
Kondisi Harga dan Pasokan Semen di Aceh
Anggota Komite II DPD RI, Azhari Cage, menyoroti masalah harga dan kelangkaan semen di Aceh. Ia meminta PT Solusi Bangun Andalas (SBA) untuk memanggil dan menegur distributor yang diduga memainkan harga semen. Saat ini, harga semen mencapai Rp120 ribu per sak, yang dinilai sangat tinggi.
Azhari menyatakan bahwa masyarakat Aceh masih membutuhkan banyak material untuk pemulihan pascabencana. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya penanganan masalah ini secara serius. Menurutnya, kebijakan yang diterapkan oleh SBA harus jelas dan transparan agar masyarakat tahu sumber masalah sebenarnya.
“Kita minta untuk dipanggil para distributor mengingat kondisi hari ini, di mana semen tak hanya langka tapi harganya cukup melambung, ada yang sampai Rp120 ribu lebih per sak,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa pihak pabrik tidak boleh menjadi sasaran dari tudingan masyarakat. Menurut Azhari, produksi SBA tetap berjalan normal, bahkan saat ini produksinya sudah ditingkatkan dari biasanya.
Tindakan Terhadap Distributor Nakal
Azhari menyarankan agar apabila ditemukan distributor yang terbukti melakukan pelanggaran, penyaluran semen kepada mereka dapat dihentikan. Hal ini dilakukan agar tidak merugikan masyarakat dan perusahaan.
“Kalau mereka terbukti nakal tinggal kita putuskan penyaluran ke mereka. Karena ini mengingat kondisi Aceh yang masih butuh pemulihan pascabencana, sehingga butuh banyak semen untuk pembangunan,” katanya.
Selain itu, Azhari meminta agar langkah tersebut dilakukan secara terbuka dan dipublikasikan kepada masyarakat. Tujuannya adalah agar masyarakat tahu bahwa pabrik semen tidak bermain di tengah kondisi saat ini.
Kewenangan SBA dalam Penyaluran Produk
Menurut Azhari, SBA sebagai produsen memiliki kewenangan untuk menentukan penyaluran produknya kepada distributor sesuai aturan. Jika ada distributor yang tidak menyalurkan sesuai aturan, SBA bisa mengambil tindakan tegas.
“Ini kan posisinya kita ada hak sebagai produser semen, kalau ada yang tidak menyalurkan sebagai aturan kan bisa saja tidak kita lepas, karena akan berdampak buruk kepada perusahaan,” tuturnya.
Azhari juga menyatakan bahwa kedatangannya ke pabrik semen bertujuan untuk meluruskan persoalan tersebut agar pabrik tidak menjadi sasaran tudingan masyarakat. Ia menambahkan bahwa isu terkait semen di Aceh telah menjadi perhatian secara nasional.
Operasional 24 Jam Pabrik SBA
Sementara itu, GM PT SBA, R Adi Sentosa, menjelaskan bahwa pihaknya terus mengupayakan produksi semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan semen di Aceh. Saat ini, pabrik mereka beroperasi 24 jam.
Namun, Adi belum dapat memastikan kapan kondisi pasokan akan kembali normal. “Agak sulit dijawab (kapan pasokan semen di pasar Aceh kembali normal), tapi kita upayakan produksi semaksimal mungkin,” ujarnya.
Adi juga menjelaskan bahwa kewenangan SBA hanya sampai pada tahap pelepasan harga kepada distributor. Pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk mengontrol harga di tingkat distributor. PT SBA hanya bisa memanggil distributor untuk berkoordinasi, tetapi tidak bisa dalam hal mengatur lebih jauh.
Perbedaan dengan PT PIM
Adi menegaskan bahwa posisi SBA berbeda dengan PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), yang merupakan perusahaan negara. “Kami beda dengan PIM, kami memang perusahaan negara, tapi kami diperintahkan untuk bersaing secara sehat dan bebas.”
Ia menambahkan bahwa PIM memiliki kemampuan untuk mengontrol di tingkat distribusi, sedangkan SBA tidak bisa karena ada aturannya.
0 Komentar