Tertarik Pemandangan Curug Sewu, Pilot India dan Swiss Tertarik Ikut Kompetisi Paralayang di Kendal

Tertarik Pemandangan Curug Sewu, Pilot India dan Swiss Tertarik Ikut Kompetisi Paralayang di Kendal

Wisata Paralayang di Curug Sewu Menarik Atlet Internasional

Di tengah hembusan angin siang yang menggigit, parasut warna-warni terbang di objek wisata Curug Sewu Kecamatan Patean Kabupaten Kendal, Sabtu (8/8/2026). Dari ketinggian 650 MDPL, dua pilot paralayang, Karen asal India dan Yosep Anton Lutov asal Swiss, menatap langit dengan penuh semangat. Mereka bersiap mengikuti kejuaraan Kendal Paragliding Cross Country Championship (KPXC) Bupati Cup 2026 yang berlangsung dari 6–9 Agustus.

Karen, yang baru pertama kali berpartisipasi dalam olahraga paralayang, mengaku tertantang dan bersiap menaklukkan medan kejuaraan. Ia menyebutkan bahwa tempat ini luar biasa dan ia sangat menyukainya. “Saya berada di sini untuk pertama kalinya dalam olahraga paralayang. Tempat ini luar biasa, saya menyukainya,” katanya.

Ia juga telah mempersiapkan diri dengan matang, termasuk menjajal arena sebelum kejuaraan dimulai. Dalam kejuaraan ini, Karen merasakan keramahan warga serta penonton yang hadir menyaksikan penampilannya. “Ada air terjun yang indah di sekitar sini, energi yang bagus dari semua anak-anak, serta dari tim yang sangat terorganisasi dengan baik,” tambahnya.

Karen berharap, kejuaraan serupa akan digelar di Kendal yang menurutnya memiliki pemandangan yang indah. “Saya berharap akan ada lebih banyak seri yang akan datang untuk kejuaraan ini di tahun 2026. Saya berharap akan terus berlanjut ke depannya termasuk di Kendal,” ujarnya.

Pengalaman Pilot Swiss di Curug Sewu

Adapun pilot paralayang dari Swiss, Yosep Anton Lutov, menilai kawasan perbukitan Curug Sewu memiliki kemiripan dengan sejumlah lokasi paralayang di kampung halamannya. “Bukitnya memang tidak terlalu tinggi, tetapi sangat bagus untuk terbang. Kondisinya mirip dengan beberapa lokasi di Swiss,” kata Yosep.

Ia menjelaskan, kemiripan itu ada pada bentuk lembah dan pola angin. Meski Curug Sewu lebih rendah, arus udara yang terbentuk dari perbedaan suhu antara air terjun dan bukit menciptakan kondisi stabil. “Bukitnya memang tidak terlalu tinggi, tetapi sangat bagus untuk terbang. Kondisinya mirip dengan beberapa lokasi di Swiss,” ujarnya.

Bagi Yosep, terbang di atas Curug Sewu seperti bernostalgia. Hanya saja, kali ini ia terbang sambil disambut gemuruh air terjun dan sorakan warga. “Saat latihan kemarin cuaca juga cukup ideal. Cloud base diperkirakan sekitar 2.000 meter. Itu bagus sekali untuk cross country,” tambahnya.

Peran Bupati Kendal dalam Mengembangkan Olahraga Dirgantara

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, menyampaikan bahwa kejuaraan ini membuka langkah Kendal menjadi salah satu destinasi olahraga dirgantara bertaraf internasional. Kejuaraan yang digelar untuk pertama kalinya di Kendal ini juga telah masuk dalam kalender olahraga paralayang internasional.

Dia menambahkan, dalam kejuaraan ini sebanyak 23 pilot ikut berpartisipasi termasuk atlet asal India dan Swiss yang ikut menjajal karakter angin dan bentang alam Curug Sewu. “Semoga ini berkembang menjadi agenda tahunan yang mampu mengangkat nama Kendal di tingkat nasional ataupun internasional,” sambungnya.

Bupati yang akrab disapa Tika menuturkan, kejuaraan ini merupakan langkah strategis dalam mengembangkan potensi sport tourism di Kabupaten Kendal. Menurutnya, kawasan Curug Sewu memiliki karakteristik alam yang mendukung untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata paralayang, sekaligus menambah pilihan atraksi wisata bagi masyarakat dan wisatawan.

“Pemerintah Kabupaten Kendal akan selalu mendukung setiap upaya dan program yang bertujuan untuk memajukan olahraga, pariwisata, serta meningkatkan perekonomian masyarakat,” katanya.

Optimisme Ketua Panitia dan Potensi Wisata Olahraga

Ketua panitia, Ahmad Sutrisno, optimis kejuaraan ini akan berlanjut di Kendal pada edisi berikutnya. Selain itu, di objek wisata Curug Sewu juga telah dibuka wahana paralayang yang dibuka setiap hari. “Banyak pilot internasional masih menunggu hasil penyelenggaraan pertama di Kendal,” ujarnya.

Pihaknya kini masih mendorong pembangunan sejumlah fasilitas baru, termasuk area take-off yang lebih representatif. Menurutnya, Curug Sewu berpeluang besar tumbuh menjadi sport tourism baru di Kabupaten Kendal. “Proyeksi kami bukan hanya sekedar menjadi tempat terbang. Tapi juga pengembangan wisata untuk menggerakkan ekonomi lokal,” tandasnya.


0 Komentar