Timnas Indonesia Gagal di Piala AFF 2026, Akbar Faizal Minta Erick Thohir Mundur dari PSSI

Kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 Memicu Desakan Mundur dari PSSI

Timnas Indonesia harus menerima kenyataan pahit setelah gagal melaju ke semifinal Piala AFF 2026. Skuad Garuda hanya mampu bermain imbang 1-1 saat menghadapi Singapura pada laga terakhir Grup A. Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion Jalan Besar, Singapura, Jumat (7/8/2026). Indonesia sebenarnya sempat unggul lebih dulu melalui Ragnar Oratmangoen pada menit ke-47. Namun, keunggulan tersebut sirna setelah Ilham Fandi mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-65.

Hasil imbang itu membuat Indonesia mengakhiri persaingan Grup A dengan koleksi tujuh poin. Indonesia harus puas berada di posisi ketiga, di bawah Singapura yang mengoleksi delapan poin. Sementara itu, Vietnam tampil sebagai juara Grup A dengan raihan 10 poin. Kegagalan tersebut kemudian memicu sorotan terhadap PSSI dan jajaran kepengurusan di bawah kepemimpinan Erick Thohir.

Politisi senior Akbar Faizal bahkan secara terbuka mendesak Erick Thohir beserta seluruh pengurus PSSI untuk mundur dari jabatan. Menurut Akbar, kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 semestinya diikuti dengan pertanggungjawaban dari federasi sepak bola nasional. Ia bahkan meminta Menpora mengambil langkah lebih tegas apabila Erick Thohir tidak menunjukkan sikap tersebut, meski saat ini posisi Menpora juga dijabat oleh Erick Thohir.

Desakan tersebut disampaikan Akbar melalui akun X miliknya, Sabtu (8/8/2026), sehari setelah Indonesia ditahan Singapura dalam laga terakhir Grup A. Akbar menilai kegagalan Indonesia melangkah ke semifinal harus diikuti dengan pertanggungjawaban dari federasi sepak bola nasional.

"Indonesia gagal maju ke semi final Piala Presiden. Sebagai tuan rumah, seharusnya Ketua PSSI menunjukkan tanggungjawab. Setidaknya menunjukkan rasa malu Indonesia makin kehilangan taji bahkan hanya untuk wilayah Asean. Caranya, mundur ramai-ramai bersama seluruh pengurus. Jika tanggungjawab tak juga ditunjukkan maka kita meminta Menpora memecat Ketum PSSI. @PSSI @KEMENPORA_RI," tulis Akbar.

Dalam unggahannya, Akbar menyebut Indonesia semakin kehilangan daya saing, bahkan di level Asia Tenggara. Ia menilai posisi Indonesia yang kembali gagal mencapai fase semifinal menjadi momentum bagi PSSI untuk menunjukkan sikap bertanggung jawab.

Tak hanya meminta Erick Thohir mundur, Akbar secara tegas menyerukan agar seluruh pengurus PSSI ikut meninggalkan jabatannya. Menurutnya, pengunduran diri bersama-sama merupakan bentuk pertanggungjawaban atas kegagalan tersebut.

Jika tuntutan itu tidak dilakukan, Akbar meminta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) mengambil langkah lebih jauh dengan memecat Ketua Umum PSSI. Entah apakah ini merupakan desakan sarkas atau begitu adanya. Sebab jabatan Menpora saat ini juga diemban oleh Erick Thohir. Ini berarti, Akbar mendesak Erick memecat dirinya sendiri sebagai Ketum PSSi.

Indonesia Tersingkir Usai Ditahan Singapura

Timnas Indonesia memastikan gagal melaju ke semifinal ASEAN Hyundai Cup atau Piala AFF 2026 setelah bermain imbang 1-1 melawan Singapura. Pertandingan berlangsung di Stadion Jalan Besar, Singapura, Jumat (7/8/2026). Indonesia sempat membuka keunggulan melalui Ragnar Oratmangoen pada menit ke-47. Namun, keunggulan tersebut tak mampu dipertahankan setelah Ilham Fandi menyamakan kedudukan untuk Singapura pada menit ke-65.

Hasil imbang tersebut membuat Indonesia mengakhiri perjalanan di Grup A dengan tujuh poin. Indonesia berada di posisi ketiga, di bawah Singapura yang mengoleksi delapan poin dan Vietnam yang keluar sebagai juara grup dengan 10 poin. Vietnam memastikan posisi teratas setelah mengalahkan Kamboja dengan skor 3-1 pada laga lainnya. Sementara itu, Kamboja menempati posisi keempat dengan tiga poin, sedangkan Timor Leste menjadi juru kunci tanpa raihan poin.

Dengan demikian, Indonesia harus mengubur ambisi melangkah lebih jauh di Piala AFF 2026. Kegagalan tersebut membuat perhatian kini tak hanya tertuju kepada para pemain dan tim pelatih. PSSI juga berada di bawah sorotan, terutama terkait arah pembinaan dan prestasi Timnas Indonesia.

Pernyataan Akbar Faizal menambah tekanan kepada Erick Thohir dan jajaran PSSI setelah hasil yang diraih Garuda tidak sesuai harapan. Indonesia sebelumnya diharapkan mampu berbicara banyak di turnamen sepak bola terbesar Asia Tenggara tersebut. Namun, hasil imbang melawan Singapura justru menjadi akhir perjalanan skuad Garuda di fase grup.

Di Grup B, persaingan menuju semifinal masih berlangsung. Thailand memimpin klasemen dengan sembilan poin, sementara Myanmar dan Malaysia sama-sama mengoleksi enam poin. Laga terakhir Grup B dijadwalkan berlangsung Sabtu (8/8/2026), mempertemukan Thailand melawan Myanmar serta Malaysia kontra Filipina.

Sementara bagi Indonesia, kegagalan ini menyisakan pekerjaan besar. Bukan hanya bagi tim di lapangan, tetapi juga bagi PSSI dalam menjawab tuntutan publik dan mempertanggungjawabkan arah sepak bola nasional.

0 Komentar