Audisi umum PB Djarum 2026 - Kualitas putra menonjol, jumlah super tiket yang diberikan bisa lebih banyak

gubukinspirasi.idKualitas peserta yang lebih bagus Audisi Umum PB Djarum 2026 di GOR Jati, 9-13 September membuat peluang Super Tiket yang diberikan akan lebih banyak.

Koordinator Pelatih Tunggal Putra PB Djarum, Leonard Holvy de Pauw, memberikan bocoran setelah melihat peserta yang mendaftar.

"Peserta di Kudus ini benar lebih banyak, secara kualitas dan kuantitas jauh lebih bagus dibandingkan kemarin di Pekanbaru dan di Makassar," kata Leonard kepada media, termasuk gubukinspirasi.iddi GOR Jati, Kudus, Jumat (11/9/2026).

"Secara kuantitas sudah pasti, kualitasnya yang di Kudus itu karena banyak klub mitra ya. Ternyata yang klub-klub mitra atlet-atlet yang kita jarang lihat, jarang bermain bulu tangkis."

"Tidak mengikuti turnamen mungkin karena terkendala dana. Di sini keluar semua. Kelihatan semua yang banyak potensi, yang dari klub-klub mitra dari Djarum."

"Untuk mendapat Super Tiket yang saya lihat pertama teknik dasar bermain bulu tangkis yang baik. Jadi saya juga sudah diskusi bersama pelatih tunggal putra juga."

"Saya bilang jangan sampai kita ambil atlet yang belum punya teknik dasar bulu tangkis yang mumpuni. Jadi akan susah buat kami menaikkan level mereka ke level lebih tinggi kalau sudah punya bad habit yang tidak bagus."

"Sejauh ini jujur lebih bagus dari tahun lalu, tahun 2023, dan tadi kami juga sudah mulai membicarakan, 'Wah, bagaimana ini super tiket?' Soalnya ini akan bisa melebihi target buat  super tiket yang tahun lalu."

Leonard mengatakan bahwa pihaknya harus bersiap untuk mengasih super tiket mungkin bisa lebih banyak lagi daripada tahun lalu."

"Banyak atlet, pemain yang kualitasnya bagus. Yang saya lihat tadi beberapa kali pemain U-11. Pemain kelahiran 2017 sudah bisa bermain, punya postur, karakternya bagus di lapangan, fighting spirit-nya bagus."

"Dan kelahiran 2018 yang lebih muda lagi ada satu bagus juga. Dan itu saya bilang, 'Waduh, kalau kelahiran  2018, 2017 bisa mengalahkan peserta kelahiran 2016, kenapa kami harus menunggu kelahiran 2016."

"Kalau bisa mengambil pemain kelahiran 2017, mengapa tidak?" karena paling mudah sekarang banyak atlet, banyak atlet-atlet muda itu yang suka bermain bulu tangkis."

"Dengan banyak pelatih yang dulu mungkin bekas jebolan dari atlet Djarum, dari dulu pernah di Djarum juga, jadi secara kualitas mereka sudah bagus ya."

"Melatihnya sudah melatih bukan teknik, bukan melatih yang level bawah lagi, sudah bisa, sudah melatih dengan level-level tinggi ya."

Leonard mengungkapkan pengalaman setelah memantau audisi di Pekambaru dan Makassar.

"Kemarin saya dua kali ke Pekanbaru, satu kali ke Pekanbaru, satu kali ke Makassar, persentasenya tidak mencolok," ujar Leonard.

"Memang secara kuantitas pasti di sini lebih banyak karena di Jawa. Tetapi, secara kualitas mereka sama."

"Hal yang saya bisa bedakan antara Pekanbaru dan Makassar dan juga sini adalah semangat juangnya."

"Anak-anak luar pulau saya harus mengakui dia punya fighting spirit enggak mau kalahnya besar sekali. Itu yang kita perluin untuk mencetak atlet dunia."

Menurut Leonard, dengan sistem skor 21x3 sekarang, perlu atlet yang berani.

"Berani mengambil risiko. Itu yang, yang harus kami tekankan. Kalau fighting spirit dilihat dari banyak hal."

"Pertama dari background keluarganya, bagaimana keluarga mereka menangani sehari-hari. Yang kedua, bukan di lapangan saja, di luar lapangannya."

"Bagaimana mereka istirahatnya, makannya. Itu kalau mereka sudah disiplin di situnya, dan saya yakin itu membentuk karakter mereka dengan baik. "

"Mulai dari meminum suplemennya, dan lain-lain tuh itu sangat membantu. Kami bisa melihat atlet kalau di luarnya sudah benar, di latihan pasti benar. Pasti dia lebih bagus."

0 Komentar