung yang mengalami kemacetan panjang selama beberapa hari akibat pekerjaan pengecoran jalan di Kilometer 17, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin.

Salah satu akun media sosial bernama WELL turut menyampaikan ucapan duka dan doa melalui unggahannya. "Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun,,semoga Amal ibadah kebaikan dlm Pengabdian mu pada bangsa negara Untuk masyarakat yg telah dilakukan diterima Allah.swt, sebagaimana engkau mempermudah semua urusan pemakai Pengguna jalan yg kau lancarkan, begitu pula lancarnya ibadahmu menghadap ALLAH.SWT, Semoga Husnul khotimah, jasa kebaikan ibadahmu pada masyarakat tak terhitung banyaknya, yang dapat menghapus dosaMu pak Polantas, dan semoga keluarga yang ditinggal diberikan kesabaran, aaammiin ya rabbal alamiin," tulisnya dalam postingan yang dilihat TribunSumsel.com, Jumat (7/8/2026).

Sejumlah akun lainnya juga turut mendoakan Aipda Dwi Margianto. Dalam unggahan di media sosial, netizen menyebut anggota Satlantas Polres Banyuasin tersebut diduga meninggal karena kelelahan setelah beberapa hari melakukan pengaturan lalu lintas di tengah kemacetan parah Jalintim Palembang-Betung. Warga Banyuasin, Muhammad Arfan, juga menyampaikan apresiasi terhadap anggota Satlantas Polres Banyuasin yang berjibaku mengurai kemacetan. Ia berharap dedikasi para anggota kepolisian yang bertugas mengatur lalu lintas selama kemacetan tersebut mendapat penghargaan dari pimpinan Polri.

"Saya selaku warga Banyuasin mengapresiasi anggota Lantas Banyuasin yang beberapa hari ini berjibaku mengatur lalu lintas karena macet dampak pengecoran Jalintim. Kapolri dan Kapolda harus memberikan penghargaan kepada anggota Lantas Banyuasin yang telah susah payah dan berdedikasi untuk mengurai kemacetan yang ada di Jalintim Palembang-Betung," katanya. Namun, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Polres Banyuasin yang menyebut bahwa Aipda Dwi Margianto meninggal dunia akibat kelelahan setelah bertugas mengatur lalu lintas di Jalintim Palembang-Betung.

Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino juga belum memberikan jawaban atas pesan WhatsApp yang dikirim TribunSumsel.com terkait kabar meninggalnya anggota Satlantas Polres Banyuasin yang disebut-sebut mengalami kelelahan setelah bertugas mengurai kemacetan di jalur tersebut. Dengan demikian, penyebab meninggalnya Aipda Dwi Margianto masih menunggu keterangan resmi dari pihak kepolisian. Sementara itu, kemacetan akibat pekerjaan pengecoran Kilometer 17 Talang Kelapa masih menjadi perhatian pengguna Jalintim Palembang-Jambi.

Pengendara, khususnya kendaraan besar, diimbau mempertimbangkan jalur lintas tengah selama pekerjaan berlangsung untuk menghindari antrean panjang di lokasi pengecoran.

0 Komentar