Setelah Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal AFF 2026, Akbar Faizal Desak Erick Thohir Mundur

Setelah Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal AFF 2026, Akbar Faizal Desak Erick Thohir Mundur

Kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 Memicu Desakan Mundur dari PSSI

Kegagalan Tim Nasional (Timnas) Indonesia melaju ke semifinal Piala AFF 2026 usai ditahan imbang 1-1 oleh Singapura memicu gelombang kecaman publik. Hasil ini tidak hanya mengecewakan para penggemar sepak bola, tetapi juga menjadi momen penting yang memicu pertanyaan besar tentang kinerja Federasi Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

Tuntutan Kepada Erick Thohir dan Jajaran PSSI

Dalam pernyataannya, politisi senior Akbar Faizal secara terbuka menuntut Ketua Umum PSSI Erick Thohir beserta seluruh jajaran pengurusnya untuk mengundurkan diri. Ia menilai bahwa kegagalan Timnas Indonesia melangkah ke fase empat besar harus dibayar dengan pertanggungjawaban kolektif dari PSSI.

Akbar menyampaikan desakan tersebut melalui akun X-nya pada Sabtu (8/8/2026), sehari setelah pertandingan terakhir Grup A berlangsung. Ia menulis:

"Indonesia gagal maju ke semifinal Piala Presiden. Sebagai tuan rumah, seharusnya Ketua PSSI menunjukkan tanggungjawab. Setidaknya menunjukkan rasa malu Indonesia makin kehilangan taji bahkan hanya untuk wilayah Asean. Caranya, mundur ramai-ramai bersama seluruh pengurus. Jika tanggung jawab tak juga ditunjukkan maka kita meminta Menpora memecat Ketum PSSI."

Menurut Akbar, posisi Indonesia yang kembali terjebak di fase grup menjadi bukti nyata bahwa sepak bola nasional semakin kehilangan daya saing, bahkan di level Asia Tenggara. Pengunduran diri masal dinilainya sebagai satu-satunya bentuk tanggung jawab yang pantas ditunjukkan oleh Erick Thohir dan pengurus.

Jika tuntutan pengunduran diri itu diabaikan, Akbar secara tegas meminta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) mengambil langkah tegas dengan memecat Ketua Umum PSSI.

Ironi dalam Desakan Akbar Faizal

Namun, terdapat sebuah ironi kuat di balik desakan Akbar tersebut. Jabatan Menpora saat ini memang sedang diemban oleh Erick Thohir sendiri. Artinya, Akbar secara langsung mendesak Erick untuk memecat dirinya sendiri sebagai Ketum PSSI.

Ini menjadi poin menarik yang menggarisbawahi kompleksitas situasi yang terjadi. Desakan yang disampaikan Akbar tidak hanya menyoroti kinerja PSSI, tetapi juga mencerminkan tantangan yang dihadapi dalam sistem kepemimpinan olahraga di Indonesia.

Hasil Pertandingan yang Mengakhiri Perjalanan Indonesia

Tekanan besar terhadap PSSI ini bermuara dari hasil buruk di lapangan. Timnas Indonesia secara resmi dipastikan gagal melaju ke semifinal ASEAN Hyundai Cup atau Piala AFF 2026 usai hanya bermain imbang 1-1 melawan Singapura di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026).

Indonesia sempat membuka asa melalui gol Ragnar Oratmangoen pada menit ke-47. Namun, keunggulan tersebut buyar setelah Ilham Fandi berhasil menyamakan kedudukan bagi tuan rumah pada menit ke-65.

Hasil imbang ini membuat Indonesia mengakhiri perjalanan di Grup A dengan koleksi tujuh poin, tertahan di posisi ketiga. Pada awalnya, Indonesia diharapkan mampu berbicara banyak pada turnamen terbesar Asia Tenggara tersebut. Namun, hasil imbang melawan Singapura justru menjadi akhir perjalanan skuad Garuda di fase grup.

Piala AFF 2026: Hasil Grup A dan Grup B

Singapura berhak lolos sebagai runner-up dengan delapan poin, sementara Vietnam keluar sebagai juara grup usai menumbangkan Kamboja 3-1 untuk mengamankan 10 poin. Kamboja menempati posisi keempat dengan tiga poin, dan Timor Leste menjadi juru kunci tanpa poin.

Di Grup B, persaingan menuju semifinal masih berlangsung. Thailand memimpin klasemen dengan sembilan poin, sementara Myanmar dan Malaysia sama-sama mengoleksi enam poin. Laga terakhir Grup B dijadwalkan berlangsung Sabtu (8/8/2026), mempertemukan Thailand melawan Myanmar serta Malaysia kontra Filipina.

Tantangan Berat Bagi PSSI

Kegagalan ini menyisakan pekerjaan rumah yang berat. Perhatian kini tidak lagi hanya tertuju pada tim pelatih dan pemain, melainkan bergeser ke meja PSSI yang harus menjawab tuntutan publik soal arah pembinaan dan prestasi sepak bola nasional ke depan.

Bagi Indonesia, kegagalan ini menyisakan pekerjaan besar. Bukan hanya bagi tim di lapangan, tetapi juga bagi PSSI dalam menjawab tuntutan publik dan mempertanggungjawabkan arah sepak bola nasional.


0 Komentar