Setelah Menghadapi Chelsea di GBK, Pesawat Terbesar Dunia Datang Jemput Tim AC Milan ke Indonesia

Setelah Menghadapi Chelsea di GBK, Pesawat Terbesar Dunia Datang Jemput Tim AC Milan ke Indonesia

Pesawat Jumbo Terbesar di Dunia Akan Datang ke Bandara Soekarno-Hatta

Pesawat penumpang terbesar di dunia, Airbus A380-800, akan datang pertama kali ke Indonesia secara terjadwal dan mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Sabtu (8/8/2026) malam. Kedatangan pesawat ini menjadi momen penting dalam sejarah bandara yang menjadi pintu masuk utama bagi banyak penerbangan internasional.

Rencana Penerbangan dan Tujuan

Berdasarkan informasi yang diperoleh, pesawat jumbo tersebut membawa Skuad AC Milan setelah menghadapi laga panas melawan Chelsea di Stadion Gelora Bung Karno. Sementara itu, The Blues akan bertolak ke negara tetangga untuk melakoni pertandingan persahabatan selanjutnya menghadapi Johor Darul Ta'zim (JDT) pada Minggu, 9 Agustus 2026 di Sultan Ibrahim Stadium, Johor, Malaysia.

General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, menjelaskan bahwa pesawat komersil terbesar di dunia ini adalah Airbus A380-800 milik maskapai Emirates. "Kehadiran Airbus A380-800 Emirates merupakan momentum penting bagi sejarah Bandara Internasional Soekarno-Hatta karena pesawat ini hanya datang untuk mendukung tur pra musim pertandingan sepak bola Chelsea vs AC Milan di Jakarta," ujarnya.

Jadwal Penerbangan dan Persiapan Operasional

Pesawat tersebut dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada pukul 22.25 WIB dan langsung kembali menuju Dubai sebagai penerbangan EK359 pada Minggu (9/8/2026) pukul 00.45 WIB. Kedatangan pesawat ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat konektivitas internasional Indonesia sekaligus menegaskan kesiapan Bandara Internasional Soekarno-Hatta dalam melayani pesawat kategori ICAO Aerodrome Reference Code 4F (Code F).

Angkasa Pura Indonesia telah menggelar sejumlah persiapan secara menyeluruh bersama regulator, maskapai, dan seluruh pemangku kepentingan penerbangan guna memastikan operasional Airbus A380-800 berjalan dengan aman, selamat, lancar, dan memberikan pengalaman terbaik bagi pengguna jasa.

Infrastruktur dan Kesiapan Bandara

Sebagai bandara terbesar dan tersibuk di Indonesia, Bandara Internasional Soekarno-Hatta memiliki tiga landasan pacu atau runway sebagai penunjang operasional penerbangan. Dua di antaranya yakni runway berukuran 3.660 meter x 60 meter dan 3.600 meter x 60 meter, telah memenuhi persyaratan untuk melayani pesawat kategori ICAO Aerodrome Reference Code F.

Infrastruktur ini didukung jaringan parallel taxiway, apron, serta berbagai fasilitas terminal yang telah disiapkan untuk mendukung operasional pesawat berbadan lebar, termasuk Airbus. Kesiapan tersebut diperkuat dengan kekuatan perkerasan (Pavement Classification Rating/PCR) yang memenuhi persyaratan operasional Airbus A380-800. Runway 07R/25L memiliki nilai PCR 1290/R/D/X/T, sedangkan Runway 07L/25R memiliki nilai PCR 1290/R/D/X/U.

Sementara itu Apron G Terminal 3 memiliki nilai PCR 1010/R/B/X/T dengan alokasi parking stand G26, G29 dan G33 untuk pesawat kategori Code F. Fasilitas tersebut didukung sistem Advanced Visual Docking Guidance System (A-VDGS), passenger boarding bridge, serta berbagai peralatan penunjang operasional yang memenuhi standar pelayanan penerbangan internasional.

Persiapan Bersama Stakeholder

Untuk memastikan kelancaran operasional perdana Airbus A380-800, Bandara Internasional Soekarno-Hatta bersama Emirates, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, AirNav Indonesia, penyedia layanan ground handling, Imigrasi, Bea Cukai, Karantina, serta seluruh pemangku kepentingan telah melaksanakan rangkaian koordinasi, verifikasi dan simulasi operasional. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh proses pelayanan, mulai dari kedatangan pesawat, penanganan penumpang dan bagasi, hingga keberangkatan kembali dapat berlangsung secara aman, lancar, dan efisien.

"Pada operasional perdananya, Airbus A380-800 Emirates akan dilayani di Contact Stand G26 Terminal 3 yang telah dipersiapkan untuk mengakomodasi pesawat kategori Code F," terangnya.

Penyediaan Ground Support Equipment (GSE)

Asisten Deputi Komunikasi dan Legal Bandara Soekarno-Hatta, Yudis Tiawan menjelaskan, kesiapan operasional juga didukung oleh penyediaan Ground Support Equipment (GSE) khusus. Seperti aircraft towing tractor untuk Airbus A380-800, high lift loader, belt conveyor loader, container dollies, dan pallet dollies agar seluruh proses pelayanan pesawat dapat berjalan secara optimal.

Airbus A380-800 merupakan pesawat komersial terbesar di dunia dengan konfigurasi dua dek penuh (full double deck). Pesawat ini memiliki bentang sayap 79,75 meter, panjang 72,7 meter, dan mampu mengangkut lebih dari 600 penumpang, bergantung pada konfigurasi kabin yang digunakan maskapai.

"Kehadiran Airbus A380-800 tidak hanya menjadi pencapaian penting bagi operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta semata," ucapnya. "Tetapi juga diharapkan memperkuat konektivitas Indonesia dengan berbagai destinasi internasional sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, perdagangan, investasi, dan perekonomian nasional."


0 Komentar